Iran: Pengakuan Trump atas Perannya dalam Serangan Rezim Zionis, Tipu Daya yang Dihitung dengan Cermat
https://parstoday.ir/id/news/world-i179926-iran_pengakuan_trump_atas_perannya_dalam_serangan_rezim_zionis_tipu_daya_yang_dihitung_dengan_cermat
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jepang mengkritik sikap bermuka dua dan pelanggaran komitmen Amerika Serikat serta negara-negara Eropa terhadap Iran.
(last modified 2025-11-09T06:44:57+00:00 )
Nov 09, 2025 13:39 Asia/Jakarta
  • Iran: Pengakuan Trump atas Perannya dalam Serangan Rezim Zionis, Tipu Daya yang Dihitung dengan Cermat

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jepang mengkritik sikap bermuka dua dan pelanggaran komitmen Amerika Serikat serta negara-negara Eropa terhadap Iran.

Tehran, Parstoday-Pernyataan terbaru Donald Trump mengenai keterlibatannya secara langsung dalam agresi rezim Zionis disebut sebagai “tipu daya yang diperhitungkan dengan cermat” untuk menutupi kekerasan sistematis anti-Iran.

Dalam sebuah unggahan di media sosial X, Kedutaan Besar Iran di Tokyo menanggapi pengakuan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, yang mengklaim memiliki “kendali penuh” atas serangan rezim Zionis terhadap wilayah Iran pada 13 Juni 2025, dengan menyatakan:

“Pernyataan ini membuktikan bahwa wajah diplomatik Washington tidak lebih dari tipu daya yang dirancang untuk menutupi agenda tersembunyi berupa kekerasan terorganisasi terhadap Iran.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa “para perancang tipu daya ini tanpa henti berupaya memutarbalikkan kenyataan dan melancarkan kampanye besar penyebaran informasi palsu.” Kedutaan juga menilai pengakuan Trump sebagai bukti kemunafikan dan sifat tidak dapat dipercaya dari Barat, serta menekankan bahwa pengalaman berulang atas pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat dan troika Eropa (Jerman, Prancis, dan Inggris) menjadi alasan utama ketidakpercayaan Tehran terhadap Barat.

Perwakilan diplomatik tersebut menyoroti bahwa meskipun Iran sepenuhnya mematuhi kewajiban internasionalnya, dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah 15 kali mengonfirmasi sifat damai program nuklir Iran, pemerintahan Trump secara sepihak keluar dari perjanjian JCPOA dan menerapkan kebijakan “tekanan maksimum”, sementara Dewan Keamanan PBB tetap diam.

Kedutaan Besar Iran di Jepang menyebut tindakan negara-negara Eropa yang melanggar komitmen JCPOA, gagal menormalisasi hubungan ekonomi, mendukung agresi rezim Zionis, serta mengaktifkan mekanisme pemicu (trigger mechanism) sebagai contoh nyata dari pengkhianatan dan kemunafikan Barat.

Pernyataan itu menutup dengan menegaskan bahwa upaya untuk menampilkan agresor sebagai korban hanya akan semakin memperburuk kredibilitas tatanan internasional.