Trump di Ambang Kekalahan di Iran; Amunisi Habis, Pasukan Lelah, Sekutu Berbalik
-
Donald Trump
ParsToday - Jaringan CNN, dengan merujuk pada meningkatnya masalah Trump dalam perang Iran, menulis bahwa masalah bersembunyi di balik truk, kekurangan amunisi, kelelahan pasukan yang ditempatkan di kawasan, serta kelelahan dan kebosanan pejabat Gedung Putih adalah sebagian dari masalah-masalah ini.
Menurut laporan ParsToday yang dikutip dari Kantor Berita Fars (FNA); Jaringan berita CNN dalam sebuah laporan dengan merujuk pada meningkatnya masalah Trump dalam perang Iran menulis bahwa perang Iran sejak awal mulanya tidak berjalan seperti yang diharapkan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Meskipun ada serangan-serangan militer besar-besaran Amerika dan tekanan-tekanan ekonomi, Iran tidak merasa harus menyerah pada tuntutan-tuntutan Trump. Bahkan dalam kasus-kasus di mana gencatan senjata dengan kondisi yang relatif menguntungkan bagi Teheran diberlakukan, Iran juga tidak mematuhinya.
Laporan ini menambahkan, tetapi masalah-masalah Trump dalam perang ini terus meningkat; masalah-masalah yang banyak di antaranya berada di luar medan perang dan meja negosiasi. CNN menyebutkan pengurangan cadangan amunisi Amerika, penurunan kualitas kondisi kehidupan dan masalah-masalah psikologis awak kapal induk "USS Abraham Lincoln" dan kelelahan pasukan sebagai bagian dari perkembangan paling penting dalam beberapa hari terakhir sehubungan dengan perang Iran, dan menulis, selama ini, Iran tampaknya menjadi lebih berani dan menambahkan tuntutan-tuntutannya; mungkin karena Tehran merasa memiliki lebih banyak tuas tekanan.
Kekurangan Amunisi; Masalah Besar
Masalah cadangan amunisi Amerika telah terbentuk seperti krisis diam-diam selama berbulan-bulan. CNN melaporkan bahwa Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan Angkatan Darat Amerika, dan para komandan militer lainnya sebelum dimulainya perang telah memperingatkan Trump bahwa jika konflik berlarut-larut, cadangan persenjataan Amerika dapat menjadi masalah serius.
Trump tampaknya mengharapkan perang berlangsung jauh lebih singkat dan berlangsung sekitar empat hingga enam minggu. Tetapi hal itu tidak terjadi.
Sekarang pertanyaan pentingnya adalah jika pejabat-pejabat militer atau pemerintah Amerika menganggap serius krisis amunisi, apakah mereka pada dasarnya dapat meyakinkan Trump untuk mengubah jalurnya atau tidak. Namun, ada tanda-tanda yang semakin meningkat bahwa beberapa tokoh kunci pemerintahan telah lelah dengan perang dan mengirimkan sinyal-sinyal tentang perlunya menemukan jalan keluar darinya.
Kekhawatiran Republik tentang Pemilu
CNN melanjutkan menulis, ada juga tanda-tanda bahwa bahkan sekutu-sekutu setia Trump semakin khawatir tentang dampak perang terhadap Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu 2026.
Mike Johnson, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika, baru-baru ini mengatakan: "Kita harus mengakhiri [perang] ini."
Laura Ingraham, pembawa acara Fox News juga mengatakan bahwa "waktu terus berjalan."
Guardian baru-baru ini melaporkan bahwa keraguan tentang perang Iran bahkan meningkat dalam program-program Fox News, yang biasanya mendukung kebijakan-kebijakan Trump.
Bahkan beberapa pendukung keras Trump dan perangnya, seperti Benny Johnson, tokoh sayap kanan ruang maya, juga telah sampai pada kesimpulan bahwa waktu untuk mengakhiri perang telah tiba.
Kelelahan Pasukan Amerika di Teluk Persia
Perpanjangan perang tampaknya telah menciptakan masalah lain bagi pemerintahan Trump: kelelahan, kondisi kehidupan yang tidak layak, dan penurunan kesehatan mental pasukan militer yang bertugas mendukung perang.
Media Stars and Stripes dan Navy Times melaporkan bahwa beberapa anggota awak kapal induk Abraham Lincoln telah berupaya melemparkan diri ke laut. CNN juga melaporkan bahwa seorang pelaut dari kapal ini baru-baru ini jatuh ke laut tetapi diselamatkan.
Juga, sekitar 200 anggota keluarga awak kapal ini dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan minggu lalu di San Diego, menyatakan keprihatinan tentang situasi yang ada; termasuk tentang kekurangan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan, kekurangan makanan, dan kontaminasi air.
Kapal Abraham Lincoln telah bertugas sejak November dan telah berlayar lebih dari 200 hari tanpa berlabuh di pelabuhan mana pun; sebuah masalah yang digambarkan oleh Senator Demokrat Richard Blumenthal dari Connecticut sebagai rekor di era kontemporer untuk jumlah hari berturut-turut kehadiran sebuah kapal di laut.
Jaringan Amerika ini di akhir menulis bahwa rangkaian perkembangan ini dengan baik menunjukkan masalah-masalah Trump dalam perang Iran. (MF)