Liputan Luas Pernyataan Pemimpin Revolusi Islam di berbagai Media di Seluruh Dunia
https://parstoday.ir/id/news/world-i185676-liputan_luas_pernyataan_pemimpin_revolusi_islam_di_berbagai_media_di_seluruh_dunia
Pars Today – Pemimpin Besar Revolusi Islam seraya memberi peringatan jelas kepada Washington, menegaskan bahwa meski meski ada retorika militer Amerika, negara ini tidak mampu menghancurkan Republik Islam, dan kapal-kapal perang yang berada di kawasan akan menghadapi senjata berbahaya.
(last modified 2026-02-18T09:07:15+00:00 )
Feb 18, 2026 15:54 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Ayatullah Khamenei
    Rahbar, Ayatullah Khamenei

Pars Today – Pemimpin Besar Revolusi Islam seraya memberi peringatan jelas kepada Washington, menegaskan bahwa meski meski ada retorika militer Amerika, negara ini tidak mampu menghancurkan Republik Islam, dan kapal-kapal perang yang berada di kawasan akan menghadapi senjata berbahaya.

Menurut laporan IRIB, pernyataan Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, pada hari Selasa (17/2/2026) dalam pertemuan dengan masyarakat Azerbaijan Timur, telah meraih liputan luas dan belum pernah terjadi sebelumnya di media internasional, mulai dari Pakistan dan Rusia hingga Tiongkok, Turki, dan Prancis.

 

Dalam pidato tersebut, beliau, di samping memberikan respons tegas terhadap ancaman berulang Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, juga mengupas analisis keliru Washington mengenai kekuatan Republik Islam Iran. Media dunia memfokuskan pemberitaan mereka pada peringatan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya dari beliau mengenai kerentanan armada laut Amerika Serikat serta penegasan beliau atas hak mutlak bangsa Iran untuk mengakses energi nuklir damai.

 

Liputan Luas di Media Asia dan Eropa

 

Kantor berita "Anadolu" Turki, dengan judul "Menentukan Hasil Negosiasi Sebelumnya adalah Kebodohan", mengutip Pemimpin Revolusi Islam yang menyatakan bahwa desakan Amerika Serikat pada hasil yang telah ditentukan sebelumnya dalam negosiasi nuklir tidak sejalan dengan logika dialog. Surat kabar "Dawn" Pakistan, dalam laporan analitisnya yang berjudul "Amerika Serikat Tidak Akan Berhasil Melawan Iran", menguraikan sikap beliau terhadap suasana negosiasi dan peringatan tentang tenggelamnya kapal-kapal induk Amerika di Teluk Persia.

 

Di Rusia, kantor berita "Interfax" meliput pernyataan Pemimpin Revolusi Islam dan menulis, "Pemimpin Iran menyatakan: Republik Islam Iran memiliki kemampuan untuk menargetkan dan menghancurkan kapal-kapal militer Amerika Serikat di kawasan." Media Tiongkok "CGTN" juga menggambarkan pernyataan ini sebagai respons terhadap "retorika perang" Trump dan berfokus pada pengakuan Amerika Serikat selama 47 tahun atas kegagalannya menghadapi Iran. Surat kabar "Le Figaro" Prancis, dalam judulnya, secara eksplisit menyatakan, "Ayatullah Khamenei mengancam bahwa kapal induk Amerika yang ditempatkan di Teluk Persia mungkin akan tenggelam."

 

Pokok-Pokok Peringatan Strategis dan Sikap Prinsipil Republik Islam Iran

 

Pernyataan Pemimpin Revolusi Islam mengandung poin-poin kunci dan strategis bagi khalayak internasional. Beliau, merujuk pada pengiriman kapal-kapal induk Amerika ke kawasan, menyatakan: "Mereka mengatakan telah mengirim kapal induk ke kawasan. Kapal induk memang alat yang penting, tetapi senjata yang mampu mengirimnya ke dasar laut adalah yang lebih berbahaya." Bagian pidato ini, yang dipublikasikan secara luas di media Pakistan, Rusia, dan Prancis, ditafsirkan sebagai demonstrasi kekuatan pencegahan dan kesiapan penuh angkatan bersenjata Iran.

 

Liputan luas pernyataan Rahar di media-media Pakistan

 

Kritik terhadap Pendekatan Washington dalam Negosiasi Nuklir

 

Dalam bagian lain dari pernyataan ini yang menjadi perhatian khusus media Turki dan Tiongkok, Pemimpin Revolusi Islam mengkritik pendekatan Amerika Serikat terhadap negosiasi nuklir. Beliau menegaskan: "Jika negosiasi hendak dilakukan, menentukan hasilnya dari awal adalah tindakan yang salah dan bodoh. Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, presiden, dan beberapa senator Amerika ini akan menemui jalan buntu bagi mereka."

 

Menurut laporan jaringan "Geo News" Pakistan, beliau juga menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat tidak akan mampu mengalahkan Republik Islam Iran. Pernyataan ini disampaikan di saat putaran kedua negosiasi tidak langsung antara Tehran dan Washington berlangsung di Jenewa, di mana para pejabat Iran menekankan perlunya pencabutan sanksi ekonomi dan menghindari permintaan-permintaan yang tidak realistis dari pihak Amerika Serikat. (MF)

 

Liputan pernyataan Rahbar di televisi Tiongkok