Anggota parlemen AS: Invasi AS ke Greenland berarti perang dengan NATO/The Economist: Nafsu Trump terhadap Greenland akan menghancurkan NATO
-
Michael McCaul, anggota Partai Republik di Kongres Amerika Serikat
Pars Today – Seorang legislator Amerika menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Greenland akan setara dengan “perang dengan NATO.”
Menurut laporan Pars Today, Michael McCaul, anggota Partai Republik di Kongres Amerika Serikat, memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi AS terhadap Greenland akan berarti “perang” dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Dalam wawancaranya dengan jaringan ABC, McCaul mengatakan bahwa jika Donald Trump, presiden Amerika Serikat, melancarkan serangan militer terhadap Greenland, hal itu akan sepenuhnya mengacaukan Pasal 5 NATO dan pada prinsipnya memulai perang dengan NATO itu sendiri. Ia menambahkan bahwa langkah semacam itu pada akhirnya dapat menyebabkan pembubaran NATO sebagaimana kita mengenalnya.
Pasal 5 NATO menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota, dan berdasarkan perjanjian tersebut, setiap negara anggota wajib membantu negara yang menjadi korban serangan.
The Economist: Harga dari hasrat Trump terhadap Greenland dapat menghancurkan aliansi berusia 75 tahun
Sementara itu, harian Inggris The Economist melaporkan bahwa upaya Amerika Serikat untuk menguasai Greenland pada masa kepresidenan Trump telah memicu salah satu krisis internal paling serius dalam sejarah NATO, dan fondasi kepercayaan, pertahanan kolektif, serta tujuan strategis bersama aliansi tersebut kini berada di ambang keruntuhan. Menurut The Economist, yang terancam bukan hanya masa depan sebuah pulau di Kutub Utara, tetapi juga keseluruhan kohesi tatanan keamanan trans‑Atlantik.
Harian tersebut menekankan bahwa dampak krisis ini bagi NATO sangat mendalam, dan menulis bahwa jika Amerika Serikat mencaplok Greenland, kepercayaan negara‑negara Eropa terhadap Pasal 5 NATO—yaitu klausul pertahanan kolektif—akan runtuh.
The Economist menegaskan bahwa kerakusan Amerika terhadap Greenland dapat membawa biaya yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah pulau, dan pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya sebuah aliansi sebesar satu benua yang telah dibangun selama 75 tahun. (MF)