Mike Mullen: AS Kaget, Iran Bukan Hanya Bertahan Tapi Juga Hancurkan Infrastruktur Militer Kami!
-
Mike Mullen, mantan Kepala Staf Gabungan Militer AS
Pars Today - Mantan Kepala Staf Gabungan Militer AS, seraya mengkritik keputusan Trump untuk penempatan kapal induk jangka panjang dalam perang melawan Iran, mengakui bahwa AS tidak menduga pangkalan-pangkalan mereka di kawasan akan dihancurkan dan dilumpuhkan oleh Iran.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Mike Mullen, mantan Kepala Staf Gabungan Militer AS, pada Minggu (16/8) malam dalam program "This Week" di jaringan berita ABC News, mengatakan: "Penempatan kapal induk jangka panjang adalah hal yang biasa, tetapi dalam menanggapi pernyataan Donald Trump, Presiden AS, bahwa penempatan ini tidak cukup lama, saya harus mengatakan bahwa penempatan dengan durasi seperti ini merusak para awak."
Dengan merujuk pada kemampuan militer dan operasi defensif Republik Islam Iran terhadap agresi-agresi AS dan rezim Zionis, ia mengatakan: "Saya pikir kami jelas tidak menduga bahwa pangkalan-pangkalan AS di kawasan yang sebelumnya kami tempati pasukan, akan dihancurkan dan dilumpuhkan."
Setelah kondisi kritis logistik kapal induk Abraham Lincoln yang ditempatkan dalam misi panjang untuk mendukung perang ilegal melawan Iran di Asia Barat menjadi berita utama, dan laporan-laporan kontroversial tentang bunuh diri para awaknya, sejumlah anggota Kongres AS menuntut penjelasan tentang hal ini.
Kapal induk Abraham Lincoln memiliki sekitar 5.000 pelaut dan marinir, yang misinya dimulai pada 21 November dan telah diperpanjang dalam mendukung perang ilegal dan agresif AS melawan Iran.(MF)