Perang di Barat, Konvergensi di Timur: Eurasia Memasuki Babak Baru Kerja Sama Regional
https://parstoday.ir/id/news/world-i183616-perang_di_barat_konvergensi_di_timur_eurasia_memasuki_babak_baru_kerja_sama_regional
Di tengah kebuntuan perang Ukraina, Asia Tengah dan Kaukasus Selatan justru menyaksikan gelombang baru rekonsiliasi regional, konektivitas ekonomi, dan perluasan kerja sama multilateral yang mulai mengubah perhitungan geopolitik Eurasia.
(last modified 2026-01-05T00:44:24+00:00 )
Jan 05, 2026 07:36 Asia/Jakarta
  • Perang di Barat, Konvergensi di Timur: Eurasia Memasuki Babak Baru Kerja Sama Regional

Di tengah kebuntuan perang Ukraina, Asia Tengah dan Kaukasus Selatan justru menyaksikan gelombang baru rekonsiliasi regional, konektivitas ekonomi, dan perluasan kerja sama multilateral yang mulai mengubah perhitungan geopolitik Eurasia.

Tehran, Parstoday- Ketika perang Ukraina yang masih terjebak setelah hampir empat tahun dalam kebuntuan militer dan politik, belum menunjukkan perubahan penentu di medan tempur, pada saat yang sama di Asia Tengah dan Kaukasus Selatan muncul tren baru berupa rekonsiliasi kawasan, penguatan koneksi ekonomi, dan pelebaran kerja sama beberapa pihak yang berpotensi menggeser peta geopolitik Eurasia.

Krisis Ukraina telah berlangsung selama tiga tahun dan sepuluh bulan dan sampai hari ini belum ada perubahan yang menentukan di medan perang, sementara Rusia pada saat ini dinilai memiliki keunggulan tertentu. Di antara janji-janji gencatan senjata yang sporadis dan permusuhan yang berkepanjangan, Rusia dan Ukraina sama-sama melakukan perundingan dengan tujuan mengakhiri konflik, namun tidak satu pun berujung pada penghentian perang secara permanen.

Di sisi lain, Asia Tengah menunjukkan kemajuan nyata dalam rekonsiliasi dan koordinasi regional. Perkembangan penting terjadi pada bulan Maret, ketika Presiden Tajikistan, Kirgizstan, dan Uzbekistan menandatangani sebuah perjanjian yang menetapkan titik temu tiga perbatasan nasional mereka dan secara hukum menuntaskan proses penetapan batas (delimitasi) perbatasan antarnegara. Penyelesaian damai persoalan perbatasan melalui konsultasi ini menandai kapasitas yang kian berkembang di Asia Tengah untuk mengelola isu-isu sensitif melalui dialog.

Pada bulan November, lima pemimpin Asia Tengah menyetujui bergabungnya Republik Azerbaijan sebagai anggota konsultatif; langkah ini menyuntikkan momentum baru ke dalam kerangka tersebut, serta memperluas perdagangan, investasi, hubungan budaya, dan pembangunan terkoordinasi di dua kawasan yang memiliki kepentingan strategis vital.

Negara-negara Asia Tengah juga memanfaatkan posisi strategis dan sumber daya mereka untuk meningkatkan peran global melalui pertemuan tingkat tinggi yang lebih sering dan penguatan mekanisme dialog dengan para aktor utama dunia, termasuk Tiongkok, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa, secara signifikan.

Di Kaukasus Selatan, Republik Azerbaijan dan Armenia mengambil langkah-langkah historis menuju normalisasi hubungan. Pada bulan Agustus (Mordad), keduanya menandatangani kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri puluhan tahun konflik perbatasan, dan pada bulan Oktober (Mehr) mereka mencabut pembatasan transit. Lanskap keamanan yang membaik ini menghidupkan kembali konektivitas regional dan memperkuat nilai strategis koridor-koridor transportasi yang menghubungkan Tiongkok dan Asia Tengah ke Eropa.

Dalam tahun 2025, negara-negara di seluruh kawasan melanjutkan pendalaman hubungan persahabatan dengan Tiongkok, serta menyuntikkan stabilitas dan energi positif yang lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan regional maupun global.

Presiden Tiongkok dan Presiden Rusia menghadiri perayaan masing-masing terkait kemenangan Perang Dunia II melawan fasisme. Sambil menampilkan tanggung jawab negara-negara besar sebagai pemenang utama Perang Dunia II, kedua pemimpin menegaskan tekad kuat untuk menjaga hasil Perang Dunia II dan mempertahankan pandangan sejarah yang benar mengenai perang tersebut.

Kerja sama praktis antara kedua negara terus menunjukkan kemajuan. Dalam 11 bulan pertama tahun 2025 (hingga 22 Dey 1403), perdagangan bilateral mencapai 203,67 miliar dolar AS, melampaui ambang 200 miliar dolar AS untuk tiga tahun berturut-turut.

Proyek-proyek kunci seperti pipa gas alam rute timur Tiongkok–Rusia, kemajuan pembangunan jembatan jalan raya besar serta jembatan rel Tongjiang, penghapusan visa antar kedua negara, dan penyelenggaraan Tahun Kebudayaan Tiongkok–Rusia dengan ratusan kegiatan beragam, secara nyata memperkuat pertukaran antarwarga.

Kepercayaan politik timbal balik antara Tiongkok dan Belarus semakin terkonsolidasi. ‘Tahun Sains, Teknologi, dan Inovasi Tiongkok–Belarus’ pada periode 2024–2025 berakhir dengan sukses, dan periode 2026–2027 ditetapkan sebagai ‘Tahun Kerja Sama Industri’.

Aleksandr Lukashenko, Presiden Belarus, menekankan bahwa Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kedua Belarus dan menyediakan dukungan kuat bagi pembangunan ekonomi Belarus.

Di sisi lain, Republik Azerbaijan meningkatkan hubungan dengan Tiongkok menjadi ‘Kemitraan Strategis Komprehensif’, dan kerja sama di sektor pembangunan hijau, ekonomi digital, sains, teknologi, serta kedirgantaraan diperluas. Tiongkok juga membangun kemitraan strategis dengan Armenia, dan menandatangani nota kesepahaman dengan Georgia untuk menuntaskan perundingan terkait peningkatan perjanjian perdagangan bebas.

KTT kedua Tiongkok–Asia Tengah juga diselenggarakan pada bulan Juni di Kazakhstan dan menghasilkan lebih dari 100 dokumen kerja sama; hal ini melahirkan konsensus luas antara Tiongkok dan lima negara Asia Tengah mengenai kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, dan pembangunan, serta penandatanganan perjanjian tentang ‘bertetangga baik secara abadi’.

Dalam tiga kuartal pertama tahun 2025, perdagangan bilateral antara Tiongkok dan lima negara Asia Tengah mendekati 80 miliar dolar AS—naik 15,6 persen dibanding tahun sebelumnya—dan diperkirakan akan melampaui 100 miliar dolar AS hingga akhir tahun. Sementara itu, proyek-proyek besar seperti jalur kereta api Tiongkok–Kirgizstan–Uzbekistan mencatat kemajuan berarti.

Selain itu, kesepakatan dicapai di bidang-bidang seperti mineral kritis, pengadaan pesawat, dan pembiayaan infrastruktur kunci; ini mencerminkan upaya meningkatkan rantai nilai serta meraih kapasitas industri dan pengolahan yang lebih besar. Tiongkok juga mempertahankan interaksi yang kerap dengan negara-negara tersebut dalam kerangka multilateral guna memperluas kerja sama.

Dalam KTT BRICS di Brasil, Belarus, Kazakhstan, dan Uzbekistan bergabung dengan blok tersebut sebagai negara mitra. Di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, Tiongkok dan Armenia menandatangani sejumlah dokumen kerja sama bilateral di bidang pengawasan pasar dan metrologi (pengukuran). Tiongkok dan Republik Azerbaijan juga menandatangani serangkaian kesepakatan di bidang pembangunan hijau dan ekonomi digital.

Menatap ke depan, Kirgizstan akan memegang kepemimpinan bergilir SCO. Berbagai agenda, termasuk Pameran Tiongkok–Rusia ke-10 dan Forum Kerja Sama Lokal Tiongkok–Rusia ke-6, akan diselenggarakan di Tiongkok. Pertukaran dan kerja sama antara Tiongkok dan negara-negara Eurasia diperkirakan mencapai puncak baru, membuka babak baru kepentingan bersama dan hasil yang saling menguntungkan (win–win).(PH)