Presiden Iran: Industri Nuklir Iran Layani Kesejahteraan Rakyat, bukan Produksi Senjata
Pars Today – Presiden Iran seraya menekankan status damai nuklir Iran, mengatakan: Hanya sebagian kecil dari bidang nuklir yang dapat menghasilkan senjata, tetapi semua kapasitas industri ini diperuntukkan bagi kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan negara.
Pada hari Minggu (2/11/2025), Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengunjungi Organisasi Energi Atom (AEOI) dan membahas pencapaian terbaru para ilmuwan nuklir Iran, menekankan sifat damai dan kerakyatan industri ini. Menteri Komunikasi dan Teknologi, yang menjamu Duta Besar Indonesia di Tehran, juga menekankan perluasan kerja sama ekonomi dan teknologi antara kedua negara.
Sementara itu, di Malaysia, sekelompok elit Iran yang tinggal di negara tersebut membahas penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan citra Iran di dunia dalam sebuah pertemuan khusus, dan di belahan dunia lain, penandatanganan perjanjian pertahanan antara Kanada dan Filipina juga berdampak luas pada bidang keamanan internasional.
Dalam liputan berita kami akan mengulas serangkaian perkembangan tersebut berikut ini:
Perluasan Teknologi untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut upaya para ilmuwan industri nuklir sebagai "jihad ilmiah" dan mengatakan: Kegiatan yang dilakukan di bidang produksi radiofarmasi dan teknologi terapeutik merupakan kebutuhan esensial rakyat dan harus dikejar lebih cepat. Merujuk pada peran Iran dalam memproduksi radiofarmasi dan kehadirannya di pasar global, Pezeshkian menekankan: Kekuatan-kekuatan arogan ingin merampas akses negara-negara independen ke teknologi canggih agar tetap bergantung. Presiden Iran juga menolak klaim Barat tentang tujuan militer Iran di bidang nuklir dan mengatakan: Memproduksi senjata nuklir tidak ada dalam agenda Iran, dan musuh tahu ini.
Iran dan Indonesia Ambil Langkah Baru untuk Mengembangkan Kerja Sama Ekonomi
Sayid Sattar Hashemi, Menteri Komunikasi dan Informatika Iran, menekankan dimulainya kembali kegiatan Komisi Ekonomi Bersama kedua negara dalam pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Tehran, Rolliansyah Soemirat. Merujuk pada kapasitas bersama Iran dan Indonesia di bidang ekonomi digital, Hashemi mengatakan, "Rencana pembangunan kedua negara sangat mirip dan kerja sama yang efektif dapat dicapai di berbagai bidang seperti keamanan siber, kecerdasan buatan, pengembangan komunikasi pedesaan, dan Internet 5G." Menteri Komunikasi dan Informatika Iran juga menekankan penyelesaian "Dokumen Tarif Preferensial" antara kedua negara, Iran dan Indonesia, untuk membuka jalan bagi perluasan pertukaran ekonomi.
Sinergi Elit Iran di Malaysia Berfokus pada Kecerdasan Buatan
Penasihat Kebudayaan Iran di Malaysia menjamu sekelompok profesor dan pakar kecerdasan buatan Iran. "Habib Reza Arzani," Atase Kebudayaan Iran, menyatakan bahwa tujuan pertemuan tersebut adalah untuk "menyajikan citra Iran yang sebenarnya dan mengembangkan ekspor budaya dan seni menggunakan teknologi modern." Pertemuan tersebut membahas beberapa saran seperti merancang museum virtual, menyelenggarakan festival film kecerdasan buatan, menggunakan realitas virtual untuk memperkenalkan Iran, dan menciptakan chatbot pintar untuk merespons Iran.
Kanada dan Filipina Tandatangani Perjanjian Pertahanan Baru untuk Melawan Pengaruh Tiongkok yang Meluas
Kanada dan Filipina telah memperluas kerja sama militer mereka untuk melawan aktivitas Tiongkok di Laut Cina Selatan dengan menandatangani perjanjian pertahanan. Menurut Associated Press, perjanjian tersebut mencakup latihan bersama, pertukaran informasi, dan kerja sama dalam menanggapi bencana alam. Filipina sebelumnya telah memulai negosiasi serupa dengan Prancis, Inggris, dan India. Para ahli meyakini perjanjian tersebut merupakan bagian dari strategi Barat yang lebih luas untuk meningkatkan kehadiran militer di kawasan Indo-Pasifik dan membendung pengaruh Beijing. (MF)