Media Dunia | Dari mengagungkan Trump hingga Menjadikan Polisi AS Sebagai Korban
https://parstoday.ir/id/news/world-i178004-media_dunia_dari_mengagungkan_trump_hingga_menjadikan_polisi_as_sebagai_korban
Pars Today - Permainan kata-kata politik merupakan isu yang dapat menghancurkan kepercayaan khalayak, seiring dengan pandangan bias media terhadap berbagai isu.
(last modified 2025-12-10T09:17:43+00:00 )
Okt 09, 2025 15:14 Asia/Jakarta
  • Media dunia
    Media dunia

Pars Today - Permainan kata-kata politik merupakan isu yang dapat menghancurkan kepercayaan khalayak, seiring dengan pandangan bias media terhadap berbagai isu.

Menilik beberapa tajuk utama kantor berita dan media di negara-negara Barat menunjukkan bagaimana media-media ini bukan hanya tidak menarasikan realitas, tetapi juga mengkonstruksi dan mengarahkannya.

Dalam artikel ini, Pars Today mengulas tajuk utama berbagai media Barat dan menganalisis kosakata serta pandangan mereka tentang berbagai subjek:

Reuters: "Lennart Monterlos, seorang warga negara ganda Prancis-Jerman, kembali ke Prancis setelah dibebaskan dari tahanan di Iran"

Dalam berita ini, kita dihadapkan pada tajuk utama yang tidak mengandung kata "mata-mata" atau "spionase". Padahal, orang ini ditahan di Iran atas tuduhan spionase. Kepulangan warga negara ganda Prancis-Jerman ini ke Prancis terjadi di saat pemerintah Prancis telah menangkap warga negara Iran, Mahdieh Esfandiari, atas tuduhan mendukung Palestina dan mengutuk genosida rezim Zionis di Gaza.

CNN: "Keluarga Sandera Israel Juga Mencalonkan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian"

Dalam judul berita ini, CNN, dengan menggunakan kata sandera, mencoba mengarahkan emosi pembaca untuk mendukung satu pihak dalam perang Gaza, dan pihak itu jelas-jelas rezim Zionis.

Penggunaan kata sandera merupakan cara untuk menggambarkan Zionis sebagai pihak yang tertindas. Dengan memilih judul berita ini dan menyajikannya tanpa memberikan konteks kritis yang tepat, CNN mempromosikan narasi yang sepihak dan bias.

Dukungan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian juga menarik banyak perhatian dalam judul berita ini. Seseorang yang dirinya dan negaranya telah dan sedang terlibat langsung dalam genosida rakyat Gaza dengan berulang kali mendukung Israel, tetapi dalam judul berita Reuters ini, ia adalah seorang pahlawan dan keluarga-keluarga Israel juga telah bergabung dalam barisan pendukung pahlawan ini untuk Hadiah Nobel Perdamaian.

BBC: “Melarikan Diri dalam Pelukan Saudara; Anak Palestina Menggendong Adiknya 10 Km”

Pilihan BBC untuk judul ini sepenuhnya bias karena sekilas mungkin tampak hanya menyajikan narasi emosional dan manusiawi, tetapi sebenarnya, judul ini tidak anti-Israel dengan alasan apa pun dan bahkan dapat menyajikan narasi yang sejalan dengan tujuan Israel dalam konteks yang lebih luas.

Dalam judul ini, fokusnya adalah pada "individu" dan "tragedi kemanusiaan" tanpa menyebutkan "penyebab" dan "tanggung jawab" dari narasi ini.

Judul ini mengabaikan penyebab utama penderitaan anak-anak ini, yaitu kejahatan Zionis, termasuk pendudukan, perang, dan genosida. Pembaca diliputi emosi dan teralihkan dari pertanyaan "Mengapa anak-anak ini harus melarikan diri?"

Wall Street Journal: "Drone Rusia Mengubah Jalanan Kherson Menjadi Zona Pembunuhan Sipil"

Judul ini juga mengabaikan kompleksitas medan perang dan realitas militer. Judul berita, "Zona Pembunuhan Sipil", secara langsung menuduh Rusia, tanpa mempertimbangkan konteks militer konflik tersebut atau keberadaan pasukan Ukraina di wilayah tersebut.

Judul berita tersebut sama sekali tidak menyinggung peran NATO dalam ekspansi ke arah timur dan memicu konflik.

Fox News: "Para Pejabat Mengatakan Perusuh Pro-Palestina Menyerang Polisi Setelah Kerusuhan di Kota yang Dikuasai Demokrat"

Judul utama Fox News ini adalah contoh utama jurnalisme dan propaganda media yang bias dalam mendukung kejahatan rezim Zionis. Penggunaan istilah perusuh, kerusuhan, dan serangan terhadap polisi sepenuhnya dimaksudkan untuk mendiskreditkan pendukung Palestina di Amerika Serikat.

Polisi Amerika juga menjadi korban di sini, sebuah kekuatan yang, seperti negara-negara Barat lainnya dalam banyak unjuk rasa anti-Israel, menekan para pengunjuk rasa yang menentang kejahatan rezim Zionis dengan serangan yang paling brutal.(sl)