Dari Pembelian Suara hingga Krisis Legitimasi: Dapatkah Ukraina Membangun kembali Kepercayaan Global?
https://parstoday.ir/id/news/world-i183116-dari_pembelian_suara_hingga_krisis_legitimasi_dapatkah_ukraina_membangun_kembali_kepercayaan_global
Pars Today – Penyidikan rahasia lembaga-lembaga anti-korupsi Ukraina membongkar sebuah jaringan jual beli suara di parlemen, dan mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga demokratis di tengah-tengah perang.
(last modified 2025-12-28T11:32:38+00:00 )
Des 28, 2025 18:30 Asia/Jakarta
  • Dari Pembelian Suara hingga Krisis Legitimasi: Dapatkah Ukraina Membangun kembali Kepercayaan Global?

Pars Today – Penyidikan rahasia lembaga-lembaga anti-korupsi Ukraina membongkar sebuah jaringan jual beli suara di parlemen, dan mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga demokratis di tengah-tengah perang.

Badan Nasional Anti-Korupsi Ukraina (NABU) dan Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi (SAPO) mengumumkan bahwa sebuah jaringan kriminal telah ditemukan di dalam parlemen.

 

Menurut temuan, sejumlah anggota parlemen menerima pembayaran ilegal sebagai imbalan atas suara mereka dalam keputusan-keputusan penting.

Pengungkapan ini terjadi di tengah perang Ukraina dengan Rusia, ketika legitimasi lembaga-lembaga demokratis negara tersebut berada di bawah sorotan dunia internasional.

 

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Telesur, keterkaitan kasus ini dengan Yuriy Kisil, seorang anggota parlemen yang dekat dengan Presiden Volodymyr Zelensky, meningkatkan sensitivitas politik perkara tersebut. Sumber investigasi telah mengonfirmasi bahwa ia berada di bawah pengawasan ketat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai integritas faksi berkuasa “Pelayan Rakyat” serta kemampuan Zelensky dalam mengendalikan blok parlemen.

 

Juru bicara NABU dalam sebuah pernyataan menegaskan:

Ketika para legislator menjual suara mereka, fondasi demokrasi Ukraina runtuh.”

 

Hambatan dalam Operasi Anti-Korupsi

 

Lanjutan penyelidikan menunjukkan bahwa petugas Dinas Perlindungan Negara Parlemen melakukan penghalangan dengan membatasi akses para penyelidik ke gedung komite Rada. NABU menyebut tindakan ini sebagai “campur tangan langsung dalam sebuah operasi hukum.” Peristiwa ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi di tingkat anggota parlemen, tetapi juga sebagian struktur keamanan dan administrasi menolak transparansi.

 

Korupsi Sistematis dan Dampaknya

 

Skandal terbaru ini merupakan bagian dari pola panjang korupsi di Ukraina; mulai dari penggelapan anggaran publik hingga kontrak palsu dan praktik jual beli suara. Perbedaan kasus ini terletak pada penetrasi langsungnya ke jantung lembaga legislatif negara. Sementara Ukraina menerima miliaran dolar bantuan dari Barat, skandal semacam ini menggoyahkan kepercayaan para donor.

 

Kesenjangan antara Lembaga Pengawas dan Politisi

 

NABU dan SAPO, yang didirikan pada tahun 2015, kini menghadapi tekanan politik dan hambatan birokratis. Beberapa penyelidikan penting dalam beberapa bulan terakhir telah dihentikan. Zelensky, yang dahulu dianggap sebagai simbol perjuangan melawan korupsi, kini menghadapi kritik tajam karena dianggap gagal menjaga independensi lembaga-lembaga tersebut.

 

Reaksi Masyarakat Sipil dan Kekhawatiran Internasional

 

Oksana Syroyid, mantan Wakil Ketua Parlemen, memperingatkan:

Ukraina meminta senjata dan uang dari dunia. Namun bagaimana kita bisa menuntut akuntabilitas dari Moskow jika kita sendiri menoleransi pencurian di parlemen?”

 

Skandal ini muncul pada saat yang sangat sensitif; Uni Eropa sedang menilai kemajuan Ukraina menuju keanggotaan, sementara Amerika Serikat menuntut pengawasan yang lebih ketat terhadap bantuan.

 

Krisis Legitimasi dan Masa Depan Reformasi

 

Bagi rakyat Ukraina, setelah menanggung perang dan pengungsian, pemerintahan yang bersih adalah ujian akhir dari revolusi. Seorang warga Kyiv mengatakan:

Kami tidak berjuang demi kemerdekaan agar pencuri bersetelan jas memerintah kami.”

 

Minggu-minggu mendatang akan menjadi penentu; jika penyelidikan diselesaikan dan vonis dijatuhkan, kasus ini dapat menjadi titik balik dalam reformasi kelembagaan. Namun jika terkubur di bawah tekanan politik, ketakutan terburuk akan terbukti: bahwa korupsi di Ukraina merupakan sifat sistematis, bukan pengecualian. (MF)