Lavrov: BRICS akan Menjadi Payung untuk Mengoordinasikan Pembangunan di Tiga Benua
https://parstoday.ir/id/news/world-i185678-lavrov_brics_akan_menjadi_payung_untuk_mengoordinasikan_pembangunan_di_tiga_benua
Pars Today – Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa kelompok BRICS tengah berubah menjadi sebuah struktur global dan payung bagi koordinasi rencana-rencana pembangunan di benua Eurasia, Afrika dan Amerika Latin.
(last modified 2026-02-18T09:18:24+00:00 )
Feb 18, 2026 16:16 Asia/Jakarta
  • Menlu Rusia, Sergei Lavrov
    Menlu Rusia, Sergei Lavrov

Pars Today – Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa kelompok BRICS tengah berubah menjadi sebuah struktur global dan payung bagi koordinasi rencana-rencana pembangunan di benua Eurasia, Afrika dan Amerika Latin.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam wawancara eksklusif dengan TV BRICS, menegaskan peran BRICS yang semakin meningkat dalam persamaan global dan menggambarkan kelompok ini sebagai "payung" bagi koordinasi proses-proses konvergensi di tiga benua.

 

Menurut laporan Pars Today, Lavrov, dengan merujuk pada perubahan keseimbangan kekuatan di dunia, menyatakan bahwa BRICS tidak lagi terbatas hanya pada negara-negara Eurasia, dan banyak negara di Amerika Latin serta Afrika telah bergabung atau akan bergabung dengannya.

 

Dalam bagian wawancara ini, Menteri Luar Negeri Rusia mencatat bahwa dunia sedang bertransisi menuju tatanan baru yang berbasis pada pusat-pusat kekuatan dan pertumbuhan ekonomi yang beragam. Ia, dengan mengacu pada data ekonomi, mengatakan, "Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara BRICS berdasarkan indikator paritas daya beli secara signifikan telah melampaui kelompok Tujuh (G7)."

 

Lavrov, dalam menjelaskan prospek kelompok ini, menyatakan, "BRICS di masa depan dapat menjadi tempat di mana rencana-rencana pembangunan di bidang ekonomi, sosial, dan infrastruktur di seluruh Eurasia, Afrika, dan Amerika Latin dikoordinasikan. BRICS menyediakan kerangka kerja seperti ini, sebuah 'payung' bagi pengembangan proses-proses konvergensi di berbagai benua."

 

Ia juga menunjuk pada contoh-contoh konkret dari konvergensi ini dan menyebut proyek-proyek konektivitas antara Asia Selatan dan Timur Jauh Rusia sebagai contoh nyata kerja sama tersebut. Menurut Lavrov, penggunaan Jalur Laut Utara dan Koridor Transportasi Internasional Utara-Selatan termasuk di antara rencana-rencana yang menunjukkan kapasitas tinggi BRICS untuk menghubungkan infrastruktur-infrastruktur besar di tingkat benua.

 

 

Instrumen Keuangan Alternatif dalam Agenda BRICS

 

Lavrov, dengan menyatakan bahwa Barat menyalahgunakan posisi mata uang mereka dalam sistem keuangan global untuk menekan mitra-mitra internasional, menegaskan pentingnya pengembangan instrumen keuangan alternatif di antara para anggota BRICS. Ia menjelaskan mengenai hal ini: "Instrumen-instrumen tersebut mencakup platform pembayaran alternatif, mekanisme penyelesaian pembayaran dengan mata uang nasional, penciptaan kapasitas reasuransi untuk perdagangan intra-kelompok dan dengan mitra, pendirian pasar gandum, dan pembentukan platform investasi baru."

 

Menurut Menteri Luar Negeri Rusia, negara-negara anggota BRICS secara alamiah mencari arsitektur yang kebal terhadap tindakan-tindakan ilegal dan sepihak. Pendekatan ini digambarkan tidak terelakkan di saat lembaga-lembaga tradisional yang didominasi Barat tidak lagi mencerminkan realitas ekonomi dunia.

 

Republik Islam Iran, sebagai salah satu anggota baru kelompok ini, senantiasa menekankan pentingnya multilateralisme dan reformasi struktur-struktur keuangan internasional, serta memandang keanggotaannya di BRICS sebagai wadah untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. (MF)