Analis Rusia: "Trump Cari Proyek Distraksi, Biar Publik Lupa Gagal di Iran"
https://parstoday.ir/id/news/world-i191336-analis_rusia_trump_cari_proyek_distraksi_biar_publik_lupa_gagal_di_iran
Pars Today - Seorang pakar hubungan internasional Rusia, dengan menyatakan bahwa "janji-janji besar presiden AS di bidang politik luar negeri sejauh ini belum membuahkan hasil", dan mengatakan bahwa Donald Trump, dengan mengangkat isu pembelian Kepulauan Chagos di Samudra Hindia dari Inggris, berusaha mengalihkan perhatian publik dari kegagalan di Asia Barat, termasuk Iran.
(last modified 2026-06-11T16:31:28+00:00 )
Jun 11, 2026 23:29 Asia/Jakarta
  • Pavel Svyatenkov, pakar hubungan internasional Rusia
    Pavel Svyatenkov, pakar hubungan internasional Rusia

Pars Today - Seorang pakar hubungan internasional Rusia, dengan menyatakan bahwa "janji-janji besar presiden AS di bidang politik luar negeri sejauh ini belum membuahkan hasil", dan mengatakan bahwa Donald Trump, dengan mengangkat isu pembelian Kepulauan Chagos di Samudra Hindia dari Inggris, berusaha mengalihkan perhatian publik dari kegagalan di Asia Barat, termasuk Iran.

Melansir IRNA, 11 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Pavel Svyatenkov dalam wawancaranya dengan RIA Novosti menambahkan, "Rencana Trump tentang pembelian Kepulauan Chagos (yang Diego Garcia, lokasi pangkalan militer Inggris, adalah pulau terbesarnya) tampak lemah dan hanya mirip dengan retorika politik belaka."

Ia menyatakan, "Pembelian kepulauan ini menjelang pemilu paruh waktu Kongres AS (yang akan digelar 12 November 2026) tentu akan menguntungkan Partai Republik. Setidaknya mereka bisa memamerkan 'keberhasilan' di bidang politik luar negeri."

"Ahli Amerika" Rusia ini melanjutkan, "Sangat tidak mungkin pemerintah Inggris bersedia memberikan hadiah semacam itu kepada Trump."

Ia menambahkan, "Jika kesepakatan ini tidak tercapai sebelum pemilu, maka setelahnya akan menjadi tidak mungkin. Karena kemungkinan besar, Demokrat akan menguasai Kongres atau setidaknya salah satu kamarnya (Dewan Perwakilan Rakyat atau Senat). Dan mereka tentu tidak akan menyetujui anggaran untuk pembelian semacam itu."

Svyatenkov menegaskan, "Demokrat percaya bahwa para pemilih memiliki sedikit minat pada ambisi-ambisi luar negeri pemerintah Gedung Putih saat ini."

Ia menambahkan, "Tindakan Trump dalam politik luar negeri sama sekali tidak terlihat terstruktur. Artinya, dia melontarkan ide-ide cemerlang, mulai melaksanakannya dengan cepat, dan secepat itu pula dia meninggalkannya."

Analis Rusia ini dengan halus menyindir bahwa Trump sedang mencari "proyek pelarian" agar publik lupa bahwa AS belum menang di Iran. Membeli pulau dari sekutu sendiri (Inggris) terdengar seperti skenario yang lucu, tetapi yang lebih lucu adalah jika ada yang percaya itu benar-benar serius. Intinya: Ketika perang tidak membawa kemenangan, ciptakan berita lain. Itulah politik.(Sail)