Trump: Kami Tak Incar Penggulingan Pemerintah Iran—Tapi Serangan Malam Ini Bisa Terjadi
https://parstoday.ir/id/news/world-i192814-trump_kami_tak_incar_penggulingan_pemerintah_iran_tapi_serangan_malam_ini_bisa_terjadi
Pars Today – Presiden Amerika Serikat, dengan mengajukan sikap populis karena terdesak terhadap Iran, mengklaim: "Saya tidak puas dengan tindakan-tindakan Iran; masalah perubahan rezim tidak dibahas."
(last modified 2026-07-08T14:26:06+00:00 )
Jul 08, 2026 21:23 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Pars Today – Presiden Amerika Serikat, dengan mengajukan sikap populis karena terdesak terhadap Iran, mengklaim: "Saya tidak puas dengan tindakan-tindakan Iran; masalah perubahan rezim tidak dibahas."

Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Elnasra, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, hari Rabu (8/7) dalam pidatonya di akhir KTT para pemimpin negara-negara anggota NATO, dalam upaya menutupi pembuatan ketegangan oleh negaranya di kawasan, mengklaim: "Perilaku Iran sangat buruk, dan kami menyerang mereka setelah mereka menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz."

 

Presiden Amerika Serikat kemudian, dengan mengajukan sikap populis karena terdesak terhadap Republik Islam Iran, mengklaim: "Saya tidak puas dengan tindakan-tindakan Iran; masalah perubahan rezim tidak dibahas. Kami mungkin akan menyerang Iran lagi malam ini."

 

Dia, yang tidak ingin mengingat sifat damai program nuklir Iran, mengklaim: "Kami tidak ingin mereka memperoleh senjata nuklir. Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir; karena jika mereka memiliki senjata semacam itu, mereka akan menggunakannya."

 

Donald Trump kemudian menambahkan: "Kami akan membahas dengan Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, bantuan apa yang dapat kami berikan kepada negaranya."

 

Trump kemudian menyatakan bahwa Barack Obama, mantan Presiden AS, memberikan anggaran AS kepada Iran dan perjanjian yang ia tandatangani dengan mereka (perjanjian 2015 yang dikenal sebagai JCPOA) adalah sebuah bencana.

 

Pejabat AS ini, tanpa menyebutkan sifat defensif dari tindakan Tehran terhadap agresi Washington, mengklaim: "Serangan-serangan Iran adalah pelanggaran terhadap kesepakatan sementara, dan Iran melakukan kesalahan dalam hal ini. Mereka adalah penipu, melanggar kesepakatan, dan menyangkal bahwa mereka telah berkomitmen untuk menghentikan program nuklir mereka!" (MF)