BRICS Gandeng AI & Ekonomi Kreatif, Warisan Budaya hingga Iklim Bahasan di India
https://parstoday.ir/id/news/world-i190880-brics_gandeng_ai_ekonomi_kreatif_warisan_budaya_hingga_iklim_bahasan_di_india
Pars Today - Kelompok Kerja Kebudayaan BRICS menggelar pertemuan keduanya di India, berfokus pada ekonomi kreatif, kecerdasan buatan (AI), perlindungan warisan budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
(last modified 2026-07-04T12:01:02+00:00 )
Jun 03, 2026 15:37 Asia/Jakarta
  • BRICS
    BRICS

Pars Today - Kelompok Kerja Kebudayaan BRICS menggelar pertemuan keduanya di India, berfokus pada ekonomi kreatif, kecerdasan buatan (AI), perlindungan warisan budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

Dilansir IRNA dari situs Kementerian Kebudayaan India, 3 Juni 2026, Sekretaris Kementerian Kebudayaan India, Shri Vivek Aggarwal, mengumumkan bahwa pertemuan ini akan berlangsung pada 4-5 Juni 2026 di Varanasi, Uttar Pradesh.

Pertemuan dua hari ini direncanakan sebagai dialog multilateral terstruktur tentang kerja sama budaya, sejalan dengan tema BRICS 2026: "Membangun Ketahanan, Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan."

Tiga Prioritas Utama:

Prioritas

1. Ekonomi Kreatif: Fokus pada industri budaya dan kreatif, hak cipta, dan kecerdasan buatan (AI).

2. Perlindungan Warisan: Fokus pada pelestarian budaya dan repatriasi aset budaya.

3. Budaya dan Iklim: Fokus pada keterkaitan budaya, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan pasca-2030.

India secara konsisten memainkan peran aktif dalam memajukan kerja sama budaya di BRICS, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pertemuan para menteri kebudayaan pada 2016 dan 2021.

Kelompok Kerja Kebudayaan BRICS, yang mandatnya berasal dari Perjanjian Kerja Sama Kebudayaan BRICS 2015, telah memperluas kolaborasi di bidang warisan budaya, industri kreatif, film, museum, arsip, dan ekosistem budaya digital.

BRICS saat ini menghimpun negara-negara anggota penuh: Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Kelompok ini menyediakan platform untuk kerja sama multilateral di bidang politik dan keamanan, ekonomi & keuangan, budaya, serta hubungan antarmasyarakat, secara kolektif mendorong tatanan internasional yang lebih inklusif dan adil.

Di tengah kekacauan geopolitik global, BRICS bergerak di jalur yang berbeda: budaya. Ekonomi kreatif, AI, dan repatriasi warisan budaya adalah isu-isu yang sering terabaikan dalam hiruk-pikuk berita perang. Namun, di sinilah masa depan tatanan dunia yang lebih adil mulai dirancang—bukan dengan rudal, tapi dengan saling pengertian dan penghormatan terhadap akar budaya masing-masing bangsa.(Sail)