Kepala Hauzah Iran: Bangsa-Bangsa Merdeka Tidak Pernah Menyerah / Disahkannya Resolusi Anti-Zionis di PBB
Kepala Hauzah Ilmiah Iran, mengkritik pernyataan anti-Iran Presiden Amerika Serikat dan menegaskan bahwa analisis keliru Washington serta sekutunya terhadap Iran dan Poros Perlawanan masih terus berlanjut
Tehran, Parstoday- Ayatullah Alireza Arafi, Pimpinan Hauzah Ilmiah Iran, pada Jumat menyatakan bahwa omong kosong para pejabat Amerika dan analisis keliru mereka mengenai Iran dan Poros Perlawanan terus berlanjut. Mereka mengira bahwa pukulan yang telah dilancarkan akan menyebabkan bangsa-bangsa dan gerakan perlawanan mundur.
Ia menegaskan bahwa bangsa-bangsa merdeka, mulai dari Venezuela hingga Asia Barat dan Iran yang menjadi jantung serta pusat perlawanan, tidak akan pernah menyerah. Ia menambahkan bahwa kinerja Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan pengkhianatan terbesar terhadap kemanusiaan.
Arafi juga dalam bagian lain dari pernyataannya menyinggung posisi perempuan dan mengatakan bahwa Republik Islam Iran memiliki teori dan model yang komprehensif terkait perempuan, laki-laki, keluarga, dan gender yang perlu dijelaskan secara tepat.
Persetujuan Eropa atas Pembekuan Aset Rusia Tanpa Batas Waktu
Dalam berita lain, Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk mempertahankan aset Rusia dalam kondisi dibekukan tanpa batas waktu. Ia menambahkan bahwa peningkatan tekanan terhadap Rusia akan terus berlanjut sampai Moskow secara serius terlibat dalam proses perundingan.
Demonstrasi Lebih dari 500 Ribu Warga Italia Menentang RUU Anggaran Pemerintah Meloni
Dalam lanjutan protes terhadap kebijakan ekonomi pemerintah Italia, aksi mogok anggota serikat pekerja terbesar Italia sebagai bentuk penolakan terhadap rancangan undang-undang anggaran pemerintah telah membawa ratusan ribu orang ke jalan-jalan dan menyebabkan gangguan pada layanan kereta api, sekolah, dan sektor publik lainnya. Konfederasi Umum Buruh Italia (CGIL) yang mengorganisir aksi tersebut mengumumkan bahwa sekitar 61 persen pegawai sektor publik dan swasta turut serta dalam mogok kerja ini. Selain itu, lebih dari 500 ribu orang menggelar demonstrasi jalanan di berbagai kota. Italia dalam beberapa bulan terakhir menyaksikan gelombang protes dan mogok nasional menentang kebijakan ekonomi pemerintah serta dukungannya terhadap rezim Israel.
Disahkannya Resolusi Anti-Zionis di Majelis Umum PBB
Dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan bahwa Majelis Umum PBB mengesahkan sebuah resolusi yang menyerukan kepada rezim Zionis untuk melaksanakan putusan Mahkamah Den Haag terkait bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta menyediakan makanan, air, obat-obatan, dan tempat berlindung bagi penduduk wilayah tersebut. Majelis Umum PBB menegaskan bahwa resolusi ini menekankan tanggung jawab PBB terhadap persoalan Palestina hingga tercapainya solusi yang komprehensif.
Protes Kuba: Amerika Serikat Melanggar Hak Sah Venezuela dalam Perdagangan Minyak
Dalam kelanjutan krisis antara Caracas dan Washington, Kementerian Luar Negeri Kuba pada Jumat dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa penyitaan sebuah kapal tanker Venezuela oleh Amerika Serikat merupakan pelanggaran terhadap hak sah Caracas untuk memperdagangkan sumber daya alamnya dan memasok minyak ke Havana.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa tindakan ini merupakan bentuk pembajakan laut dan terorisme maritim yang melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan Konvensi Pemberantasan Tindakan Melawan Keamanan Pelayaran. Tindakan-tindakan yang menjadi tanggung jawab pemerintah Amerika Serikat ini merugikan seluruh komunitas internasional.(PH)