Terjadi di London: Ribuan Protes 78 Tahun Pendudukan dan Genosida di Gaza
-
Unjuk rasa di London
Pars Today - Ribuan pendukung Palestina, menandai peringatan 78 tahun Nakba, berdemo di jalan-jalan pusat London untuk memprotes kelanjutan pendudukan, genosida di Gaza, dan dukungan politik serta militer Inggris terhadap rezim Zionis.
Dilansir Pars Today, 16 Mei 2026, ribuan demonstran mengibarkan bendera Palestina dan spanduk antiperang, serta memegang foto-foto korban Gaza dan kunci-kunci simbolis berukuran besar di sepanjang jalan pusat kota London.
Para peserta meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan pembebasan Palestina, diakhirinya blokade Gaza, penghentian penjualan senjata ke rezim Zionis, dan penuntutan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang. Mereka menuduh pemerintah Inggris bersekongkol dalam pembantaian warga Palestina karena dukungan politik dan militernya yang terus berlanjut kepada Tel Aviv.
Sejumlah anak-anak dan remaja berjalan di tengah kerumunan sambil membawa kunci-kunci besar yang melambangkan hak kembali bagi para pengungsi Palestina.
Banyak spanduk menyebut sikap diam Inggris terhadap agresi sebagai indikasi kontradiksi mendalam antara klaimnya membela hak asasi manusia dan dukungan praktisnya terhadap rezim yang dituduh melakukan kejahatan besar terhadap warga sipil di kawasan tersebut.
Bendera Palestina Berkibar di Menara Eiffel
Sementara itu, para aktivis pembela hak asasi rakyat Palestina di Paris, Prancis, berhasil mengibarkan bendera Palestina di Menara Eiffel. Pencapaian ini sangat signifikan mengingat selama bertahun-tahun segala bentuk simbol Palestina dilarang keras ditampilkan di ikon kota Paris tersebut.
Selama 78 tahun, Inggris dan Prancis berbicara tentang aturan global dan hak asasi manusia sambil terus memasok senjata ke para penjajah. Namun kini, warga mereka sendiri yang datang ke jalan-jalan utama untuk membuka mata dunia. Sementara para menteri di pemerintahan masih berdebat tentang "zonasi", di London dan Paris, rakyat telah mengibarkan bendera Palestina. Ini adalah tamparan bagi kekuatan yang dulunya dijuluki "pelopor Hak Asasi Manusia".(Sail)