Skandal Persenjataan: Dokumen Bocor Ungkap Penjualan Drone dan Rudal Israel ke UEA Miliaran Dolar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194412-skandal_persenjataan_dokumen_bocor_ungkap_penjualan_drone_dan_rudal_israel_ke_uea_miliaran_dolar
Pars Today - Pengungkapan dokumen-dokumen rahasia dari perusahaan "Elbit Systems," salah satu produsen persenjataan terbesar rezim Zionis, telah mengungkap dimensi baru dari kerja sama militer tersembunyi antara Uni Emirat Arab dan rezim ini.
(last modified 2026-08-05T12:52:01+00:00 )
Aug 05, 2026 19:50 Asia/Jakarta
  • Skandal Persenjataan: Dokumen Bocor Ungkap Penjualan Drone dan Rudal Israel ke UEA Miliaran Dolar

Pars Today - Pengungkapan dokumen-dokumen rahasia dari perusahaan "Elbit Systems," salah satu produsen persenjataan terbesar rezim Zionis, telah mengungkap dimensi baru dari kerja sama militer tersembunyi antara Uni Emirat Arab dan rezim ini.

Menurut laporan Pars Today, berdasarkan laporan surat kabar Haaretz, dokumen-dokumen yang dipublikasikan oleh sebuah kelompok peretasan ini menunjukkan bahwa UEA telah mengajukan permintaan mendesak untuk pembelian enam drone canggih "Hermes 900"—yang dalam militer rezim Zionis dikenal dengan nama "Kochav" (Bintang)—dan memiliki rencana untuk memperluas armada ini menjadi 45 unit dalam 15 sistem lengkap, dengan nilai sekitar 1,3 miliar dolar. Juga, proyek persenjataan lain bernama "Yasmin 3" terungkap, di mana 6.000 kit pemandu akan diproduksi untuk mengubah bom-bom konvensional menjadi bom-bom presisi, hanya dalam waktu tiga bulan. Tulisan ini mengkaji alasan, dimensi, dan konsekuensi dari tindakan-tindakan ini.

 

Akar dan Motivasi Strategis:

 

  1. Luka Lama Serangan 2022: Faktor terpenting dalam pembentukan permintaan-permintaan mendesak ini adalah serangan rudal dan drone militer Yaman ke Abu Dhabi pada 17 Januari 2022, yang menewaskan tiga orang dan mengungkap kelemahan serius dalam pertahanan udara UEA. Hanya dua bulan setelah insiden ini, UEA mengajukan permintaan mendesak untuk pembelian drone "Hermes 900" kepada Israel.

 

  1. Konvergensi Keamanan Pasca-Kesepakatan Abraham: Normalisasi hubungan UEA dan Israel pada tahun 2020 di bawah Kesepakatan Abraham, menjadi landasan bagi kerja sama militer yang luas. Dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa kerja sama militer kedua pihak mencapai puncaknya selama konfrontasi baru-baru ini dengan Iran, dan laporan-laporan tentang penempatan sistem Iron Dome dan pertahanan Israel di UEA telah dipublikasikan. Pembentukan "Dana Pengadaan Pertahanan Bersama" juga merupakan langkah lain menuju pelembagaan kerja sama ini.

 

  1. Kebutuhan akan Teknologi Unggul dan Produksi Dalam Negeri: UEA mencari drone dengan kemampuan "pengawasan di luar batas negara, deteksi peluncuran rudal dan drone ke arah negara." "Hermes 900" dengan muatan 990 pon dan kemampuan membawa rudal-rudal permukaan-ke-udara, memenuhi kebutuhan ini. Selain itu, dokumen-dokumen menunjukkan proposal untuk produksi lokal beberapa komponen di UEA, yang sejalan dengan strategi lama Abu Dhabi untuk mengembangkan industri pertahanan domestik.

 

Dimensi Teknis dan Persenjataan Kontrak

 

Drone Hermes 900 (Kochav): Sistem-sistem canggih ini dirancang untuk pengumpulan intelijen, operasi ofensif, dan pengawasan elektronik. Nilai awal enam drone dengan sistem pendukung diperkirakan sekitar 180 juta dolar, yang meningkat menjadi 225 juta dolar dengan peningkatan. Rencana perluasan menjadi 45 unit, meningkatkan nilai kontrak menjadi 1,3 miliar dolar.

 

Proyek "Yasmin 3": Produksi 6.000 kit pemandu dalam tiga bulan, menunjukkan kebutuhan operasional yang mendesak dan permintaan yang meningkat untuk amunisi presisi dalam kondisi keamanan saat ini. Kit ini mengubah bom-bom konvensional menjadi senjata-senjata berpemandu GPS atau laser.

 

Persenjataan Lainnya: Daftar permintaan rahasia UEA juga mencakup pesawat-pesawat pengintai sinyal, amunisi jelajah "SkyStriker," bom-bom penetrator MPR-2000, dan sistem-sistem perang elektronik.

 

Konsekuensi Geopolitik dan Regional

 

  1. Perubahan dalam Keseimbangan Militer Kawasan: Masuknya secara luas drone-drone strategis dan amunisi presisi Israel ke UEA, dilakukan dengan tujuan mengubah keseimbangan kekuatan yang merugikan front perlawanan dan sekutu-sekutu Iran. Kontrak-kontrak ini ditandatangani dalam rangka menjadikan UEA sebagai salah satu negara paling lengkap di kawasan dalam bidang drone dan amunisi presisi.

 

  1. Pendalaman Aliansi Strategis Anti-Iran: Kerja sama militer Israel dan UEA yang dimulai dengan serangan 2022, mencapai puncaknya selama serangan bersama AS dan rezim Zionis dengan partisipasi UEA melawan Iran. Penempatan sistem-sistem pertahanan rezim Zionis di UEA, telah menjadikan negara ini sebagai bagian dari jaringan pertahanan rezim ini terhadap Iran. Juga dilaporkan bahwa UEA secara pribadi telah meminta Donald Trump, Presiden AS, untuk bertindak melawan Iran.

 

  1. Tantangan Keamanan bagi Iran: Kerja sama persenjataan Israel dan UEA, terutama dengan proyek "Yasmin 3" dan produksi massal kit-kit presisi, merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional Iran. Kerja sama ini merupakan bagian dari rantai koalisi militer melawan Iran di kawasan.

 

  1. Pelemahan Solidaritas Arab: Pembelian persenjataan canggih dari rezim Zionis oleh sebuah negara Arab, semakin memperdalam perpecahan dalam persatuan Arab dan menguntungkan poros Israel-AS di kawasan.

 

  1. Tantangan bagi Pakta-Pakta Regional: Kerja sama ini dapat mendorong negara-negara seperti Arab Saudi menuju perlombaan persenjataan dengan UEA, atau mendorong Riyadh untuk bergabung dengan Kesepakatan Abraham, dan mengubah tatanan keamanan Teluk.

 

Secara keseluruhan, dokumen-dokumen yang diungkap menunjukkan perkembangan strategis dalam kerja sama militer rezim Zionis dan UEA yang dibentuk dengan poros pada ancaman bersama yang diklaim dari Iran, dan akan membawa konsekuensi mendalam bagi keamanan masa depan kawasan. (MF)