Setelah Video Penghinaan Aktivis Beredar, Kini Giliran Para Diplomat Zionis yang Diinterogasi
-
Penny Wong, Menteri Luar Negeri Australia
Pars Today - Australia dan Selandia Baru telah memanggil duta besar rezim Zionis, menyusul rilis video yang menunjukkan para pejabat Israel secara paksa menahan dan mempermalukan para aktivis Armada Global Sumud.
Dilansir Pars Today, 21 Mei 2026, Penny Wong, Menteri Luar Negeri Australia, dalam sebuah pernyataan, mengecam insiden tersebut sebagai "memilukan dan tidak dapat diterima". Ia mengutuk tindakan Menteri Itamar Ben-Gvir yang telah dijatuhi sanksi oleh Australia, serta perilaku penghinaan pejabat Israel terhadap para tahanan. Australia telah memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.
Sementara itu, Winston Peters, Menteri Luar Negeri Selandia Baru, memerintahkan agar duta besar Israel dipanggil untuk menyampaikan "kekhawatiran serius" secara langsung.
Sebelumnya, Armada Sumud mengumumkan bahwa rezim Zionis telah menyita sekitar 50 kapal yang membawa 428 aktivis dari 44 negara yang berlayar dari Turki menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Di antara mereka, 11 aktivis adalah warga Australia dan 3 lainnya dari Selandia Baru.
Video yang dirilis oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menunjukkan para aktivis dengan tangan terikat dan dipaksa berlutut, sebuah adegan yang memicu kemarahan global.
Selain Australia dan Selandia Baru, negara-negara seperti Spanyol, Irlandia, Prancis, Inggris, Belgia, Belanda, Italia, Slovenia, Yunani, Polandia, Portugal, Kanada, Korea Selatan, Siprus, Qatar, Turki, Austria, dan Swiss dengan keras mengecam tindakan tersebut. Prancis, Belanda, Kanada, Belgia, dan Italia juga memanggil duta besar Zionis untuk menyampaikan protes mereka.
Apa yang tadinya dianggap sebagai operasi "keamanan" oleh Israel kini telah berubah menjadi bencana diplomatik. Video Ben-Gvir yang dimaksudkan untuk "menang" di media sosial justru menjadi bukti kejahatan perang di pengadilan opini publik. Gelombang panggilan diplomatik ini menunjukkan bahwa bahkan sekutu tradisional Israel pun muak. Sementara para aktivis masih ditahan, citra Israel di panggung dunia mengalami kerusakan yang dalam dan mungkin tidak dapat diperbaiki.
Di sini, Ben-Gvir mungkin mengira videonya akan membuat dunia gemetar. Ternyata, yang terjadi justru sebaliknya: para diplomat di Wellington dan Canberra gemetar karena marah, dan mereka memanggil duta besar Israel. Tujuan Ben-Gvir mungkin untuk menunjukkan 'kekuasaan'. Namun pesan yang diterima dunia adalah: 'Inilah biadabnya rezim Zionis'. Sekutu terdekat Israel pun tidak bisa lagi menutup mata."(Sail)