Minyak dan Gas | Ekspor Minyak Iran terus Meningkat; AS Tekankan Produksi Bahan Bakar Fosil
https://parstoday.ir/id/news/world-i180044-minyak_dan_gas_ekspor_minyak_iran_terus_meningkat_as_tekankan_produksi_bahan_bakar_fosil
Pars Today – TankerTrackers menyatakan: Ekspor minyak mentah Iran pada September 2025 mencapai sekitar dua juta barel per hari, dan tercatat tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
(last modified 2025-11-10T11:55:52+00:00 )
Nov 10, 2025 18:52 Asia/Jakarta
  • Minyak dan Gas | Ekspor Minyak Iran terus Meningkat; AS Tekankan Produksi Bahan Bakar Fosil

Pars Today – TankerTrackers menyatakan: Ekspor minyak mentah Iran pada September 2025 mencapai sekitar dua juta barel per hari, dan tercatat tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Situs web TankerTrackers, sebuah lembaga internasional yang memantau pergerakan kapal tanker minyak, pada hari Minggu menulis bahwa ekspor minyak Iran pada September 2025 telah mencapai tingkat tertinggi sejak pertengahan tahun 2018.

 

Hal ini terjadi meskipun sanksi-sanksi zalim dan ilegal Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali diberlakukan terhadap Iran pada akhir September 2025.

 

Mohsen Paknejad, Menteri Perminyakan Iran, pekan lalu menyatakan bahwa kembalinya sanksi PBB tidak akan memberikan tekanan baru terhadap ekspor minyak Iran.

 

Pengembangan kerja sama ilmiah dan pendidikan antara sektor minyak Iran dan Jepang

 

Alireza Nojoumi, Direktur Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE), Pertahanan Sipil, serta Manajemen Krisis Perusahaan Minyak Nasional Iran, dan Masashi Watanabe, Direktur Departemen Asia Barat Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), pada hari Minggu menekankan pentingnya transfer pengetahuan, pemanfaatan pengalaman kedua negara dalam perlindungan lingkungan, serta perencanaan untuk penyelenggaraan program pelatihan bersama.

 

Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Iran dan Kedutaan Besar Jepang yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga menilai bahwa kelanjutan dan perluasan kerja sama bersama di bidang HSE (Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan) serta pertahanan sipil non-militer merupakan hal yang sangat penting dan perlu diteruskan.

 

Dimulainya pembangunan pembangkit listrik hemat energi Turkmenistan di pesisir Laut Kaspia

 

Turkmenistan, dengan bergabung dalam arus energi hijau kawasan, telah memulai pembangunan sebuah pembangkit listrik hemat energi di garis pantai Laut Kaspia. Tujuan dari fasilitas ini adalah untuk menghasilkan listrik yang cukup guna memenuhi kebutuhan domestik serta mengekspor kelebihan pasokan listrik ke wilayah barat.

 

Dalam kaitan ini, Anageldi Saparov, Menteri Energi Turkmenistan, pekan lalu mengumumkan pembangunan pembangkit listrik siklus gabungan dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 1,6 gigawatt di pesisir Laut Kaspia.

Surat kabar pemerintah “Zaman Emas Turkmenistan” (The Golden Age of Turkmenistan), mengutip pernyataan Saparov, menulis bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas sistem energi Turkmenistan, memperbaiki pasokan energi bagi konsumen domestik, serta menciptakan peluang lebih besar untuk ekspor listrik ke negara-negara Kaukasus dan Turki.

 

Amerika Serikat menyerukan fokus dunia pada produksi bahan bakar fosil

 

Chris Wright, Menteri Energi Amerika Serikat, menyatakan bahwa kebijakan transisi menuju energi terbarukan tidak efektif, dan bahwa Amerika Serikat berniat menggantikan pasokan gas Rusia ke Eropa Barat.

 

Perlu diketahui bahwa Washington, dengan mengandalkan pertumbuhan produksi gas serpih (shale), telah menjadi pemasok minyak dan gas terbesar bagi Eropa, dan perusahaan-perusahaan energi Amerika kini berupaya memperluas pangsa mereka di pasar energi Eropa, terutama di saat Uni Eropa tengah merencanakan penghentian total impor energi dari Rusia.

Wright juga menyebut perubahan iklim sebagai “tipuan,” sebuah sikap yang bertentangan dengan tujuan iklim Uni Eropa. (MF)