Bukan Lagi Propaganda. Mantan Marinir AS Kutuk Kebiadaban Rudal Tomahawk yang Membantai Pelajar Iran.
https://parstoday.ir/id/news/world-i190276-bukan_lagi_propaganda._mantan_marinir_as_kutuk_kebiadaban_rudal_tomahawk_yang_membantai_pelajar_iran.
Pars Today - Di antara reruntuhan Sekolah Shajarat Tayyibah di Minab, suara hati nurani seorang veteran perang Amerika akhirnya bersuara.
(last modified 2026-05-23T05:54:29+00:00 )
May 23, 2026 12:52 Asia/Jakarta
  • Sekolah di Minab yang hancur akibar agresi AS-Zionis
    Sekolah di Minab yang hancur akibar agresi AS-Zionis

Pars Today - Di antara reruntuhan Sekolah Shajarat Tayyibah di Minab, suara hati nurani seorang veteran perang Amerika akhirnya bersuara.

Dilansir Pars Today, 22 Mei 2026, Ken O'Keefe, mantan penembak jitu Korps Marinir AS, mengunjungi lokasi sekolah yang kini menjadi simbol luka sejarah. Di tempat inilah, akibat pemboman AS dan Israel, 168 anak Iran kehilangan nyawa mereka.

Berdiri di atas puing-puing sekolah di selatan Iran, O'Keefe berteriak kepada publik dunia, "Bayangkan rudal Tomahawk yang dibuat di Tucson, Arizona itu... jatuh menimpa kepala anak-anak Anda sendiri."

Dengan tegas ia juga menanggapi tuduhan Washington terhadap Tehran. "Beraninya Anda membohongi dunia? Katakan padaku, tindakan teror apa yang dilakukan Republik Islam Iran terhadapmu?"

Latar Tragedi yang Mendunia

Pada 28 Februari 2026, hari pertama agresi bersama AS dan Israel, rudal menghantam Sekolah Shajarat Tayyibah di Minab, Provinsi Hormozgan. Sebagian besar bangunan ambruk. Setidaknya 168 hingga 175 orang tewas, sebagian besar adalah siswi berusia 7 hingga 12 tahun.

Bukti dari lapangan, foto satelit, video detik ledakan, serta analisis pakar persenjataan, menunjukkan bahwa rudal yang digunakan adalah rudal Tomahawk buatan AS.

Insiden ini disebut-sebut sebagai pembantaian warga sipil paling mematikan selama perang tersebut dan telah memicu kecaman internasional serta kutukan dari lembaga seperti UNESCO.

Ketika seorang veteran angkatan laut AS, yang dilatih untuk membunuh, berdiri di atas tanah yang hangus dan menyesali kejahatan negaranya sendiri, itu bukan sekadar protes. Itu adalah retaknya mitos tentang perang yang "bersih" dan "manusiawi". O'Keefe tidak hanya mengkritik, tetapi juga meruntuhkan narasi palsu AS tentang "terorisme" sebagai pembenaran. Sementara anak-anak Minab menjadi korban, satu-satunya yang berteriak di tengah reruntuhan adalah seseorang dari pihak yang sama yang menembakkan rudal.(Sail)