Moskow: Klaim Axios terhadap Iran dan Rusia adalah Kampanye Politik Kotor
https://parstoday.ir/id/news/world-i174556-moskow_klaim_axios_terhadap_iran_dan_rusia_adalah_kampanye_politik_kotor
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Minggu (13/07/2025) menyebut klaim media Amerika bahwa Presiden Rusia telah meminta Republik Islam Iran untuk menerima perjanjian dengan Amerika Serikat yang mencakup "pengayaan nol" sebagai "kampanye politik kotor".
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 14, 2025 12:50 Asia/Jakarta
  • Kementerian Luar Negeri Rusia
    Kementerian Luar Negeri Rusia

Pars Today - Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Minggu (13/07/2025) menyebut klaim media Amerika bahwa Presiden Rusia telah meminta Republik Islam Iran untuk menerima perjanjian dengan Amerika Serikat yang mencakup "pengayaan nol" sebagai "kampanye politik kotor".

Dalam sebuah pernyataan menanggapi klaim yang dibuat oleh media Amerika Axios, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Kita bisa menebak siapa yang memerintahkannya kali ini, tetapi salah satu laporan terbaru yang diterbitkan dengan judul "Putin telah meminta Iran untuk menerima perjanjian tanpa pengayaan dengan AS" tampaknya merupakan kampanye politik kotor lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan ketegangan atas program nuklir Republik Islam Iran.

Menurut laporan Pars Today mengutip ISNA, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Moskow telah berulang kali menekankan perlunya menyelesaikan krisis program nuklir Iran hanya melalui cara politik dan diplomatik dan telah mengumumkan kesiapannya untuk membantu menemukan solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Kemenlu Rusia menyimpulkan dengan mengatakan, Moskow meminta media dunia untuk mengandalkan sumber informasi resmi, menyelidiki masalah ini secara mendalam, dan tidak mempublikasikan berita palsu.

Pada hari Sabtu (12/07/2025), situs berita dan analisis Axios melaporkan dengan mengutip sumber informasinya, bahwa presiden Rusia mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump dan para pejabat Iran bahwa dirinya mendukung gagasan perjanjian nuklir di mana Republik Islam Iran tetap mampu memperkaya uranium.

Menteri Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Araghchi, pada hari Sabtu (12/07) dalam pertemuan dengan para duta besar, kuasa usaha, dan kepala misi luar negeri di Tehran mengenai isu pembatasan pengayaan uranium sebagai bagian dari setiap kemungkinan kesepakatan dengan Barat mengatakan, Kami menekankan bahwa dalam setiap solusi yang dinegosiasikan dan sudah dinegosiasikan, hak-hak rakyat Iran terkait isu nuklir, termasuk hak pengayaan, harus dihormati, dan kami tidak akan membuat kesepakatan apa pun yang tidak mencakup pengayaan uranium.

Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa pengayaan uranium merupakan pencapaian ilmiah yang luar biasa bagi para ilmuwan Iran dan kami akan menghormati pencapaian ini, meskipun pemerintah AS terus bersikeras bahwa setiap kesepakatan dengan Republik Islam mengenai program nuklirnya harus mencakup penghentian pengayaan uranium di Iran.(sl)