Obesitas Bukan Sekadar Faktor Risiko; Kini Jadi Biang Kerok Sindrom Jantung-Ginjal
https://parstoday.ir/id/news/world-i193206-obesitas_bukan_sekadar_faktor_risiko_kini_jadi_biang_kerok_sindrom_jantung_ginjal
Pars Today - Pedoman terbaru kini mengidentifikasi obesitas sebagai faktor utama sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik, bukan sekadar faktor risiko yang berdiri sendiri.
(last modified 2026-08-10T17:11:34+00:00 )
Jul 15, 2026 14:17 Asia/Jakarta
  • Obesitas
    Obesitas

Pars Today - Pedoman terbaru kini mengidentifikasi obesitas sebagai faktor utama sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik, bukan sekadar faktor risiko yang berdiri sendiri.

Sebagaimana dilansir Mehr News mengutip Medical News Today, 15 Juli 2026, pedoman baru menekankan pentingnya identifikasi dan intervensi dini, serta mendorong tenaga kesehatan untuk mengelola berat badan sebelum komplikasi serius muncul.

Secara khusus, pedoman ini menyoroti pentingnya kesehatan metabolik dan lemak perut, yang dapat berperan dalam peradangan, resistensi insulin, serta kerusakan pada jantung, ginjal, dan pembuluh darah.

Sindrom Kardiovaskular-Ginjal-Metabolik (CKM) adalah gangguan kesehatan kompleks yang menghubungkan penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, dan gangguan metabolik seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.

Sindrom CKM mencakup faktor-faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, gula darah tinggi, penurunan fungsi ginjal, dan kelebihan berat badan.

Banyak dari faktor-faktor ini sering muncul bersamaan dan menyebabkan kerusakan progresif pada berbagai sistem organ. Sindrom CKM berkembang sepanjang rantai yang dimulai dengan faktor risiko metabolik dan, jika tidak dikelola, berpotensi menyebabkan penyakit kardiovaskular dan ginjal yang signifikan.

Kini, pedoman klinis pertama tentang sindrom CKM menyoroti peran kelebihan berat badan dan menempatkannya sebagai faktor utama sindrom CKM, bukan sekadar faktor risiko sederhana.

Pedoman klinis pertama untuk sindrom CKM mengidentifikasi kelebihan berat badan, terutama di area perut, sebagai faktor utama sindrom ini.

Namun, meskipun menyoroti obesitas sebagai faktor kunci, pedoman ini mencatat bahwa berat badan saja tidak menceritakan keseluruhan cerita. Individu dengan berat badan yang sama dapat memiliki profil kesehatan yang sangat berbeda, tergantung pada bagaimana jaringan lemak memengaruhi fungsi metabolik.

Lemak berlebih di sekitar organ dapat meningkatkan peradangan kronis, resistensi insulin, dan kerusakan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko diabetes, penyakit ginjal, gagal jantung, serangan jantung, dan stroke.

Rekomendasi baru ini menggantikan pedoman tahun 2013 yang berfokus pada manajemen kelebihan berat badan dan obesitas. Tidak seperti pendekatan sebelumnya, pedoman terbaru ini lebih menekankan pencegahan dan intervensi dini, yang dapat memperlambat, menghentikan, atau bahkan membalikkan perkembangan sindrom CKM.

Pedoman baru ini mendorong tenaga kesehatan untuk membahas berat badan sebagai faktor risiko medis yang dapat berperan dalam kerusakan organ, bukan sebagai masalah estetika.(Sail)