Krisis Biaya Kuliah AS: 100 Ribu Dolar dan Beban Utang yang Berlipat
-
Biaya kuliah yang semakin mahal di AS
Pars Today - Kuliah di universitas-universitas Amerika tidak lagi sekadar investasi pendidikan, karena bagi banyak keluarga telah menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam hidup mereka.
Melaporkan ISNA dari NBC, Selasa 18 Agustus 2026, biaya kuliah dan pengeluaran tambahan di beberapa universitas dapat mencapai lebih dari 100.000 dolar per tahun, dan hal ini telah mendorong banyak keluarga untuk menggunakan kombinasi tabungan, beasiswa, bantuan keuangan, dan pinjaman demi menyekolahkan anak-anak mereka ke perguruan tinggi.
Namun, masalahnya bukan hanya harga yang sangat tinggi di beberapa universitas. Bahkan ketika berbicara tentang universitas yang lebih biasa, sebagian besar masyarakat Amerika menganggap biaya kuliah sebagai beban berat. Dalam survei bersama Gallup dan Lumina Foundation, hanya 12 persen orang Amerika yang menyatakan bahwa perguruan tinggi empat tahun berkinerja baik dalam menyediakan pendidikan yang terjangkau. Sebaliknya, hampir dua pertiga responden menilai kinerja universitas di bidang ini buruk.
Keluarga menggunakan berbagai cara untuk menutup kesenjangan ini. Menurut laporan Sallie Mae, hampir separuh keluarga mengambil pinjaman untuk membayar biaya kuliah pada tahun ajaran 2025–2026. Di banyak keluarga, pendapatan dan tabungan orang tua bahkan tidak mencukupi setengah dari biaya kuliah. Beasiswa dan bantuan hibah menutupi sebagian biaya, sementara pinjaman mahasiswa menyumbang sebagian besar sisanya.
Namun, meningkatnya ketergantungan pada pinjaman memunculkan kekhawatiran baru: utang. Keluarga di satu sisi ingin memberikan kesempatan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka, dan di sisi lain tidak ingin terbebani utang selama bertahun-tahun. Karena itu, pemilihan universitas pun kini lebih dipengaruhi oleh harga daripada sebelumnya.
Tabungan juga bukan lagi solusi yang pasti. Orang tua yang menabung untuk pendidikan anak-anak mereka pada tahun 2026 rata-rata memiliki tabungan sekitar 37.897 dolar, angka yang menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Akibatnya, hanya 16 persen keluarga yang menabung untuk kuliah percaya bahwa mereka dapat membayar seluruh biaya pendidikan hanya dari tabungan mereka.
Akar krisis ini juga harus dicari dalam perubahan struktur pendanaan pendidikan tinggi di AS. Selama beberapa dekade terakhir, pengurangan dukungan keuangan negara bagian terhadap universitas negeri telah menyebabkan sebagian besar biaya dialihkan ke mahasiswa dan keluarga. Padahal, dahulu biaya kuliah hanya menyumbang sekitar seperempat pendapatan universitas, kini hampir separuh pendapatan mereka berasal dari biaya kuliah.
"Biaya kuliah di AS telah melonjak hingga lebih dari 100.000 dolar per tahun di beberapa universitas, menjadikannya salah satu pengeluaran terbesar bagi banyak keluarga. Hanya 12 persen orang Amerika yang menilai pendidikan tinggi terjangkau. Keluarga mengandalkan kombinasi tabungan, beasiswa, dan pinjaman, tetapi rata-rata tabungan hanya sekitar 37.897 dolar, dan hanya 16 persen yang percaya tabungan mereka cukup."(Sail)