Berita Ekonomi
Perdagangan Iran dengan Eurasia tumbuh 16 persen seiring Ekspor Tiongkok Pecahkan rekor pada tahun 2025
Pars Today – Perdagangan Iran dengan Uni Ekonomi Eurasia selama delapan bulan tahun ini tumbuh sebesar 16 persen, dan sebagian besar transaksi antara kedua pihak kini, seiring penerapan perjanjian perdagangan bebas, dikenakan tarif nol.
Mohammad Ali Dehghan Dehnavi, Kepala Organisasi Pengembangan Perdagangan Iran, dalam pertemuan diskusi perdagangan dengan Uni Ekonomi Eurasia dan Pameran Internasional Eurasia, mengumumkan bahwa volume perdagangan Iran dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia pada delapan bulan pertama tahun berjalan (1404) meningkat sebesar 16 persen. Dehghan Dehnavi menyatakan bahwa perjanjian perdagangan bebas yang siap dilaksanakan sejak 25 Ordibehesht telah menyebabkan 87 persen perdagangan antara Iran dan Eurasia masuk dalam skema tarif nol.
Ia menekankan bahwa masih terdapat kapasitas besar yang belum dimanfaatkan dalam perdagangan dengan uni tersebut, seraya menyebutkan bahwa khusus dalam perdagangan dengan Rusia saja terdapat potensi sebesar 12 miliar dolar AS yang belum tergarap. Dehghan Dehnavi juga menginformasikan upaya penyesuaian standar bersama, asuransi, dan indikator-indikator internasional, serta menilai Pameran Eurasia sebagai salah satu sarana terpenting untuk menghubungkan para pedagang Iran dengan negara-negara anggota uni tersebut.
Edisi keempat Pameran Perdagangan Iran–Eurasia dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 15 Bahman.
Lonjakan Belum Pernah Terjadi pada Ekspor Tiongkok pada Tahun 2025
Berita lain menyebutkan bahwa data kepabeanan Tiongkok menunjukkan negara tersebut pada tahun 2025, meskipun menghadapi tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, berhasil mencatat rekor historis baru dalam perdagangan luar negeri. Ekspor Tiongkok pada bulan Desember meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara impor juga tumbuh sebesar 5,7 persen.
Ekspor Tiongkok ke Amerika Serikat pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 20 persen, namun ekspor ke Afrika meningkat 25,8 persen dan ke negara-negara anggota ASEAN naik 13,4 persen. Ekspor ke Uni Eropa juga mencatat pertumbuhan sebesar 8,4 persen. Wakil Kepala Administrasi Bea Cukai Tiongkok menyatakan bahwa diversifikasi mitra dagang telah meningkatkan kemampuan negara tersebut untuk bertahan menghadapi berbagai risiko.
Rekor Baru pada Impor Tiongkok
Sementara itu, data resmi terbaru menunjukkan bahwa total impor Tiongkok pada tahun kalender lalu mencapai 18,48 triliun yuan, angka tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah negara tersebut. Tiongkok untuk tahun ketujuh belas berturut-turut tetap menjadi pasar impor terbesar kedua di dunia. Impor Tiongkok dari lebih dari 130 negara dan kawasan pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan—angka yang dilaporkan tujuh kali lebih besar dibandingkan tahun 2024—yang menunjukkan bahwa pasar domestik Tiongkok yang besar masih terus menciptakan peluang luas bagi para pelaku industri global. (MF)