Aksi anti-Islam terus Berlanjut di Prancis dan Informasi Muslim Dikirim ke rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/world-i181560-aksi_anti_islam_terus_berlanjut_di_prancis_dan_informasi_muslim_dikirim_ke_rezim_zionis
Pars Today – Dewan Muslim Prancis mengungkapkan bahwa Yahudi dan spionase Prancis serta Zionis mengirim data muslim negara ini ke rezim Zionis Israel.
(last modified 2025-12-05T01:48:08+00:00 )
Des 05, 2025 08:26 Asia/Jakarta
  • Aksi anti-Islam terus Berlanjut di Prancis dan Informasi Muslim Dikirim ke rezim Zionis

Pars Today – Dewan Muslim Prancis mengungkapkan bahwa Yahudi dan spionase Prancis serta Zionis mengirim data muslim negara ini ke rezim Zionis Israel.

Dewan Muslim Prancis (CFCM) melaporkan bahwa Dewan perwakilan Yahudi di Prancis (CRIF) terlibat dalam memata-matai umat Muslim Prancis, dan hasilnya dikirim ke rezim Israel.

 

Dewan Muslim menyatakan bahwa penyelidikan ini dilakukan dua oknum di mana nama salah satunya tidak dimiliki dewan ini, dan ia disebut-sebut sebagai agen Israel, dan yang lain bernama Didier Lang, seorang pengusaha digital Prancis. Dewan ini juga menegaskan bahwa tokoh-tokoh politik, administratif dan keamanan Prancis juga mungkin terlibat dalam penyelidikan ini dengan memberikan informasi.

 

Dalam sebuah video yang dipublikasikan di media sosial, Lang mengonfirmasi bahwa sejak awal tahun 2023 ia telah bekerja mengenai strategi yang menguntungkan organisasi-organisasi Yahudi di Prancis. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah bekerja sama dengan Dav Maimon, yang bekerja dengan Israel dalam urusan terkait hubungan dengan Islam serta memberikan konsultasi kepada rezim tersebut mengenai keamanan dan hubungan komunitas Yahudi di Eropa.

 

Dalam rangka penyelidikan, pihak-pihak yang terlibat menyatakan bahwa mereka telah bertemu dengan “orang-orang dari dinas intelijen Prancis, pejabat keamanan, mantan perwira polisi dari Saint-Denis, komisaris yurisdiksi, anggota badan intelijen militer, serta pejabat lokal terpilih, tokoh keamanan, dan para intelektual.”

 

Lang mengklaim bahwa para mata-mata Zionis dan Prancis menganggap umat Muslim di Prancis sebagai ancaman potensial bagi komunitas Yahudi, dan mereka sampai pada kesimpulan bahwa hampir 150 ribu orang Yahudi, karena keberadaan mereka di tengah populasi yang mayoritas Arab, Muslim, Turki, atau Pakistan, dapat “berada dalam bahaya.”

 

Penodaan terhadap Al-Qur’an dan serangan Islamofobik di Prancis

 

Sebagai kelanjutan dari tindakan anti-Islam di Prancis, Dewan Muslim negara tersebut melaporkan dua insiden Islamofobik terbaru. Di sebuah masjid di kota Le Puy-en-Velay, beberapa eksemplar Al-Qur’an dicabik-cabik oleh seorang pelaku tak dikenal dan dilemparkan ke lantai. Selain itu, pusat kebudayaan Turki-Muslim di Montreál-la-Cluse menjadi sasaran serangan, di mana sebuah peluru ditemukan di kotak posnya.

 

Dewan Muslim dan Asosiasi Kebudayaan Prancis mengecam serangan Islamofobik ini serta memperingatkan tentang meningkatnya iklim permusuhan terhadap umat Muslim di negara tersebut. (MF)