Dunia Arab Marah: Anda Membuat Kesepakatan dengan Trump, Tetapi Tidak Menuntut Perang Gaza Diakhiri
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i173574-dunia_arab_marah_anda_membuat_kesepakatan_dengan_trump_tetapi_tidak_menuntut_perang_gaza_diakhiri
Para analis Mesir menyinggung kunjungan terbaru Donald Trump ke tiga negara Arab di kawasan dan kegagalan para pemimpin mereka untuk meminta presiden AS menghentikan perang Gaza, dan menganggapnya sebagai penyebab kemarahan bangs-bangsa Arab.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 22, 2025 08:29 Asia/Jakarta
  • Dunia Arab Marah: Anda Membuat Kesepakatan dengan Trump, Tetapi Tidak Menuntut Perang Gaza Diakhiri

Para analis Mesir menyinggung kunjungan terbaru Donald Trump ke tiga negara Arab di kawasan dan kegagalan para pemimpin mereka untuk meminta presiden AS menghentikan perang Gaza, dan menganggapnya sebagai penyebab kemarahan bangs-bangsa Arab.

Tehran, Pars Today- Ismail Sabri, Profesor ilmu politik dan hubungan internasional Mesir hari Rabu mengatakan, "Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan terbarunya menegaskan bahwa satu-satunya orang di dunia yang dapat menekan Israel untuk menghentikan perang Gaza adalah Presiden Amerika Serikat."

Ia menambahkan,"Fakta ini tidak tersembunyi dari pandangan para pemimpin negara Arab yang ditemui Trump.Sama seperti Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang meyakinkan Trump untuk mencabut sanksi terhadap Suriah, dia bisa saja, bersama dengan para pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk lainnya, meminta Trump untuk menghentikan perang di Gaza dan membuka masuknya bantuan kemanusiaan."

Sabri melanjutkan,"Sekalipun Trump tidak mendengarkan mereka, setidaknya mereka seharusnya menyampaikan permintaan ini dan memenuhi tugas mereka terhadap saudara-saudaranya di Gaza. Namun mereka tidak berbuat apa-apa dan tidak akan mencoba, karena pada dasarnya perang di Gaza tidak termasuk dalam prioritas mereka, dan mereka hanya peduli pada investasi, uang, energi, minyak, kecerdasan buatan, teknologi, dan kontrak senjata, sedangkan masalah dan krisis di kawasan tidak ada tempatnya di mata mereka."

Profesor universitas Mesir itu menekankan,"Alasan kemarahan dunia Arab adalah mengapa para pemimpin ketiga negara yang dikunjungi Trump tidak melakukan apa pun untuk Gaza."

Mengacu pada banyaknya hadiah dan sumbangan yang diberikan kepada Trump oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan UEA, ia menganggapnya belum pernah terjadi sebelumnya dalam praktik diplomasi

"Dengan jumlah uang yang sangat besar, bukan hanya Trump, tetapi seluruh dunia dapat dibeli," ujarnya.

Abbas Mansour, analis Mesir lainnya, juga mengatakan,"Dalam menghancurkan penduduk Timur Tengah dan merampas kekayaan mereka, Amerika bertindak seperti nenek moyangnya terhadap suku Indian. Amerika menghancurkan penduduk asli Amerika dan sekarang mereka menghancurkan orang Palestina. Akar perilaku Amerika didasarkan pada pembunuhan dan penjarahan."

Presiden AS baru-baru ini mengunjungi tiga negara Arab dalam lawatannya ke kawasan, dan Washington menyatakan tujuannya adalah untuk memperkuat kerja sama strategis dengan negara-negara Arab di Teluk Persia.

Selama perjalanan ini, tiga negara Arab berjanji kepada Trump untuk menginvestasikan miliaran dolar di Amerika Serikat.(PH)