Tiongkok Gelar Latihan Militer di Sekitar Pulau Taiwan dan Menjatuhkan Sanksi terhadap AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i183330-tiongkok_gelar_latihan_militer_di_sekitar_pulau_taiwan_dan_menjatuhkan_sanksi_terhadap_as
Pars Today – Komando Wilayah Timur Tentara Tiongkok pada hari Selasa (31/12/2025) mengumumkan bahwa pihaknya telah menggelar latihan militer dengan tujuan melatih skenario serangan terhadap sasaran laut, operasi pertahanan udara, serta menghadapi kapal selam di wilayah utara dan selatan Pulau Taiwan.
(last modified 2026-07-04T12:01:02+00:00 )
Des 31, 2025 15:49 Asia/Jakarta
  • Tiongkok Gelar Latihan Militer di Sekitar Pulau Taiwan dan Menjatuhkan Sanksi terhadap AS

Pars Today – Komando Wilayah Timur Tentara Tiongkok pada hari Selasa (31/12/2025) mengumumkan bahwa pihaknya telah menggelar latihan militer dengan tujuan melatih skenario serangan terhadap sasaran laut, operasi pertahanan udara, serta menghadapi kapal selam di wilayah utara dan selatan Pulau Taiwan.

Dalam latihan yang disebut “Misi Adil 2025”, kapal perusak, fregat, pesawat tempur, dan pembom Tiongkok dikerahkan untuk melaksanakan berbagai misi, termasuk pengintaian dan verifikasi, peringatan dan pengusiran, serangan simulasi, serangan terhadap sasaran laut, serta operasi pertahanan udara dan anti-kapal selam.

Menurut laporan Pars Today, Zhang Xiaogang, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, menyatakan bahwa latihan gabungan yang dimulai oleh Komando Wilayah Timur Tentara Tiongkok merupakan pesan serius kepada kekuatan separatis pro-“kemerdekaan Taiwan” dan intervensi asing. Zhang juga menyerukan kepada negara-negara Barat agar meninggalkan ilusi menggunakan Taiwan untuk menahan Tiongkok, serta berhenti menantang tekad Tiongkok dalam melindungi kepentingan mendasarnya.

 

Zhang Xiaogang, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok

Penyelenggaraan Pertemuan Pengembangan Hubungan Iran–Tiongkok

Berita lainnya, Abdolreza Rahmani Fazli, Duta Besar sekaligus utusan khusus Presiden Iran di Tiongkok, dalam sebuah pertemuan pada hari Minggu (29/12/2025) di Beijing yang dihadiri oleh sejumlah cendekiawan, peneliti, dan akademisi Tiongkok, menyatakan bahwa hubungan kedua negara memiliki kapasitas untuk berkembang lebih jauh menjadi sebuah kemitraan yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil. Ia menekankan bahwa berpegang pada prinsip saling menghormati dan tidak melakukan intervensi, memiliki pandangan jangka panjang, serta menyelesaikan perbedaan melalui jalur dialog dapat menjadi peta jalan dalam hal ini.

Sementara itu, Wang Jin, Direktur Pusat Studi Strategis Internasional Beijing, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Iran, menegaskan adanya jarak antara realitas Iran dengan citra yang ditampilkan oleh media Barat. Ia mengatakan bahwa media Barat berusaha menggambarkan kondisi Iran sebagai tidak stabil, padahal dengan melakukan perjalanan ke Iran, dapat dipahami sepenuhnya bahwa klaim tersebut tidak benar.

 

Abdolreza Rahmani Fazli, Duta Besar sekaligus utusan khusus Presiden Iran di Tiongkok

Tiongkok: Kamboja dan Thailand Harus Melangkah di Jalur Perdamaian

Selain itu, Wang Yi, Menteri Luar Negeri Tiongkok, pada hari Minggu dalam pertemuan dengan Prak Sokhonn, Menteri Luar Negeri Kamboja, menyambut baik tercapainya gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand, serta menekankan bahwa kedua negara harus melangkah di jalur perdamaian.

Menlu Tiongkok menyebut gencatan senjata tersebut sebagai langkah penting menuju pemulihan perdamaian dan mengatakan bahwa tindakan ini juga sejalan dengan harapan bersama negara-negara kawasan.

Wang Yi kemudian merujuk pada pelaksanaan perundingan trilateral antara Tiongkok, Kamboja, dan Thailand pada tanggal 28 dan 29 Desember di Provinsi Yunnan, Tiongkok, dan menekankan bahwa para diplomat serta pejabat militer Kamboja dan Thailand harus memanfaatkan pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk menjalin komunikasi yang fleksibel dan meningkatkan saling pengertian.

Menlu Tiongkok menambahkan bahwa Beijing bersedia memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kamboja untuk penampungan para pengungsi di wilayah perbatasan.

Menlu Tiongkok Wang Yi

20 Perusahaan dan 10 Tokoh Amerika Masuk dalam Daftar Sanksi Baru Beijing terhadap Washington

Terkait hal ini, tindakan pemerintahan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, yang menjual lebih dari 11 miliar dolar senjata ke Pulau Taiwan, mendapat respons berupa sanksi dari Tiongkok.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Jumat mengumumkan bahwa pihaknya menjatuhkan sanksi terhadap 20 perusahaan militer Amerika dan 10 orang eksekutif mereka karena penjualan senjata ke Taiwan.

Sanksi tersebut mencakup pemblokiran aset perusahaan-perusahaan tersebut di Tiongkok serta larangan bagi individu dan organisasi untuk melakukan transaksi dengan mereka.

Nama perusahaan seperti Northrop Grumman, L3 Harris Maritime Services, dan divisi St. Louis milik Boeing, serta tokoh seperti Palmer Luckey, pendiri perusahaan pertahanan Anduril, tercantum dalam daftar tersebut.