Ankara Kecam Pembajakan Kapal Bantuan: Itamar Ben-Gvir Hina Aktivis yang Ditahan
-
Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanuddin Duran
Pars Today - Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki dengan keras mengecam serangan Israel terhadap "Armada Global Sumud" di perairan internasional dan perilaku bermusuhan terhadap para aktivis yang ditahan. Ia menyatakan bahwa perilaku biadab menteri Israel yang terlibat dalam genosida terhadap para aktivis akan tercatat dalam lembaran hitam sejarah.
Dilansir IRNA, 21 Mei 2026, Burhanuddin Duran, dalam sebuah catatan yang diunggah di media sosial NSocial, dengan tegas mengecam serangan Israel terhadap Armada Sumud yang sedang dalam misi mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Duran menyatakan bahwa perlakuan verbal dan fisik terhadap warga sipil sekali lagi mengungkap pendekatan rezim Israel, sebuah pendekatan yang tidak mengakui hukum dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia menekankan perlunya para relawan yang ditahan untuk dapat kembali dengan selamat ke negara asal mereka.
Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, merilis video yang menunjukkan perilaku penghinaan pejabat Israel terhadap para aktivis Armada Sumud yang ditahan.
Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan bahwa mereka telah selesai menahan semua aktivis Armada Global Sumud.
Menurut penyelenggara armada, tentara Israel menyerbu sekitar 50 kapal yang membawa 428 aktivis dari 44 negara.
Tindakan ini mendapat kecaman luas dari organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, yang menyebutnya sebagai "tindakan tercela dan tidak manusiawi".
Ankara bergabung dengan suara global yang mengecam tindakan biadab Israel di laut lepas. Menyerang kapal bantuan tanpa senjata, menahan aktivis secara ilegal, dan mempermalukan mereka di depan kamera, semua ini terjadi di tengah kelaparan dan pembantaian di Gaza. Ben-Gvir dan aparatnya mungkin mengira rekaman video itu adalah "kemenangan propaganda". Namun bagi sejarah, itu hanya akan dikenang sebagai catatan kebiadaban lain dari rezim yang sudah kehilangan moral.(Sail)