Vance: Kami Tak Pernah Targetkan Sipil—Namun NYT Beberkan Fakta Serangan ke Pernikahan di Sirik
-
JD Vance
Pars Today – Wakil Presiden AS, dengan mengakui bahwa negaranya tidak pernah memenangkan perang apa pun dalam empat dekade terakhir, dalam klaim yang bertentangan dengan kenyataan mengatakan bahwa militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Al-Jazeera, Wakil Presiden AS, dalam pidatonya dengan merujuk pada kejahatan serangan rudal negaranya terhadap sebuah pesta pernikahan di Sirik, mengklaim: "Kami tidak menargetkan warga sipil dalam operasi-operasi tempur, kami tidak akan pernah melakukan hal itu, dan kami belum pernah melakukan hal itu sebelumnya. Kami akan menyelidiki insiden ini dan saat ini kami tidak memiliki informasi untuk mengkonfirmasi atau menyangkal berita ini."
Klaim tak tahu malu dari Wakil Presiden AS ini disampaikan sementara surat kabar New York Times hari ini dalam sebuah laporan rinci menulis: "Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh New York Times dengan mengacu pada gambar-gambar dan video-video dari lokasi serangan dan pemeriksaan narasi penduduk serta pejabat-pejabat setempat, serangan yang dilakukan oleh AS ini, menargetkan sebuah bangunan di area pemukiman di mana sebuah pesta pernikahan sedang berlangsung."
JD Vance dalam kelanjutan pidatonya menambahkan: "Alasan kenaikan harga bensin saat ini adalah karena Iran menembaki kapal-kapal komersial. Jika kita tidak melindungi pelayaran di Selat Hormuz, tidak ada pihak lain yang akan melakukannya dan kita akan menghadapi krisis energi global yang bencana."
Ia mengklaim: "Kami menyerang Iran untuk mencegahnya memperoleh senjata nuklir dan kami melakukan ini untuk melindungi pelayaran komersial dan mencegah krisis energi global."
Wakil Trump menegaskan: "Kami memberi tekanan pada Iran untuk mencegahnya menembaki kapal-kapal komersial, dan kami tahu bahwa Iran akan terus berupaya melakukan hal ini. Selama Iran tidak menghentikan penembakan terhadap kapal-kapal, kami tidak akan bernegosiasi dengan Iran. Saat ini kami melindungi sejumlah besar kapal dan karena itu kami tidak menyaksikan krisis energi global. Sejujurnya, jika bukan karena upaya-upaya kami, harga bensin bisa jauh, jauh lebih tinggi."
Dengan mengajukan klaim bahwa "tadi malam 15 juta barel minyak berkat AS melintasi Selat Hormuz," ia mengklaim: "Semua opsi untuk digunakan melawan Iran ada di atas meja; termasuk tekanan ekonomi, militer, diplomatik, dan operasi-operasi rahasia. Kami memiliki banyak alat dan Presiden akan menggunakan beberapa di antaranya terhadap Iran."
Vance, dalam menjawab pertanyaan apakah konflik ini akan berakhir sebelum pemilihan paruh waktu AS, mengklaim: "Mengenai perang dan jadwal waktunya, saya pikir menggambarkan situasi saat ini sebagai 'perang' tidaklah akurat."
Wakil Trump dalam kelanjutan klaim-klaimnya menambahkan: "Kami dapat meninggalkan kawasan, tetapi negara-negara Arab di sekitar Teluk Persia mengatakan kepada kami: 'Ini akan menjadi hal terburuk yang mungkin terjadi'."
Di bagian lain dari pernyataan lancangnya, ia mengatakan: "Saran saya kepada pejabat-pejabat Republik Islam adalah untuk menghentikan perilaku gila mereka dan berhenti menembaki kapal-kapal komersial."
Vance, dalam menjawab pertanyaan seorang wartawan yang bertanya kepadanya: "Menurut Trump, kapan orang-orang Iran akan bangkit?", menjawab: "Saya tidak ingin banyak berbicara tentang masalah ini. Kami hanya berupaya mengalahkan Iran untuk menyelamatkan kapal-kapal."
Wakil Presiden AS, di bagian lain pidatonya, dengan mengakui bahwa "kita harus waspada terhadap serangan-serangan siber Iran," mengatakan: "AS dalam 42 tahun terakhir—seumur saya—telah mengalami banyak perang, dan sampai Donald Trump menjadi Presiden AS, kami hampir tidak pernah memenangkan salah satu dari mereka."
Pejabat AS ini juga mengklaim: "Meskipun ada perbedaan politik kami dengan Tiongkok, mereka bersedia bekerja sama dengan kami untuk memberikan tekanan pada Iran. Presiden Trump secara pribadi telah berbicara dengan Presiden Tiongkok agar mereka tidak memberikan konsesi khusus kepada Iran. Tiongkok juga menuntut penghentian serangan Iran terhadap kapal-kapal."
Vance, di bagian lain pidatonya, mengatakan: "Orang-orang Eropa secara terbuka mengkritik kami tetapi secara pribadi mereka mengatakan kepada kami bahwa jika AS tidak melakukan apa pun terhadap Iran, tidak ada orang lain di dunia yang mampu menghadapi Iran." (MF)