Dunia Islam dalam Dua Front: Memperluas Ikatan Budaya dan Memodernisasi Pendidikan Agama
https://parstoday.ir/id/news/world-i181684-dunia_islam_dalam_dua_front_memperluas_ikatan_budaya_dan_memodernisasi_pendidikan_agama
Pars Today – Iran dan Turki seraya menekankan kesamaan peradaban, memperluas kerja sama dalam bidang Al-Qur’an dan keagamaan.
(last modified 2025-12-06T12:30:10+00:00 )
Des 06, 2025 19:26 Asia/Jakarta
  • Dunia Islam dalam Dua Front: Memperluas Ikatan Budaya dan Memodernisasi Pendidikan Agama

Pars Today – Iran dan Turki seraya menekankan kesamaan peradaban, memperluas kerja sama dalam bidang Al-Qur’an dan keagamaan.

Sementara itu, Komunitas Islam Bosnia dan Herzegovina secara bersamaan membahas tantangan serta peluang pendidikan agama di era digital. Kedua pendekatan yang berjalan paralel ini mencerminkan upaya dunia Islam untuk memperkuat identitas tunggal sekaligus menjawab kebutuhan-kebutuhan baru.

 

Penekanan Tehran dan Istanbul atas Pengembangan Kerja Sama Qurani dan Keagamaan

 

Dalam pertemuan antara Konsul Jenderal Iran dan Mufti Besar Istanbul, kedua pihak menegaskan peran sentral para ulama dalam memperkuat persatuan Islam serta pentingnya memperdalam hubungan budaya, ilmiah, dan Qurani antara kedua negara.

 

Pertemuan ini diadakan sehubungan dengan pengangkatan Emrullah Tuncel sebagai Mufti Besar Istanbul. Dalam kesempatan tersebut, Mufti Istanbul menyebut hubungan budaya yang telah lama terjalin antara Iran dan Turki sebagai landasan berharga untuk memperluas kerja sama keagamaan, serta menekankan kedudukan historis bahasa Persia.

 

Sementara itu, Ahmad Mohammadi, Konsul Jenderal Iran, menegaskan kesamaan peradaban kedua negara dan menyatakan kesiapan Iran untuk mengembangkan kerja sama ilmiah dan Qurani melalui penyelenggaraan konferensi bersama, musabaqah  Al-Qur’an, serta pembentukan hubungan antaruniversitas. Mohammadi juga secara resmi mengundang Mufti Istanbul untuk menghadiri Pameran Internasional Al-Qur’an di Tehran dan pertemuan Qurani Ramadan.

 

Kajian Strategi Pendidikan Islam di Era Digital di Bosnia dan Herzegovina

 

Departemen Urusan Keagamaan Komunitas Islam Bosnia dan Herzegovina, dalam sebuah konferensi bertajuk “Pendidikan Islam di Masjid pada Era Digital”, menekankan pentingnya mengintegrasikan metode pendidikan modern dengan tetap menjaga ruh asli ajaran agama.

 

Konferensi yang diadakan di Sarajevo dengan kehadiran para pemimpin agama dan pakar pendidikan ini menegaskan tanggung jawab lembaga-lembaga keagamaan untuk mengikuti perkembangan teknologi tanpa merusak hubungan manusiawi antara guru dan murid.

 

Anas Livaković, Wakil Mufti Besar Bosnia, menyebut sekolah-sekolah al-Qur'an di masjid sebagai fondasi identitas Islam, serta mengingatkan bahwa generasi terdahulu mampu melewati masa-masa sulit sejarah dengan berpegang pada nilai-nilai yang ditanamkan oleh pusat-pusat tersebut. (MF)