Lembaga-lembaga Islam AS: Partai Republik Telah Mengubah Sidang-Sidang Kongres Menjadi Senjata Melawan Umat Muslim
https://parstoday.ir/id/news/world-i189970-lembaga_lembaga_islam_as_partai_republik_telah_mengubah_sidang_sidang_kongres_menjadi_senjata_melawan_umat_muslim
Pars Today - Lembaga-lembaga Islam di Amerika Serikat mengumumkan bahwa sidang-sidang dengar pendapat Kongres, yang oleh para legislator Partai Republik dinyatakan bertujuan untuk membersihkan Amerika Serikat dari syariat Islam, telah berubah menjadi senjata terhadap umat Muslim.
(last modified 2026-05-15T06:38:45+00:00 )
May 15, 2026 13:37 Asia/Jakarta
  • Amerika
    Amerika

Pars Today - Lembaga-lembaga Islam di Amerika Serikat mengumumkan bahwa sidang-sidang dengar pendapat Kongres, yang oleh para legislator Partai Republik dinyatakan bertujuan untuk membersihkan Amerika Serikat dari syariat Islam, telah berubah menjadi senjata terhadap umat Muslim.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Dewan Organisasi Muslim Amerika yang mewakili lebih dari 50 kelompok Muslim, pada Jumat (15/5/2026) dini hari dalam sebuah pernyataan mengutuk tindakan pemerintah terhadap warga Muslim Amerika dan mengatakan bahwa sidang-sidang dengar pendapat Kongres terlibat dalam "politik ketakutan."

 

Sementara itu, Zainab Chaudhry, Direktur Dewan Hubungan Islam-Amerika di negara bagian Maryland, menyatakan: "Sidang-siding anti-Islam di Kongres tidak dimaksudkan untuk melindungi konstitusi. Sidang-sidang ini bertujuan untuk memburukkan citra Islam dan menggambarkan Muslim Amerika sebagai orang asing yang abadi."

 

Jamie Raskin, anggota Demokrat senior Komite Yudisial Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, juga mengatakan bahwa sidang-sidang dengar pendapat anti-syariat di Kongres adalah proyeksi dan serangan terhadap kebebasan beragama.

 

Para legislator Partai Republik pada hari Rabu di salah satu subkomite yudisial Dewan Perwakilan Rakyat AS mengadakan sidang dengar pendapat dengan judul "America without Sharia: Why Political Islam and Sharia Law Are Incompatible with the U.S. Constitution." Pada bulan Februari juga diadakan sidang serupa.

 

Dewan Hubungan Islam-Amerika melaporkan bahwa pada tahun 2025, tercatat 8.683 pengaduan tentang tindakan anti-Islam di AS, yang merupakan angka tertinggi sejak tahun 1996. (MF)