"Bukan Perang, tapi Genosida": Lula Kian Tegas, Israel Tanpa Perwakilan di Brasilia
-
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan PM Israel Benjamin Netanyahu
Pars Today - Pemerintah Brasil menolak untuk menerima duta besar rezim Zionis di Brasilia dan menyetujui konsul jenderal rezim tersebut di Sao Paulo, sebuah tindakan yang menjadi tanda lain dari memburuknya hubungan diplomatik antara kedua pihak.
Melansir IRNA, Kamis, 11 Juni 2026, dari laman berbahasa Spanyol Al Jazeera, dengan ditolaknya persetujuan pihak berwenang Brasil atas penunjukan Vivian Aisen sebagai konsul jenderal rezim Israel di Sao Paulo, hubungan diplomatik antara negara Amerika Selatan ini dan para penjajah Zionis kembali memburuk.
Surat kabar Zionis Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa peningkatan ketegangan ini terjadi setelah penolakan Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil, untuk menyetujui penunjukan Gali Dagan sebagai duta besar Israel di Brasil.
Surat kabar tersebut menyatakan bahwa Rafi Erdreich, konsul jenderal saat ini dari rezim tersebut di Sao Paulo, akan segera kembali ke Wilayah Pendudukan Palestina setelah masa tugasnya berakhir. Dengan penolakan terhadap Aisen, Israel akan kehilangan duta besar di Brasilia dan konsul jenderal di Sao Paulo, sehingga hanya akan memiliki satu perwakilan konsuler di negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rezim Zionis, setelah masa jabatan Erdreich yang berdurasi lima tahun berakhir, telah memperpanjang masa tugasnya selama satu tahun lagi untuk mencegah konsulat tersebut kehilangan pimpinannya di tengah memburuknya krisis antara kedua pihak.
Surat kabar tersebut mengutip seorang sumber yang menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa terbaru menunjukkan semakin buruknya hubungan bilateral.
Lula da Silva tahun lalu mengumumkan bahwa ia telah memanggil pulang duta besar negaranya di Tel Aviv untuk berkonsultasi.
Ia juga mengkritik para penjajah Zionis karena melakukan genosida di Jalur Gaza dan, dalam kunjungannya ke Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, menyatakan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza "bukanlah perang, melainkan genosida."
Kronologi Lengkap Konflik Diplomatik
Berikut rangkuman perkembangan hubungan Brasil-Israel hingga Juni 2026 berdasarkan informasi tambahan dari hasil pencarian:
Pernyataan Kontroversial Lula
Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menyamakan serangan Israel di Gaza dengan aksi Holocaust yang dilakukan Nazi, seraya menegaskan, "Apa yang terjadi di Jalur Gaza bukanlah perang, itu adalah genosida."
Kemarahan Israel
Menanggapi pernyataan keras Lula, Israel secara resmi menyatakan Lula sebagai persona non grata (tokoh yang tidak diinginkan) pada bulan Februari 2024. Sebagai buntutnya, Brasil menarik Dubesnya untuk "konsultasi".
Penolakan Pertama (April 2025)
Ketika masa jabatan Dubes Israel, Daniel Zonshine, berakhir, penggantinya, Gali Dagan, ditolak oleh pemerintah Brasil. Akibatnya, pada awal Juni, Israel merespon dengan "menurunkan level" hubungan diplomatik.
Penolakan Kedua (Juni 2026)
Di saat yang sama, Konsul Jenderal di Sao Paulo, Rafi Erdreich, akan mengakhiri masa tugasnya. Calon penggantinya, Vivian Aisen, juga ditolak oleh Brasil.
Kekosongan Diplomatik
Penolakan beruntun ini menyebabkan Israel saat ini tidak memiliki Duta Besar di Brasilia maupun Konsul Jenderal di Sao Paulo (satu-satunya kantor konsuler Israel di Brasil). Saat ini, urusan diplomatik hanya dijalankan oleh pejabat setingkat Kuasa Usaha (Chargé d'affaires).
Eskalasi dan Eskalasi
Para analis menilai hubungan ini tidak akan membaik setidaknya hingga Pemilihan Umum Brasil pada bulan Oktober 2026. Ada kemungkinan hubungan akan memanas lebih lanjut jika Lula terpilih kembali.(Sail)