Baghaei: Iran Terus Mempromosikan Perdamaian dan Keamanan Internasional / Venezuela Tangkap Agen CIA
https://parstoday.ir/id/news/world-i179116-baghaei_iran_terus_mempromosikan_perdamaian_dan_keamanan_internasional_venezuela_tangkap_agen_cia
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, "Iran, sebagai negara yang beradab dan berbudaya, selalu tekun dalam memajukan perdamaian dan keamanan internasional."
(last modified 2025-10-28T10:05:50+00:00 )
Okt 28, 2025 17:30 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, "Iran, sebagai negara yang beradab dan berbudaya, selalu tekun dalam memajukan perdamaian dan keamanan internasional."

Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Senin (27/10/2025), menyatakan di sela-sela pertemuan peringatan 80 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa di hadapan para wartawan, “Iran, sebagai negara yang beradab dan berbudaya, selalu tekun dalam memajukan perdamaian dan keamanan internasional.”

“Tahun ini, kami memperingati 80 tahun berdirinya PBB dalam situasi yang berbeda. Tahun ini dan tahun lalu, pelanggaran berat terhadap prinsip dan tujuan Piagam PBB telah menjadi isu global, dan ketidakpatuhan terhadap tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah sangat membahayakan perdamaian dan keamanan global,” imbuh Jubir Kemenlu Iran.

“Kami menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan komitmen kami terhadap prinsip dan tujuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan untuk menyatakan keprihatinan atas tren berbahaya yang telah melanda seluruh komunitas internasional,” pungkas Baghaei.

Venezuela Tangkap Agen CIA

Pars Today - Pemerintah Venezuela mengumumkan telah menangkap sekelompok tentara bayaran yang sedang mempersiapkan, di bawah arahan Badan Intelijen Pusat AS (CIA), untuk melakukan serangan palsu dengan tujuan menyebabkan konflik militer.

Pemerintah Venezuela mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Senin (27/10/2025) bahwa kelompok ini sedang bersiap untuk menyerang sebuah kapal AS di dekat perbatasan laut antara Venezuela dan Trinidad untuk membenarkan serangan militer yang dipimpin AS.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil menulis dalam sebuah pesan di media sosial pada hari Senin bahwa operasi CIA itu bertujuan untuk "menyerang sebuah kapal militer AS yang bermarkas di Trinidad dan Tobago dan kemudian menyalahkan Venezuela".

Menlu Venezuela menambahkan bahwa otoritas Venezuela sedang membongkar sel kriminal yang didukung CIA yang terkait dengan rencana tersebut.

Pemerintah Venezuela menuduh Perdana Menteri Trinidad dan Tobago, Kamla Persaud-Bissac menyerahkan kedaulatan negaranya kepada kepentingan AS dan menggambarkan latihan yang direncanakan tersebut sebagai "ancaman serius" bagi perdamaian di Karibia.

Pernyataan itu memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Venezuela akan ditanggapi dengan respons yang tegas dan menekankan bahwa Venezuela akan "mempertahankan kedaulatannya tanpa ragu-ragu".

AS-Jepang Tandatangani Perjanjian Akses ke Logam Tanah Jarang

Pars Today - Presiden AS dan Perdana Menteri Jepang menandatangani perjanjian untuk memastikan akses ke logam tanah jarang yang penting.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menandatangani perjanjian untuk memastikan akses ke logam tanah jarang yang penting.

Presiden AS mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menerima permintaan dari Jepang untuk membeli peralatan militer.

Trump melanjutkan dengan memuji Amerika Serikat, dengan menyatakan, "Negara kami memproduksi peralatan dan fasilitas militer terpenting, mulai dari rudal hingga pesawat terbang, tetapi saya harap kami tidak menggunakannya terlalu banyak."

Trump menekankan, "Kami akan membuat lebih banyak perjanjian perdagangan dengan Jepang dibandingkan sebelumnya dan menyambut investasi Jepang di Amerika Serikat."

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, "Saya berterima kasih kepada Presiden Trump atas perannya dalam mencapai perdamaian di Asia, membangun perjanjian antara Thailand dan Kamboja, dan mengakhiri gencatan senjata di Gaza."

Takaichi menambahkan, "Perjanjian damai yang dicapai dengan partisipasi Trump di Timur Tengah merupakan pencapaian sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Perdana Menteri Jepang menekankan, "Negara saya siap bekerja sama dengan Presiden Trump dalam mencapai perdamaian dan stabilitas, dan kami siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mencapai keamanan dan perdamaian di Indo-Pasifik."

Pegawai Pemerintah AS Antri untuk Mendapatkan Makanan

Pars Today - Dapur Pusat Dunia, lembaga amal pangan yang dikenal karena membuka dapur umum dan mendistribusikan makanan di zona perang dan setelah bencana alam, kini menyediakan makanan untuk pegawai pemerintah AS yang dirumahkan karena penutupan pemerintah.

Lembaga ini mendistribusikan makanan segar, mulai dari pilihan vegetarian hingga daging, serta buah dan air, kepada puluhan orang di Washington, D.C., pada hari Senin, menurut media Amerika, sebagaimana dilaporkan IRNA hari Selasa (28/10/2025).

Elizabeth Anderson, seorang karyawan NASA yang sedang cuti, mengatakan kepada Associated Press bahwa menjadi karyawan federal saat ini sulit dan makanan itu "sedikit membantu selama masa cuti".

Humberto Lopez, seorang karyawan federal yang sedang cuti dan bekerja untuk Kementerian Perang AS, mengatakan ia merasakan tekanan finansial akibat penutupan pemerintah.

"Ini semakin nyata. Kita tidak tahan lagi," katanya sambil mengantre makanan.

Krisis anggaran pemerintah AS dalam dua program bantuan pangan utama, SNAP (Program Bantuan Nutrisi Tambahan) dan VICE (Program Nutrisi Khusus untuk Wanita, Bayi, dan Anak-anak), telah mengganggu rantai pasokan ritel dan menempatkan jutaan warga Amerika pada risiko kekurangan pangan.

USDA telah mengumumkan bahwa kartu debit yang digunakan orang untuk membeli makanan tidak akan diisi ulang karena penutupan pemerintah pada bulan November. Situasi ini akan menyebabkan defisit anggaran sekitar $9 miliar, angka yang bahkan tidak dapat ditutupi oleh dana cadangan darurat sebesar $5 miliar.

Menurut statistik resmi di AS, sekitar 1 dari 8 orang di AS menerima bantuan ini dan hitungan mundur telah dimulai untuk menemukan cara memberi makan hampir 42 juta orang Amerika yang mendapatkan manfaat dari program bantuan pangan yang disebut SNAP. Belum jelas apakah penutupan program ini akan berpengaruh pada negosiasi untuk membuka kembali pemerintah.(sl)