<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:ppg="http://bbc.co.uk/2009/01/ppgRss" version="2.0">
  <channel>
    <title>Awalan Judul Podcast Mari Mengenal Lingkungan Judul terakhir Podcast</title>
    <link>https://parstoday.ir/id/radio/program--mari_mengenal_lingkungan</link>
    <description>Program ini mengajak pendengar Radio Melayu untuk mengenal lebih dekat lingkungan. Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka program ini berusaha mangajak kita lebih dekat dengan lingkungan.
</description>
    <itunes:summary>Program ini mengajak pendengar Radio Melayu untuk mengenal lebih dekat lingkungan. Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka program ini berusaha mangajak kita lebih dekat dengan lingkungan.
</itunes:summary>
    <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
    <itunes:owner>
      <itunes:name>PARS TODAY</itunes:name>
      <itunes:email>indonesian@parstoday.ir</itunes:email>
    </itunes:owner>
    <language>id</language>

    <image>
      <url>https://media.parstoday.ir/image/4bk60294485fcd8wms.jpg</url>
      <title>Awalan Judul Podcast Mari Mengenal Lingkungan Judul terakhir Podcast</title>
      <link>https://parstoday.ir/id/radio/program--mari_mengenal_lingkungan</link>
    </image>
    <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk60294485fcd8wms.jpg" />
    <copyright>Hak Cipta Podcast 2016 - 2026</copyright>
    <lastBuildDate>Tue, 15 May 2018 22:44:16 GMT</lastBuildDate>
    <itunes:category text="Business"/>
    <itunes:explicit>no</itunes:explicit>
    <media:rating scheme="urn:simple">nonadult</media:rating>
    <atom:link href="https://parstoday.ir/id/radio/podcast--mari_mengenal_lingkungan" rel="self" type="application/rss+xml" />
    
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (54)</title>
        <description>Berbagai dokumen dan bukti menunjukkan bahwa sejak lama Iran memiliki undang-undang dan peraturan terkait lingkungan. Di ajaran Iran kuno sangat ditekankan pelestarian unsur alam, yakni udara, air, tanah, api dan kebersihan lingkungan. Hutan beserta pohonnya merupakan simbol keindahan dan kesegaran serta sangat ditekankan dalam ajaran mereka.

</description>
        <itunes:subtitle>Berbagai dokumen dan bukti menunjukkan bahwa sejak lama Iran memiliki undang-undang dan peraturan terkait lingkungan. Di ajaran Iran kuno sangat ditekankan pelestarian unsur alam, yakni udara, air, tanah, api dan kebersihan lingkungan. Hutan beserta pohonnya merupakan simbol keindahan dan kesegaran serta sangat ditekankan dalam ajaran mereka.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Berbagai dokumen dan bukti menunjukkan bahwa sejak lama Iran memiliki undang-undang dan peraturan terkait lingkungan. Di ajaran Iran kuno sangat ditekankan pelestarian unsur alam, yakni udara, air, tanah, api dan kebersihan lingkungan. Hutan beserta pohonnya merupakan simbol keindahan dan kesegaran serta sangat ditekankan dalam ajaran mereka.

</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 15 May 2018 22:44:16 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bppfb5d030ea915d05.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i56918-mari_mengenal_lingkungan_(54)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bppfb5d030ea915d05.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn208a5a34b4bx1a2.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i56918-mari_mengenal_lingkungan_(54)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (53)</title>
        <description>Pelestarian lingkungan tidak hanya ditekankan oleh al-Quran, bahkan riwayat dan hadis Rasulullah Saw serta para Imam Maksum juga menyerukan hal serupa. Menurut al-Quran alam beserta isinya merupakan manifestasi dari nikmat Ilahi bagi umat manusia dan sudah menjadi tugas manusia untuk berusaha melestarikannya.

</description>
        <itunes:subtitle>Pelestarian lingkungan tidak hanya ditekankan oleh al-Quran, bahkan riwayat dan hadis Rasulullah Saw serta para Imam Maksum juga menyerukan hal serupa. Menurut al-Quran alam beserta isinya merupakan manifestasi dari nikmat Ilahi bagi umat manusia dan sudah menjadi tugas manusia untuk berusaha melestarikannya.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Pelestarian lingkungan tidak hanya ditekankan oleh al-Quran, bahkan riwayat dan hadis Rasulullah Saw serta para Imam Maksum juga menyerukan hal serupa. Menurut al-Quran alam beserta isinya merupakan manifestasi dari nikmat Ilahi bagi umat manusia dan sudah menjadi tugas manusia untuk berusaha melestarikannya.

</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 09 May 2018 06:04:01 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpp59e04e1b87151j5.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i56508-mari_mengenal_lingkungan_(53)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpp59e04e1b87151j5.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk7d89238ef019pjy.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i56508-mari_mengenal_lingkungan_(53)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (52)</title>
        <description>Di pertemuan sebelumnya kita telah membahas bersama bahwa dewasa ini mayoritas pakar lingkungan pelestarian lingkungan membutuhkan sosialisasi luas etika lingkungan di tengah masyarakat dunia. Etika lingkungan menjadi faktor internal bagi manusia untuk menghindari langkah-langkah merusak terhadap lingkungan. Hal ini juga dapat ditingkatnya melalui ajaran agama.</description>
        <itunes:subtitle>Di pertemuan sebelumnya kita telah membahas bersama bahwa dewasa ini mayoritas pakar lingkungan pelestarian lingkungan membutuhkan sosialisasi luas etika lingkungan di tengah masyarakat dunia. Etika lingkungan menjadi faktor internal bagi manusia untuk menghindari langkah-langkah merusak terhadap lingkungan. Hal ini juga dapat ditingkatnya melalui ajaran agama.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Di pertemuan sebelumnya kita telah membahas bersama bahwa dewasa ini mayoritas pakar lingkungan pelestarian lingkungan membutuhkan sosialisasi luas etika lingkungan di tengah masyarakat dunia. Etika lingkungan menjadi faktor internal bagi manusia untuk menghindari langkah-langkah merusak terhadap lingkungan. Hal ini juga dapat ditingkatnya melalui ajaran agama.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 24 Apr 2018 18:51:25 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpo3c7e26a2b914gb7.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i55644-mari_mengenal_lingkungan_(52)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpo3c7e26a2b914gb7.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn2b2278d9f37wrux.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i55644-mari_mengenal_lingkungan_(52)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (51)</title>
        <description>Perilaku manusia terhadap lingkungan hidup telah dapat dilihat secara nyata sejak manusia belum berperadaban, awal adanya peradaban,dan sampai sekarang pada saat peradaban itu menjadi modern dan semakin canggih setelah didukung oleh ilmu dan teknologi. Ironisnya perilaku manusia terhadap lingkungan hidup tidak semakin arif tetapi sebaliknya.

</description>
        <itunes:subtitle>Perilaku manusia terhadap lingkungan hidup telah dapat dilihat secara nyata sejak manusia belum berperadaban, awal adanya peradaban,dan sampai sekarang pada saat peradaban itu menjadi modern dan semakin canggih setelah didukung oleh ilmu dan teknologi. Ironisnya perilaku manusia terhadap lingkungan hidup tidak semakin arif tetapi sebaliknya.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Perilaku manusia terhadap lingkungan hidup telah dapat dilihat secara nyata sejak manusia belum berperadaban, awal adanya peradaban,dan sampai sekarang pada saat peradaban itu menjadi modern dan semakin canggih setelah didukung oleh ilmu dan teknologi. Ironisnya perilaku manusia terhadap lingkungan hidup tidak semakin arif tetapi sebaliknya.

</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 17 Apr 2018 16:03:28 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpo0a4b2026a9141az.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i55250-mari_mengenal_lingkungan_(51)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpo0a4b2026a9141az.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmz23d76b4480syme.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i55250-mari_mengenal_lingkungan_(51)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (50)</title>
        <description>Salah satu tugas penting manusia untuk melanjutkan kehidupan di muka bumi adalah menjaga kelestarian lingkungan. Dewasa ini selain pemerintah, organisasi non pemerintah (NGO) juga memiliki posisi istimewa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tugas penting ini kini menjadi tanggung jawab bersama. Semua kalangan, elit politik hingga rakyat biasa harus berperan menjaga lingkungan hidup demi kehidupan manusia, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang.

</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu tugas penting manusia untuk melanjutkan kehidupan di muka bumi adalah menjaga kelestarian lingkungan. Dewasa ini selain pemerintah, organisasi non pemerintah (NGO) juga memiliki posisi istimewa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tugas penting ini kini menjadi tanggung jawab bersama. Semua kalangan, elit politik hingga rakyat biasa harus berperan menjaga lingkungan hidup demi kehidupan manusia, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu tugas penting manusia untuk melanjutkan kehidupan di muka bumi adalah menjaga kelestarian lingkungan. Dewasa ini selain pemerintah, organisasi non pemerintah (NGO) juga memiliki posisi istimewa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tugas penting ini kini menjadi tanggung jawab bersama. Semua kalangan, elit politik hingga rakyat biasa harus berperan menjaga lingkungan hidup demi kehidupan manusia, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang.

</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 17 Apr 2018 15:47:27 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpo4089739042141g5.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i55246-mari_mengenal_lingkungan_(50)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpo4089739042141g5.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bpm6b51e8952b11ljy.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i55246-mari_mengenal_lingkungan_(50)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (49)</title>
        <description>Beberapa dekade lalu, pelestarian lingkungan hidup dan menjaga kebersihannya merupakan salah satu kebutuhan mendasar terpenting bagi kelangsungan hidup menjadi perhatian masyarakat internasional. Selanjutnya hak manusia untuk memiliki lingkungan yang aman dan sehat telah diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di samping hak-hak yang lain.

</description>
        <itunes:subtitle>Beberapa dekade lalu, pelestarian lingkungan hidup dan menjaga kebersihannya merupakan salah satu kebutuhan mendasar terpenting bagi kelangsungan hidup menjadi perhatian masyarakat internasional. Selanjutnya hak manusia untuk memiliki lingkungan yang aman dan sehat telah diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di samping hak-hak yang lain.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Beberapa dekade lalu, pelestarian lingkungan hidup dan menjaga kebersihannya merupakan salah satu kebutuhan mendasar terpenting bagi kelangsungan hidup menjadi perhatian masyarakat internasional. Selanjutnya hak manusia untuk memiliki lingkungan yang aman dan sehat telah diakui sebagai sebuah hak asasi manusia di samping hak-hak yang lain.

</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 04 Apr 2018 02:22:25 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpo509274281513e01.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i54462-mari_mengenal_lingkungan_(49)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpo509274281513e01.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn038bc2feae7u2da.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i54462-mari_mengenal_lingkungan_(49)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (48)</title>
        <description>KTT Bumi digelar di Brazil pada permulaan tahun 1992. Di KTT ini, dibahas isu perusakan lapisan ozon dan perubahan iklim. Pertemuan ini kemudian ditindaklanjuti di sidang Majelis Umum PBB tahun 2000 dan dihasilkan deklarasi milenium. Berdasarkan deklarasi ini, pemimpin 189 negara dunia mengagendakan pencapaian delapan butir deklarasi hingga tahun 2015 dan salah satu butir tersebut adalah menjamin kelestarian lingkungan hidup.

</description>
        <itunes:subtitle>KTT Bumi digelar di Brazil pada permulaan tahun 1992. Di KTT ini, dibahas isu perusakan lapisan ozon dan perubahan iklim. Pertemuan ini kemudian ditindaklanjuti di sidang Majelis Umum PBB tahun 2000 dan dihasilkan deklarasi milenium. Berdasarkan deklarasi ini, pemimpin 189 negara dunia mengagendakan pencapaian delapan butir deklarasi hingga tahun 2015 dan salah satu butir tersebut adalah menjamin kelestarian lingkungan hidup.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>KTT Bumi digelar di Brazil pada permulaan tahun 1992. Di KTT ini, dibahas isu perusakan lapisan ozon dan perubahan iklim. Pertemuan ini kemudian ditindaklanjuti di sidang Majelis Umum PBB tahun 2000 dan dihasilkan deklarasi milenium. Berdasarkan deklarasi ini, pemimpin 189 negara dunia mengagendakan pencapaian delapan butir deklarasi hingga tahun 2015 dan salah satu butir tersebut adalah menjamin kelestarian lingkungan hidup.

</itunes:summary>
        <pubDate>Sun, 18 Mar 2018 05:19:20 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpnb0d5450a0012qui.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i53569-mari_mengenal_lingkungan_(48)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpnb0d5450a0012qui.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn1989d818f03vat7.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i53569-mari_mengenal_lingkungan_(48)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (47)</title>
        <description>Isu pelestarian lingkungan hidup sebelumnya sekedar masalah dalam negeri dan terbatas pada wilayah negara masing-masing. Namun selama beberapa dekade terakhir, dan seiring dengan transfromasi luas politik, ekonomi, teknologi, sains dan lingkungan hidup di tingkat nasional dan internasional, wacana lingkungan mulai berubah dan isu pelestariannya mulai mendapat sorotan di tingkat global.

</description>
        <itunes:subtitle>Isu pelestarian lingkungan hidup sebelumnya sekedar masalah dalam negeri dan terbatas pada wilayah negara masing-masing. Namun selama beberapa dekade terakhir, dan seiring dengan transfromasi luas politik, ekonomi, teknologi, sains dan lingkungan hidup di tingkat nasional dan internasional, wacana lingkungan mulai berubah dan isu pelestariannya mulai mendapat sorotan di tingkat global.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Isu pelestarian lingkungan hidup sebelumnya sekedar masalah dalam negeri dan terbatas pada wilayah negara masing-masing. Namun selama beberapa dekade terakhir, dan seiring dengan transfromasi luas politik, ekonomi, teknologi, sains dan lingkungan hidup di tingkat nasional dan internasional, wacana lingkungan mulai berubah dan isu pelestariannya mulai mendapat sorotan di tingkat global.

</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 07 Mar 2018 01:56:57 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpnf461abda30128py.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i52901-mari_mengenal_lingkungan_(47)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpnf461abda30128py.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn28590d10ae3wruz.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i52901-mari_mengenal_lingkungan_(47)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (46)</title>
        <description>Bumi telah menjadi lokasi penimbunan limbah. Jika limbah ini didaur ulang, maka sampah tersebut dapat dimanfaatkan kembali. Sementara jika tidak didaur ulang dan tetap tertimbun, maka limbah ini akan mencemari lingkungan. Berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak adanya perhatian dalam mengumpulkan dan menimbun sampah, akan memicu 32 kendala lingkungan hidup.

</description>
        <itunes:subtitle>Bumi telah menjadi lokasi penimbunan limbah. Jika limbah ini didaur ulang, maka sampah tersebut dapat dimanfaatkan kembali. Sementara jika tidak didaur ulang dan tetap tertimbun, maka limbah ini akan mencemari lingkungan. Berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak adanya perhatian dalam mengumpulkan dan menimbun sampah, akan memicu 32 kendala lingkungan hidup.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Bumi telah menjadi lokasi penimbunan limbah. Jika limbah ini didaur ulang, maka sampah tersebut dapat dimanfaatkan kembali. Sementara jika tidak didaur ulang dan tetap tertimbun, maka limbah ini akan mencemari lingkungan. Berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak adanya perhatian dalam mengumpulkan dan menimbun sampah, akan memicu 32 kendala lingkungan hidup.

</itunes:summary>
        <pubDate>Fri, 02 Mar 2018 06:19:24 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpncda1f1077f120m0.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i52609-mari_mengenal_lingkungan_(46)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpncda1f1077f120m0.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmz1e31066098sytm.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i52609-mari_mengenal_lingkungan_(46)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (45)</title>
        <description>Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

</description>
        <itunes:subtitle>Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

</itunes:summary>
        <pubDate>Fri, 02 Mar 2018 06:13:20 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpn0e9dc626bb120l4.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i52605-mari_mengenal_lingkungan_(45)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpn0e9dc626bb120l4.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn16c48f0d554vcqz.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i52605-mari_mengenal_lingkungan_(45)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (44)</title>
        <description>Di pembahasan sebelumnya kami telah paparkan berbagai faktor yang dapat membantu penyelamatan lingkungan hidup. Namun menurut para pakar salah satu faktor utama yang merusak lingkungan hidup adalah penyebaran pola konsumsi yang keliru di tengah umat manusia. Dengan demikian wajar jika salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan hidup adalah mengubah pola konsumsi keliru di tengah masyarakat.</description>
        <itunes:subtitle>Di pembahasan sebelumnya kami telah paparkan berbagai faktor yang dapat membantu penyelamatan lingkungan hidup. Namun menurut para pakar salah satu faktor utama yang merusak lingkungan hidup adalah penyebaran pola konsumsi yang keliru di tengah umat manusia. Dengan demikian wajar jika salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan hidup adalah mengubah pola konsumsi keliru di tengah masyarakat.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Di pembahasan sebelumnya kami telah paparkan berbagai faktor yang dapat membantu penyelamatan lingkungan hidup. Namun menurut para pakar salah satu faktor utama yang merusak lingkungan hidup adalah penyebaran pola konsumsi yang keliru di tengah umat manusia. Dengan demikian wajar jika salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan hidup adalah mengubah pola konsumsi keliru di tengah masyarakat.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 14 Feb 2018 04:30:33 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpmb5119f1eed11aqu.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i51573-mari_mengenal_lingkungan_(44)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpmb5119f1eed11aqu.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn05cf263851duawu.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i51573-mari_mengenal_lingkungan_(44)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (43)</title>
        <description>Persoalan krisis global semakin komplek dan multidimensional salah satu masalah serius adalah kondisi ekologi atau lingkungan hidup, telah menjadi isu global yang melibatkan cara pandang manusia modern terhadap alam. Pada giliranya menuntut kesadaran politisi dunia dan memaksa para ahli pendidikan mengkonstruksi ulang kurikulum pendidikan, misalnya dengan mengintroduksi konsep keanekaragaman hayati dan kesadaran ekosistem pada berbagai bidang.</description>
        <itunes:subtitle>Persoalan krisis global semakin komplek dan multidimensional salah satu masalah serius adalah kondisi ekologi atau lingkungan hidup, telah menjadi isu global yang melibatkan cara pandang manusia modern terhadap alam. Pada giliranya menuntut kesadaran politisi dunia dan memaksa para ahli pendidikan mengkonstruksi ulang kurikulum pendidikan, misalnya dengan mengintroduksi konsep keanekaragaman hayati dan kesadaran ekosistem pada berbagai bidang.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Persoalan krisis global semakin komplek dan multidimensional salah satu masalah serius adalah kondisi ekologi atau lingkungan hidup, telah menjadi isu global yang melibatkan cara pandang manusia modern terhadap alam. Pada giliranya menuntut kesadaran politisi dunia dan memaksa para ahli pendidikan mengkonstruksi ulang kurikulum pendidikan, misalnya dengan mengintroduksi konsep keanekaragaman hayati dan kesadaran ekosistem pada berbagai bidang.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 07 Feb 2018 04:13:03 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpm75f33eb2b110yho.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i51123-mari_mengenal_lingkungan_(43)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpm75f33eb2b110yho.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bkc5686b75aecjjl1.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i51123-mari_mengenal_lingkungan_(43)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (42)</title>
        <description>Sebelumnya kami telah membahas pembangunan berkelanjutan di dunia modern sebagai salah satu strategi penting bagi pelestarian lingkungan hidup. Hari ini kami akan menyoroti peran perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dewasa ini lingkungan hidup menjadi salah satu pilar terpenting bagi pembangunan berkelanjutan di dunia dan untuk meraihnya diperlukan partisipasi sejati dan kesadaran masyarakat.</description>
        <itunes:subtitle>Sebelumnya kami telah membahas pembangunan berkelanjutan di dunia modern sebagai salah satu strategi penting bagi pelestarian lingkungan hidup. Hari ini kami akan menyoroti peran perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dewasa ini lingkungan hidup menjadi salah satu pilar terpenting bagi pembangunan berkelanjutan di dunia dan untuk meraihnya diperlukan partisipasi sejati dan kesadaran masyarakat.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Sebelumnya kami telah membahas pembangunan berkelanjutan di dunia modern sebagai salah satu strategi penting bagi pelestarian lingkungan hidup. Hari ini kami akan menyoroti peran perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dewasa ini lingkungan hidup menjadi salah satu pilar terpenting bagi pembangunan berkelanjutan di dunia dan untuk meraihnya diperlukan partisipasi sejati dan kesadaran masyarakat.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 24 Jan 2018 03:37:41 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bple97688c28f10byy.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i50357-mari_mengenal_lingkungan_(42)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bple97688c28f10byy.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn08544a51b3duloi.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i50357-mari_mengenal_lingkungan_(42)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (41)</title>
        <description>Pada kesempatan sebelumnya kami telah membicarakan pembangunan berkelanjutan sebagai salah satu strategi penting melestarikan lingkungan hidup di dunia modern. Kali ini kami akan mengajak Anda menyimak peran pemerintah dan berbagai lembaga  dunia di pembangunan berkelanjutan.</description>
        <itunes:subtitle>Pada kesempatan sebelumnya kami telah membicarakan pembangunan berkelanjutan sebagai salah satu strategi penting melestarikan lingkungan hidup di dunia modern. Kali ini kami akan mengajak Anda menyimak peran pemerintah dan berbagai lembaga  dunia di pembangunan berkelanjutan.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Pada kesempatan sebelumnya kami telah membicarakan pembangunan berkelanjutan sebagai salah satu strategi penting melestarikan lingkungan hidup di dunia modern. Kali ini kami akan mengajak Anda menyimak peran pemerintah dan berbagai lembaga  dunia di pembangunan berkelanjutan.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 17 Jan 2018 04:20:25 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpld8a40d328110182.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i49989-mari_mengenal_lingkungan_(41)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpld8a40d328110182.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk5613f48e8fa85a1.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i49989-mari_mengenal_lingkungan_(41)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (40)</title>
        <description>Pada seri sebelumnya kita telah membahas bersama sejumlah faktor yang merusak lingkungan hidup. Faktor-faktor yang mengancam kondisi lingkungan hidup dewasa ini. Saat ini banyak elit politik mulai berpikir untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan demi merekonstruksi kerusakan lingkungan hidup baik yang diakibatkan oleh alam ataupun ulah manusia. Namun apa maksud dari pembangunan berkelanjutan dan dampaknya bagi perbaikan lingkungan hidup?</description>
        <itunes:subtitle>Pada seri sebelumnya kita telah membahas bersama sejumlah faktor yang merusak lingkungan hidup. Faktor-faktor yang mengancam kondisi lingkungan hidup dewasa ini. Saat ini banyak elit politik mulai berpikir untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan demi merekonstruksi kerusakan lingkungan hidup baik yang diakibatkan oleh alam ataupun ulah manusia. Namun apa maksud dari pembangunan berkelanjutan dan dampaknya bagi perbaikan lingkungan hidup?</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Pada seri sebelumnya kita telah membahas bersama sejumlah faktor yang merusak lingkungan hidup. Faktor-faktor yang mengancam kondisi lingkungan hidup dewasa ini. Saat ini banyak elit politik mulai berpikir untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan demi merekonstruksi kerusakan lingkungan hidup baik yang diakibatkan oleh alam ataupun ulah manusia. Namun apa maksud dari pembangunan berkelanjutan dan dampaknya bagi perbaikan lingkungan hidup?</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 16 Jan 2018 08:49:29 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bplba5d3c09b610104.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i49941-mari_mengenal_lingkungan_(40)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bplba5d3c09b610104.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn2122961077dwrzt.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i49941-mari_mengenal_lingkungan_(40)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (39)</title>
        <description>Ketika Adam diturunkan ke bumi, Allah Swt telah menyerahkan bumi sebagai amanat kepada manusia untuk memanfaatkan nikmat-nikmat Ilahi serta bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Namun sangat disayangkan, manusia bukan saja tidak menghargai bumi dan lingkungan hidup serta bersyukur atas nikmat besar ini. Manusia yang dengan kemurahan Allah ditetapkan sebagai khalifah di bumi ternyata sangat congkak dan tak segan-segan menyiksa makhluk hidup lainnya.</description>
        <itunes:subtitle>Ketika Adam diturunkan ke bumi, Allah Swt telah menyerahkan bumi sebagai amanat kepada manusia untuk memanfaatkan nikmat-nikmat Ilahi serta bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Namun sangat disayangkan, manusia bukan saja tidak menghargai bumi dan lingkungan hidup serta bersyukur atas nikmat besar ini. Manusia yang dengan kemurahan Allah ditetapkan sebagai khalifah di bumi ternyata sangat congkak dan tak segan-segan menyiksa makhluk hidup lainnya.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Ketika Adam diturunkan ke bumi, Allah Swt telah menyerahkan bumi sebagai amanat kepada manusia untuk memanfaatkan nikmat-nikmat Ilahi serta bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Namun sangat disayangkan, manusia bukan saja tidak menghargai bumi dan lingkungan hidup serta bersyukur atas nikmat besar ini. Manusia yang dengan kemurahan Allah ditetapkan sebagai khalifah di bumi ternyata sangat congkak dan tak segan-segan menyiksa makhluk hidup lainnya.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 03 Jan 2018 04:37:37 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bpl25d03a94c6zft4.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i49183-mari_mengenal_lingkungan_(39)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bpl25d03a94c6zft4.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn208a5a34b4bx1a2.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i49183-mari_mengenal_lingkungan_(39)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (38)</title>
        <description>Selama beberapa dekade lalu terjadi bencana besar di lingkungan hidup dunia. Dampak dari bencana ini menyedot perhatian masyarakat internasional terkait pentingnya kajian lingkungan hidup. Salah satu bencana terbesar di sejarah adalah Bencana Bhopal (Bhopal Disaster). Bencana Bhopal adalah kecelakaan industri yang terjadi pada tanggal 3 Desember 1984, di Bhopal, India.</description>
        <itunes:subtitle>Selama beberapa dekade lalu terjadi bencana besar di lingkungan hidup dunia. Dampak dari bencana ini menyedot perhatian masyarakat internasional terkait pentingnya kajian lingkungan hidup. Salah satu bencana terbesar di sejarah adalah Bencana Bhopal (Bhopal Disaster). Bencana Bhopal adalah kecelakaan industri yang terjadi pada tanggal 3 Desember 1984, di Bhopal, India.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Selama beberapa dekade lalu terjadi bencana besar di lingkungan hidup dunia. Dampak dari bencana ini menyedot perhatian masyarakat internasional terkait pentingnya kajian lingkungan hidup. Salah satu bencana terbesar di sejarah adalah Bencana Bhopal (Bhopal Disaster). Bencana Bhopal adalah kecelakaan industri yang terjadi pada tanggal 3 Desember 1984, di Bhopal, India.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 27 Dec 2017 00:55:01 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn439456f506cz4h8.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i48755-mari_mengenal_lingkungan_(38)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn439456f506cz4h8.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmw4aef26e0a6pvri.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i48755-mari_mengenal_lingkungan_(38)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (37)</title>
        <description>Salah satu energi terpenting di abad terakhir dan mendapat perhatian besar umat manusia adalah energi nuklir. Energi nuklir dewasa ini memiliki penggunaan besar di berbagai bidang, di mana kehidupan manusia tanpa sumber energi ini sepertinya tidak mungkin. Namun di samping manfaat besar, energi nuklir memiliki cacad dan kendala besar. Salah satunya adalah limbah nuklir.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu energi terpenting di abad terakhir dan mendapat perhatian besar umat manusia adalah energi nuklir. Energi nuklir dewasa ini memiliki penggunaan besar di berbagai bidang, di mana kehidupan manusia tanpa sumber energi ini sepertinya tidak mungkin. Namun di samping manfaat besar, energi nuklir memiliki cacad dan kendala besar. Salah satunya adalah limbah nuklir.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu energi terpenting di abad terakhir dan mendapat perhatian besar umat manusia adalah energi nuklir. Energi nuklir dewasa ini memiliki penggunaan besar di berbagai bidang, di mana kehidupan manusia tanpa sumber energi ini sepertinya tidak mungkin. Namun di samping manfaat besar, energi nuklir memiliki cacad dan kendala besar. Salah satunya adalah limbah nuklir.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 20 Dec 2017 02:57:38 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn4e961ef1b4eytyw.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i48441-mari_mengenal_lingkungan_(37)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn4e961ef1b4eytyw.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bkc5686b75aecjjl1.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i48441-mari_mengenal_lingkungan_(37)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (36)</title>
        <description>Salah satu isu biogensesis di bumi dan upaya beragam satwa memenuhi kebutuhannya adalah produksi sampah. Pada awalnya sampah merupakan bagian dari mata rantai makanan dan mata rantai ini dapat dicerna oleh alam hingga manusia menemukan beragam teknologi termasuk industri pengolahan. Dengan memanfaatkan sumber alam sebagai bahan baku, manusia telah mempersempit ruang bagi makhluk lainnya.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu isu biogensesis di bumi dan upaya beragam satwa memenuhi kebutuhannya adalah produksi sampah. Pada awalnya sampah merupakan bagian dari mata rantai makanan dan mata rantai ini dapat dicerna oleh alam hingga manusia menemukan beragam teknologi termasuk industri pengolahan. Dengan memanfaatkan sumber alam sebagai bahan baku, manusia telah mempersempit ruang bagi makhluk lainnya.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu isu biogensesis di bumi dan upaya beragam satwa memenuhi kebutuhannya adalah produksi sampah. Pada awalnya sampah merupakan bagian dari mata rantai makanan dan mata rantai ini dapat dicerna oleh alam hingga manusia menemukan beragam teknologi termasuk industri pengolahan. Dengan memanfaatkan sumber alam sebagai bahan baku, manusia telah mempersempit ruang bagi makhluk lainnya.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 13 Dec 2017 01:27:41 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn4317a75050ayj74.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i48109-mari_mengenal_lingkungan_(36)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn4317a75050ayj74.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn0fb94c475fcuc84.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i48109-mari_mengenal_lingkungan_(36)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (35)</title>
        <description>Salah satu korban terbesar perang era modern adalah sumber alam dan lingkungan hidup. Di sejumlah kasus dampak dari krisis ini baru muncul setelah bertahun-tahun pasca perang. Salah satu contoh nyata dalam kasus ini adalah perang yang dikobarkan rezim Zionis Israel di Lebanon selatan dan Jalur Gaza.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu korban terbesar perang era modern adalah sumber alam dan lingkungan hidup. Di sejumlah kasus dampak dari krisis ini baru muncul setelah bertahun-tahun pasca perang. Salah satu contoh nyata dalam kasus ini adalah perang yang dikobarkan rezim Zionis Israel di Lebanon selatan dan Jalur Gaza.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu korban terbesar perang era modern adalah sumber alam dan lingkungan hidup. Di sejumlah kasus dampak dari krisis ini baru muncul setelah bertahun-tahun pasca perang. Salah satu contoh nyata dalam kasus ini adalah perang yang dikobarkan rezim Zionis Israel di Lebanon selatan dan Jalur Gaza.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 29 Nov 2017 02:08:05 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn366e8ba169dxx40.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i47439-mari_mengenal_lingkungan_(35)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn366e8ba169dxx40.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmz3c4a9b7578toqi.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i47439-mari_mengenal_lingkungan_(35)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (34)</title>
        <description>Salah satu fenomena buruk yang kerap disaksikan dunia adalah perang yang dikobarkan dengan dalih menjamin keamanan, keadilan dan perdamaian. Selama perang, korban tewas dan terluka baik dari kalangan sipil maupun militer tak dapat dihindari. Selain itu perang juga merusak kota, desa dan sumber kehidupan warga. Tapi uniknya dampak konfrontasi selama perang dan sesudahnya terhadap lingkungan hidup belum pernah dirilis.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu fenomena buruk yang kerap disaksikan dunia adalah perang yang dikobarkan dengan dalih menjamin keamanan, keadilan dan perdamaian. Selama perang, korban tewas dan terluka baik dari kalangan sipil maupun militer tak dapat dihindari. Selain itu perang juga merusak kota, desa dan sumber kehidupan warga. Tapi uniknya dampak konfrontasi selama perang dan sesudahnya terhadap lingkungan hidup belum pernah dirilis.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu fenomena buruk yang kerap disaksikan dunia adalah perang yang dikobarkan dengan dalih menjamin keamanan, keadilan dan perdamaian. Selama perang, korban tewas dan terluka baik dari kalangan sipil maupun militer tak dapat dihindari. Selain itu perang juga merusak kota, desa dan sumber kehidupan warga. Tapi uniknya dampak konfrontasi selama perang dan sesudahnya terhadap lingkungan hidup belum pernah dirilis.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 22 Nov 2017 02:43:10 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn3a4abc834a0xmp1.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i47097-mari_mengenal_lingkungan_(34)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn3a4abc834a0xmp1.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn3ff6b591380x6sb.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i47097-mari_mengenal_lingkungan_(34)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (33)</title>
        <description>Jumlah penduduk selalu bertambah sehingga kepadatan populasi terus meningkat. Hal ini akan berpengaruh pada daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan yang terbatas menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya alam, terjadinya pencemaran, dan timbul persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam. Selain itu pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa diikuti pertumbuhan ekonomi yang seimbang sering kali hanya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas rendah. </description>
        <itunes:subtitle>Jumlah penduduk selalu bertambah sehingga kepadatan populasi terus meningkat. Hal ini akan berpengaruh pada daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan yang terbatas menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya alam, terjadinya pencemaran, dan timbul persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam. Selain itu pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa diikuti pertumbuhan ekonomi yang seimbang sering kali hanya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas rendah. </itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Jumlah penduduk selalu bertambah sehingga kepadatan populasi terus meningkat. Hal ini akan berpengaruh pada daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan yang terbatas menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya alam, terjadinya pencemaran, dan timbul persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam. Selain itu pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa diikuti pertumbuhan ekonomi yang seimbang sering kali hanya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas rendah. </itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 15 Nov 2017 01:23:57 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn35d5f9abff7xecy.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46814-mari_mengenal_lingkungan_(33)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn35d5f9abff7xecy.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmw40d311ed4fp3iw.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46814-mari_mengenal_lingkungan_(33)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (32)</title>
        <description>Kerusakan lingkungan disebabkan oleh banyak faktor, terutama ulah manusia yang tidak bersahabat dengan lingkungan itu sendiri. Manusia seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi mereka justru merusak lingkungan. Mereka cenderung mengambil kekayaan alam seenaknya sehingga menimbulkan kerusakan dan polusi.</description>
        <itunes:subtitle>Kerusakan lingkungan disebabkan oleh banyak faktor, terutama ulah manusia yang tidak bersahabat dengan lingkungan itu sendiri. Manusia seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi mereka justru merusak lingkungan. Mereka cenderung mengambil kekayaan alam seenaknya sehingga menimbulkan kerusakan dan polusi.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Kerusakan lingkungan disebabkan oleh banyak faktor, terutama ulah manusia yang tidak bersahabat dengan lingkungan itu sendiri. Manusia seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi mereka justru merusak lingkungan. Mereka cenderung mengambil kekayaan alam seenaknya sehingga menimbulkan kerusakan dan polusi.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 08 Nov 2017 00:26:51 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn3b6fb2d99e1x895.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46621-mari_mengenal_lingkungan_(32)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn3b6fb2d99e1x895.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmz3e1e718277tnay.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46621-mari_mengenal_lingkungan_(32)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (31)</title>
        <description>Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. </description>
        <itunes:subtitle>Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. </itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. </itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 01 Nov 2017 00:29:20 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn337b7a21c2ex2wb.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46427-mari_mengenal_lingkungan_(31)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn337b7a21c2ex2wb.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmzd8a66b8fact6ok.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46427-mari_mengenal_lingkungan_(31)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (30)</title>
        <description>Keanekaragaman hayati merujuk pada berbagai kehidupan di Bumi di semua tingkatan, dari gen hingga ekosistem, dan proses ekologi dan evolusi yang mempertahankannya. Keanekaragaman hayati meliputi tidak hanya spesies yang kita pertimbangkan langka, terancam, atau hampir punah, tetapi setiap organisme yang bahkan kita masih tahu sedikit tentang mereka, seperti mikroba, jamur, dan invertebrata.</description>
        <itunes:subtitle>Keanekaragaman hayati merujuk pada berbagai kehidupan di Bumi di semua tingkatan, dari gen hingga ekosistem, dan proses ekologi dan evolusi yang mempertahankannya. Keanekaragaman hayati meliputi tidak hanya spesies yang kita pertimbangkan langka, terancam, atau hampir punah, tetapi setiap organisme yang bahkan kita masih tahu sedikit tentang mereka, seperti mikroba, jamur, dan invertebrata.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Keanekaragaman hayati merujuk pada berbagai kehidupan di Bumi di semua tingkatan, dari gen hingga ekosistem, dan proses ekologi dan evolusi yang mempertahankannya. Keanekaragaman hayati meliputi tidak hanya spesies yang kita pertimbangkan langka, terancam, atau hampir punah, tetapi setiap organisme yang bahkan kita masih tahu sedikit tentang mereka, seperti mikroba, jamur, dan invertebrata.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 25 Oct 2017 00:12:16 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn274589f598bwxld.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46248-mari_mengenal_lingkungan_(30)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn274589f598bwxld.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn2ee703fa89fwruv.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46248-mari_mengenal_lingkungan_(30)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (29)</title>
        <description>Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah. Ada dua faktor penyebab keanekaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme. Sebaliknya, faktor luar relatif stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme.</description>
        <itunes:subtitle>Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah. Ada dua faktor penyebab keanekaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme. Sebaliknya, faktor luar relatif stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah. Ada dua faktor penyebab keanekaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor luar. Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme. Sebaliknya, faktor luar relatif stabil pengaruhnya terhadap morfologi organisme.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 18 Oct 2017 00:21:07 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn2b3e6edddeawsfm.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46078-mari_mengenal_lingkungan_(29)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn2b3e6edddeawsfm.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn0612b1174e7uloe.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i46078-mari_mengenal_lingkungan_(29)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (27)</title>
        <description>Pemanasan global sampai saat ini masih menjadi kendala utama yang memicu kekhawatiran para pakar. Menurut mereka faktor terbesar yang memicu pemanasan global adalah meningkatnya gas karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar fosil yang memproduksi 24 persen dari total karbon dioksida di bumi. Masih menurut mereka, setelah bahan bakar fosil, musnahnya hutan dan penggundulan paru-paru bumi ini juga menjadi pemicu pemanasan suhu bumi.</description>
        <itunes:subtitle>Pemanasan global sampai saat ini masih menjadi kendala utama yang memicu kekhawatiran para pakar. Menurut mereka faktor terbesar yang memicu pemanasan global adalah meningkatnya gas karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar fosil yang memproduksi 24 persen dari total karbon dioksida di bumi. Masih menurut mereka, setelah bahan bakar fosil, musnahnya hutan dan penggundulan paru-paru bumi ini juga menjadi pemicu pemanasan suhu bumi.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Pemanasan global sampai saat ini masih menjadi kendala utama yang memicu kekhawatiran para pakar. Menurut mereka faktor terbesar yang memicu pemanasan global adalah meningkatnya gas karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar fosil yang memproduksi 24 persen dari total karbon dioksida di bumi. Masih menurut mereka, setelah bahan bakar fosil, musnahnya hutan dan penggundulan paru-paru bumi ini juga menjadi pemicu pemanasan suhu bumi.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 04 Oct 2017 00:16:41 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn2dbd5b3063dw8vf.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i45333-mari_mengenal_lingkungan_(27)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn2dbd5b3063dw8vf.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn17e9ab98300vat9.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i45333-mari_mengenal_lingkungan_(27)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (26)</title>
        <description>Salah satu dari dampak polusi udara adalah kerusakan lapisan ozon. Lapisan Ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 km (12 - 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozo</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu dari dampak polusi udara adalah kerusakan lapisan ozon. Lapisan Ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 km (12 - 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozo</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu dari dampak polusi udara adalah kerusakan lapisan ozon. Lapisan Ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 km (12 - 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozo</itunes:summary>
        <pubDate>Thu, 21 Sep 2017 03:48:45 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn10960bf2f2evq5d.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i44667-mari_mengenal_lingkungan_(26)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn10960bf2f2evq5d.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk7882396c8e79s2g.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i44667-mari_mengenal_lingkungan_(26)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (25)</title>
        <description>El Nino merupakan suatu fenomena perubahan iklim yang secara global yang diakibatkan karena memanasnya suhu di permukaan air laut Pasifik bagian timur. terjadinya El Nino ini dapat diketahui secara kasat mata oleh orang- orang. Orang yang paling sering melihat peristiwa El Nino ini terjadi adalah para nelayan dari Peru ataupun Ekuador. Biasanya peristiwa seperti ini akan berlangsung menjelang bulan Desember.</description>
        <itunes:subtitle>El Nino merupakan suatu fenomena perubahan iklim yang secara global yang diakibatkan karena memanasnya suhu di permukaan air laut Pasifik bagian timur. terjadinya El Nino ini dapat diketahui secara kasat mata oleh orang- orang. Orang yang paling sering melihat peristiwa El Nino ini terjadi adalah para nelayan dari Peru ataupun Ekuador. Biasanya peristiwa seperti ini akan berlangsung menjelang bulan Desember.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>El Nino merupakan suatu fenomena perubahan iklim yang secara global yang diakibatkan karena memanasnya suhu di permukaan air laut Pasifik bagian timur. terjadinya El Nino ini dapat diketahui secara kasat mata oleh orang- orang. Orang yang paling sering melihat peristiwa El Nino ini terjadi adalah para nelayan dari Peru ataupun Ekuador. Biasanya peristiwa seperti ini akan berlangsung menjelang bulan Desember.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 12 Sep 2017 22:29:31 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn1ff8a03e28avdk3.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i44181-mari_mengenal_lingkungan_(25)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn1ff8a03e28avdk3.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk2b9f998934b43gg.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i44181-mari_mengenal_lingkungan_(25)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (24)</title>
        <description>Salah satu dari dampak polusi udara adalah perubahan iklim yang dewasa ini menjadi perhatian serius dunia. Banyak upaya untuk menanggulangi perubahan iklim dan pemanasan global, salah satunya adalah konferensi perubahan iklim di Paris. Gerakan global untuk menangani perubahan iklim di dunia sampai saat ini masih banyak mendapat ganjalan, khususnya dari negara-negara produsen gas rumah kaca.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu dari dampak polusi udara adalah perubahan iklim yang dewasa ini menjadi perhatian serius dunia. Banyak upaya untuk menanggulangi perubahan iklim dan pemanasan global, salah satunya adalah konferensi perubahan iklim di Paris. Gerakan global untuk menangani perubahan iklim di dunia sampai saat ini masih banyak mendapat ganjalan, khususnya dari negara-negara produsen gas rumah kaca.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu dari dampak polusi udara adalah perubahan iklim yang dewasa ini menjadi perhatian serius dunia. Banyak upaya untuk menanggulangi perubahan iklim dan pemanasan global, salah satunya adalah konferensi perubahan iklim di Paris. Gerakan global untuk menangani perubahan iklim di dunia sampai saat ini masih banyak mendapat ganjalan, khususnya dari negara-negara produsen gas rumah kaca.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 05 Sep 2017 22:45:59 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn10775be79a0v3we.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i43822-mari_mengenal_lingkungan_(24)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn10775be79a0v3we.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmw4aef26e0a6pvri.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i43822-mari_mengenal_lingkungan_(24)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (23)</title>
        <description>Hujan merupakan anugera Ilahi bukan hanya bagi manusia, tapi juga bagi alam dan membuatnya hidup serta segar. Tetesan hujan seakan-akan menyambungkan akar bumi dan langit dan mementaskan kekuatan abadi Tuhan serta rahmat-Nya yang tak pernah putus.</description>
        <itunes:subtitle>Hujan merupakan anugera Ilahi bukan hanya bagi manusia, tapi juga bagi alam dan membuatnya hidup serta segar. Tetesan hujan seakan-akan menyambungkan akar bumi dan langit dan mementaskan kekuatan abadi Tuhan serta rahmat-Nya yang tak pernah putus.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Hujan merupakan anugera Ilahi bukan hanya bagi manusia, tapi juga bagi alam dan membuatnya hidup serta segar. Tetesan hujan seakan-akan menyambungkan akar bumi dan langit dan mementaskan kekuatan abadi Tuhan serta rahmat-Nya yang tak pernah putus.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 29 Aug 2017 22:02:21 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn0603e99105duyf6.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i43602-mari_mengenal_lingkungan_(23)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn0603e99105duyf6.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmz24779cc48at2qm.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i43602-mari_mengenal_lingkungan_(23)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (22)</title>
        <description>Sejak era revolusi industri yang ditandai dengan penggunaan besar-besaran bahan bakar fosil hingga kini, manusia memainkan peran vital dalam proses perubahan iklim dan pemanasan global melalui penyebaran gas rumah kaca. Dewasa ini apa yang kita produksi, konsumsi atau kita buang sama halnya dengan penyebaran gas rumah kaca.</description>
        <itunes:subtitle>Sejak era revolusi industri yang ditandai dengan penggunaan besar-besaran bahan bakar fosil hingga kini, manusia memainkan peran vital dalam proses perubahan iklim dan pemanasan global melalui penyebaran gas rumah kaca. Dewasa ini apa yang kita produksi, konsumsi atau kita buang sama halnya dengan penyebaran gas rumah kaca.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Sejak era revolusi industri yang ditandai dengan penggunaan besar-besaran bahan bakar fosil hingga kini, manusia memainkan peran vital dalam proses perubahan iklim dan pemanasan global melalui penyebaran gas rumah kaca. Dewasa ini apa yang kita produksi, konsumsi atau kita buang sama halnya dengan penyebaran gas rumah kaca.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 22 Aug 2017 22:18:58 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn0e836a7e424uo1g.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i43218-mari_mengenal_lingkungan_(22)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn0e836a7e424uo1g.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmzd4e8166a16skvc.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i43218-mari_mengenal_lingkungan_(22)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (21)</title>
        <description>Salah satu isu terbaru selama beberapa dekade terakhir dan senantiasa menjadi pembahasan serius di bidang lingkungan hidup adalah Gas Rumah Kaca. Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu isu terbaru selama beberapa dekade terakhir dan senantiasa menjadi pembahasan serius di bidang lingkungan hidup adalah Gas Rumah Kaca. Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu isu terbaru selama beberapa dekade terakhir dan senantiasa menjadi pembahasan serius di bidang lingkungan hidup adalah Gas Rumah Kaca. Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 15 Aug 2017 23:47:20 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn060bbe03cceudq0.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i42832-mari_mengenal_lingkungan_(21)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn060bbe03cceudq0.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bn0eb90bc12daudpy.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i42832-mari_mengenal_lingkungan_(21)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (20)</title>
        <description>Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Manusia setiap harinya bernafas minimal 22000 kali dan membutuhkan sekitar 15 kg udara dalam sehari. Biasanya manusia akan mampu bertahan hidup selama lima pekan tanpa makan dan lima hari tanpa minum, namun tanpa udara, manusia bahkan tidak bisa hidup walau hanya lima menit.</description>
        <itunes:subtitle>Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Manusia setiap harinya bernafas minimal 22000 kali dan membutuhkan sekitar 15 kg udara dalam sehari. Biasanya manusia akan mampu bertahan hidup selama lima pekan tanpa makan dan lima hari tanpa minum, namun tanpa udara, manusia bahkan tidak bisa hidup walau hanya lima menit.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Manusia setiap harinya bernafas minimal 22000 kali dan membutuhkan sekitar 15 kg udara dalam sehari. Biasanya manusia akan mampu bertahan hidup selama lima pekan tanpa makan dan lima hari tanpa minum, namun tanpa udara, manusia bahkan tidak bisa hidup walau hanya lima menit.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 08 Aug 2017 22:38:41 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn0e0f0680d66u3pm.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i42462-mari_mengenal_lingkungan_(20)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn0e0f0680d66u3pm.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bkc5686b75aecjjl1.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i42462-mari_mengenal_lingkungan_(20)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (19)</title>
        <description>Tahun 1987, laporan dengan tajuk Masa Depan Kita Bersama dirilis oleh Universitas Oxford. Laporan ini menyebutkan, “Bumi satu, namun dunia beragam. Kita semua bergantung pada satu sandaran. Semua masyarakat dan setiap negara berusaha melanggengkan eksistensinya dan meraih kebahagiaan tanpa memperhatikan dampak dari usaha mereka.” Proses cepat penggurunan selama beberapa dekade lalu menjadi bukti dari laporan Oxford.</description>
        <itunes:subtitle>Tahun 1987, laporan dengan tajuk Masa Depan Kita Bersama dirilis oleh Universitas Oxford. Laporan ini menyebutkan, “Bumi satu, namun dunia beragam. Kita semua bergantung pada satu sandaran. Semua masyarakat dan setiap negara berusaha melanggengkan eksistensinya dan meraih kebahagiaan tanpa memperhatikan dampak dari usaha mereka.” Proses cepat penggurunan selama beberapa dekade lalu menjadi bukti dari laporan Oxford.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Tahun 1987, laporan dengan tajuk Masa Depan Kita Bersama dirilis oleh Universitas Oxford. Laporan ini menyebutkan, “Bumi satu, namun dunia beragam. Kita semua bergantung pada satu sandaran. Semua masyarakat dan setiap negara berusaha melanggengkan eksistensinya dan meraih kebahagiaan tanpa memperhatikan dampak dari usaha mereka.” Proses cepat penggurunan selama beberapa dekade lalu menjadi bukti dari laporan Oxford.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 01 Aug 2017 22:14:24 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bn0dc2a007f26tsv4.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i42062-mari_mengenal_lingkungan_(19)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bn0dc2a007f26tsv4.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmwf6522ea87dpvrk.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i42062-mari_mengenal_lingkungan_(19)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (18)</title>
        <description>Sebelumnya kita telah membicarakan fenomena haze atau badai pasir serta debu di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir yang kerap terjadi dan volumenya lebih tinggi ketimbang wilayah dunia lainnya.</description>
        <itunes:subtitle>Sebelumnya kita telah membicarakan fenomena haze atau badai pasir serta debu di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir yang kerap terjadi dan volumenya lebih tinggi ketimbang wilayah dunia lainnya.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Sebelumnya kita telah membicarakan fenomena haze atau badai pasir serta debu di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir yang kerap terjadi dan volumenya lebih tinggi ketimbang wilayah dunia lainnya.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 25 Jul 2017 22:07:12 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmzd1b56f6b02tj6a.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i41664-mari_mengenal_lingkungan_(18)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmzd1b56f6b02tj6a.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmz82e8638a0ftd1a.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i41664-mari_mengenal_lingkungan_(18)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (17)</title>
        <description>Salah satu dampak berbahaya dari erosi tanah dan desertifikasi adalah fenomen Haze. Haze adalah Haze adalah kekaburan udara yang disebabkan oleh partikel-partikel kering yang sangat kecil dan melayang-layang di udara sehingga menyebabkan jarak pandang (visibility) berkurang. Haze ini sangat berpengaruh pada bidang-bidang yang membutuhkan jarak pandang panjang contohnya di bidang transportasi seperti penerbangan dan maritim.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu dampak berbahaya dari erosi tanah dan desertifikasi adalah fenomen Haze. Haze adalah Haze adalah kekaburan udara yang disebabkan oleh partikel-partikel kering yang sangat kecil dan melayang-layang di udara sehingga menyebabkan jarak pandang (visibility) berkurang. Haze ini sangat berpengaruh pada bidang-bidang yang membutuhkan jarak pandang panjang contohnya di bidang transportasi seperti penerbangan dan maritim.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu dampak berbahaya dari erosi tanah dan desertifikasi adalah fenomen Haze. Haze adalah Haze adalah kekaburan udara yang disebabkan oleh partikel-partikel kering yang sangat kecil dan melayang-layang di udara sehingga menyebabkan jarak pandang (visibility) berkurang. Haze ini sangat berpengaruh pada bidang-bidang yang membutuhkan jarak pandang panjang contohnya di bidang transportasi seperti penerbangan dan maritim.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 18 Jul 2017 22:57:30 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmzd719539f0ct8ye.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i41286-mari_mengenal_lingkungan_(17)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmzd719539f0ct8ye.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmte8bc08ffbclita.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i41286-mari_mengenal_lingkungan_(17)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (16)</title>
        <description>Desertifikasi secara global memiliki arti peningkatan ekosistem kering dan gurun akibat aktivitas manusia atau faktor alam. Faktor-faktor tersebut mencakup pertanian non standar, penambangan, pengembalaan ternak yang berlebihan, penebangan hutan, perusakan tunas tanaman, penghancuran padang rumput serta perubahan iklim. Desertifikasi dan erosi tanah di dunia setiap tahunnya mengakibatkan kerugian sebesar 490 miliar dolar bagi perekonomian dunia.</description>
        <itunes:subtitle>Desertifikasi secara global memiliki arti peningkatan ekosistem kering dan gurun akibat aktivitas manusia atau faktor alam. Faktor-faktor tersebut mencakup pertanian non standar, penambangan, pengembalaan ternak yang berlebihan, penebangan hutan, perusakan tunas tanaman, penghancuran padang rumput serta perubahan iklim. Desertifikasi dan erosi tanah di dunia setiap tahunnya mengakibatkan kerugian sebesar 490 miliar dolar bagi perekonomian dunia.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Desertifikasi secara global memiliki arti peningkatan ekosistem kering dan gurun akibat aktivitas manusia atau faktor alam. Faktor-faktor tersebut mencakup pertanian non standar, penambangan, pengembalaan ternak yang berlebihan, penebangan hutan, perusakan tunas tanaman, penghancuran padang rumput serta perubahan iklim. Desertifikasi dan erosi tanah di dunia setiap tahunnya mengakibatkan kerugian sebesar 490 miliar dolar bagi perekonomian dunia.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 11 Jul 2017 22:58:35 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmz82f1a9113cszpq.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i40912-mari_mengenal_lingkungan_(16)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmz82f1a9113cszpq.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmwf6522ea87dpvrk.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i40912-mari_mengenal_lingkungan_(16)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (15)</title>
        <description>Desertifikasi (penggurunan) adalah kondisi dimana tanah semakin kering karena kekurangan air yang dipicu oleh ulah manusia, pemanasan global dan perubahan iklim. Luas lahan kering (dryland) atau ekosistem yang dicirikan oleh kondisi kekurangan air saat ini mencapai 40% lahan dunia, termasuk di dalamnya lahan garapan, padang rumput, sabana dan padang pasir.</description>
        <itunes:subtitle>Desertifikasi (penggurunan) adalah kondisi dimana tanah semakin kering karena kekurangan air yang dipicu oleh ulah manusia, pemanasan global dan perubahan iklim. Luas lahan kering (dryland) atau ekosistem yang dicirikan oleh kondisi kekurangan air saat ini mencapai 40% lahan dunia, termasuk di dalamnya lahan garapan, padang rumput, sabana dan padang pasir.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Desertifikasi (penggurunan) adalah kondisi dimana tanah semakin kering karena kekurangan air yang dipicu oleh ulah manusia, pemanasan global dan perubahan iklim. Luas lahan kering (dryland) atau ekosistem yang dicirikan oleh kondisi kekurangan air saat ini mencapai 40% lahan dunia, termasuk di dalamnya lahan garapan, padang rumput, sabana dan padang pasir.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 04 Jul 2017 22:15:22 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmzf8dbc9267aspji.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i40524-mari_mengenal_lingkungan_(15)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmzf8dbc9267aspji.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmy1a95135f16rcj4.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i40524-mari_mengenal_lingkungan_(15)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (14)</title>
        <description>Setelah air dan udara, unsur lain dan penting yang membentuk lingkungan hidup adalah tanah. Tanah selain tempat kehidupan makhluk darat, khususnya manusia, juga termasuk lingkungan spesial bagi beragam kehidupan flora dan fauna, termasuk tanaman.</description>
        <itunes:subtitle>Setelah air dan udara, unsur lain dan penting yang membentuk lingkungan hidup adalah tanah. Tanah selain tempat kehidupan makhluk darat, khususnya manusia, juga termasuk lingkungan spesial bagi beragam kehidupan flora dan fauna, termasuk tanaman.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Setelah air dan udara, unsur lain dan penting yang membentuk lingkungan hidup adalah tanah. Tanah selain tempat kehidupan makhluk darat, khususnya manusia, juga termasuk lingkungan spesial bagi beragam kehidupan flora dan fauna, termasuk tanaman.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 27 Jun 2017 22:27:03 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmy5f415e4b44sf70.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i40180-mari_mengenal_lingkungan_(14)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmy5f415e4b44sf70.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmw4aef26e0a6pvri.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i40180-mari_mengenal_lingkungan_(14)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (13)</title>
        <description>Reklamasi daratan atau yang kerap disebut reklamasi adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai.</description>
        <itunes:subtitle>Reklamasi daratan atau yang kerap disebut reklamasi adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Reklamasi daratan atau yang kerap disebut reklamasi adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 23 May 2017 21:02:41 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmx6943aa0489qye6.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i38150-mari_mengenal_lingkungan_(13)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmx6943aa0489qye6.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk5a58bef40167zfv.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i38150-mari_mengenal_lingkungan_(13)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (12)</title>
        <description>Pencemaran air laut akibat tumpahan minyak sering terjadi. Banyak hal yang menjadi penyebab seperti meledaknya anjungan minyak lepas pantai, kecelakaan kapal tanker, operasi kapal tanker, dan bangunan lepas pantai.</description>
        <itunes:subtitle>Pencemaran air laut akibat tumpahan minyak sering terjadi. Banyak hal yang menjadi penyebab seperti meledaknya anjungan minyak lepas pantai, kecelakaan kapal tanker, operasi kapal tanker, dan bangunan lepas pantai.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Pencemaran air laut akibat tumpahan minyak sering terjadi. Banyak hal yang menjadi penyebab seperti meledaknya anjungan minyak lepas pantai, kecelakaan kapal tanker, operasi kapal tanker, dan bangunan lepas pantai.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 16 May 2017 22:51:47 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmx18c8ad488cqmiq.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i37722-mari_mengenal_lingkungan_(12)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmx18c8ad488cqmiq.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk9262b527e7ben3m.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i37722-mari_mengenal_lingkungan_(12)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (11)</title>
        <description>Selama beberapa dekade lalu, aktivitas manusia telah menyababkan pencemaran laut dan samudra, padahal keduanya merupakan sumber air terbesar di muka bumi.</description>
        <itunes:subtitle>Selama beberapa dekade lalu, aktivitas manusia telah menyababkan pencemaran laut dan samudra, padahal keduanya merupakan sumber air terbesar di muka bumi.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Selama beberapa dekade lalu, aktivitas manusia telah menyababkan pencemaran laut dan samudra, padahal keduanya merupakan sumber air terbesar di muka bumi.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 09 May 2017 22:52:31 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmxffe3790d40qboq.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i37374-mari_mengenal_lingkungan_(11)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmxffe3790d40qboq.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk245e75398573qlm.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i37374-mari_mengenal_lingkungan_(11)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (10)</title>
        <description>Salah satu ancaman terhadap lingkungan hidup dewasa ini adalah pencemaran laut dan samudra. </description>
        <itunes:subtitle>Salah satu ancaman terhadap lingkungan hidup dewasa ini adalah pencemaran laut dan samudra. </itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu ancaman terhadap lingkungan hidup dewasa ini adalah pencemaran laut dan samudra. </itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 03 May 2017 04:19:28 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmx6513c46e25q0yw.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i37042-mari_mengenal_lingkungan_(10)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmx6513c46e25q0yw.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmw4aef26e0a6pvri.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i37042-mari_mengenal_lingkungan_(10)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (9)</title>
        <description>Samudra dalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar. Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan samudra, seperti Laut Kaspia).</description>
        <itunes:subtitle>Samudra dalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar. Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan samudra, seperti Laut Kaspia).</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Samudra dalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar. Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan samudra, seperti Laut Kaspia).</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 25 Apr 2017 22:29:41 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmw792f8769ddpq4y.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i36658-mari_mengenal_lingkungan_(9)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmw792f8769ddpq4y.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmw265be43a16oxru.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i36658-mari_mengenal_lingkungan_(9)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (8)</title>
        <description>Di pertemuan sebelumnya kami telah paparkan dengan jelas urgensi dan peran lahan basah dalam menjaga lingkungan hidup serta dampak dari kehancuran lahan basah terhadap keseimbangan lingkungan. Kali ini kami akan menyoroti langkah-langkah internasional untuk melestarikan dan melindungi lahan basah di dunia.</description>
        <itunes:subtitle>Di pertemuan sebelumnya kami telah paparkan dengan jelas urgensi dan peran lahan basah dalam menjaga lingkungan hidup serta dampak dari kehancuran lahan basah terhadap keseimbangan lingkungan. Kali ini kami akan menyoroti langkah-langkah internasional untuk melestarikan dan melindungi lahan basah di dunia.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Di pertemuan sebelumnya kami telah paparkan dengan jelas urgensi dan peran lahan basah dalam menjaga lingkungan hidup serta dampak dari kehancuran lahan basah terhadap keseimbangan lingkungan. Kali ini kami akan menyoroti langkah-langkah internasional untuk melestarikan dan melindungi lahan basah di dunia.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 18 Apr 2017 23:30:14 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmw78a9780523pgdm.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i36264-mari_mengenal_lingkungan_(8)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmw78a9780523pgdm.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bmw265be43a16oxru.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i36264-mari_mengenal_lingkungan_(8)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (7)</title>
        <description>Pada pertemuan sebelumnya kami telah jelaskan mengenai arti dari Wetland atau lahan basah. Lahan basah atau wetland adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman.</description>
        <itunes:subtitle>Pada pertemuan sebelumnya kami telah jelaskan mengenai arti dari Wetland atau lahan basah. Lahan basah atau wetland adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Pada pertemuan sebelumnya kami telah jelaskan mengenai arti dari Wetland atau lahan basah. Lahan basah atau wetland adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 12 Apr 2017 02:41:28 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmw48820ca32ep5rg.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i35916-mari_mengenal_lingkungan_(7)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmw48820ca32ep5rg.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bkc104e328d47itrj.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i35916-mari_mengenal_lingkungan_(7)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (6)</title>
        <description>Penggunaan kata Wetland berasal dari bahasa Inggris yaitu wet berarti basah dan land adalah tanah atau lahan. Jadi wetland diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai lahan basah. Namun tidak semua bahasa mempunyai padanan kata atau arti yang sama dari bahasa Inggris ini. Menurut Steve Elsworth dalam A Dictionary of The Environment mengartikan Lahan basah (wetland) adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman.</description>
        <itunes:subtitle>Penggunaan kata Wetland berasal dari bahasa Inggris yaitu wet berarti basah dan land adalah tanah atau lahan. Jadi wetland diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai lahan basah. Namun tidak semua bahasa mempunyai padanan kata atau arti yang sama dari bahasa Inggris ini. Menurut Steve Elsworth dalam A Dictionary of The Environment mengartikan Lahan basah (wetland) adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Penggunaan kata Wetland berasal dari bahasa Inggris yaitu wet berarti basah dan land adalah tanah atau lahan. Jadi wetland diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai lahan basah. Namun tidak semua bahasa mempunyai padanan kata atau arti yang sama dari bahasa Inggris ini. Menurut Steve Elsworth dalam A Dictionary of The Environment mengartikan Lahan basah (wetland) adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 04 Apr 2017 23:03:47 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmw8399c36778ovn0.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i35544-mari_mengenal_lingkungan_(6)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmw8399c36778ovn0.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bkc58bc572b47iqig.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i35544-mari_mengenal_lingkungan_(6)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (5)</title>
        <description>Air adalah anugerah Ilahi dan nikmat terbesar serta tak ada bandingannya. Air sumber kehidupan dan kehidupan tanpa air tidak mungkin dapat berlangsung. Urgensitas air sebagai sumber kehidupan juga ditekankan di agama Samawi dan di ajaran agama, sangat ditekankan untuk berhemat dalam menggunakan air. Misalnya Islam di al-Quran banyak diisyaratkan bahwa air merupakan ciptaan paling berharga Tuhan setelah manusia. Al-quran juga menyebutkan karakteristik unik pemberi kehidupan pada air.</description>
        <itunes:subtitle>Air adalah anugerah Ilahi dan nikmat terbesar serta tak ada bandingannya. Air sumber kehidupan dan kehidupan tanpa air tidak mungkin dapat berlangsung. Urgensitas air sebagai sumber kehidupan juga ditekankan di agama Samawi dan di ajaran agama, sangat ditekankan untuk berhemat dalam menggunakan air. Misalnya Islam di al-Quran banyak diisyaratkan bahwa air merupakan ciptaan paling berharga Tuhan setelah manusia. Al-quran juga menyebutkan karakteristik unik pemberi kehidupan pada air.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Air adalah anugerah Ilahi dan nikmat terbesar serta tak ada bandingannya. Air sumber kehidupan dan kehidupan tanpa air tidak mungkin dapat berlangsung. Urgensitas air sebagai sumber kehidupan juga ditekankan di agama Samawi dan di ajaran agama, sangat ditekankan untuk berhemat dalam menggunakan air. Misalnya Islam di al-Quran banyak diisyaratkan bahwa air merupakan ciptaan paling berharga Tuhan setelah manusia. Al-quran juga menyebutkan karakteristik unik pemberi kehidupan pada air.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 29 Mar 2017 03:43:45 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmv7dd96fddd9ong0.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i35194-mari_mengenal_lingkungan_(5)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmv7dd96fddd9ong0.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk7b034f8656aa4m4.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i35194-mari_mengenal_lingkungan_(5)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (4)</title>
        <description>Menurut para ilmuwan, pencemaran air adalah perusakan kualitas dan susunannya di mana air akan kehilangan peran alaminya dalam memberi kehidupan. Dari sisi dampaknya adalah air yang sudah tercemar tidak dapat dimanfaatkan serta akan kehilangan sisi ekonomisnya yang tinggi. Namun salah satu yang mengagumkan dari dari alam adalah bumi mampu membersihkan beragam polusi dan pencemaran.</description>
        <itunes:subtitle>Menurut para ilmuwan, pencemaran air adalah perusakan kualitas dan susunannya di mana air akan kehilangan peran alaminya dalam memberi kehidupan. Dari sisi dampaknya adalah air yang sudah tercemar tidak dapat dimanfaatkan serta akan kehilangan sisi ekonomisnya yang tinggi. Namun salah satu yang mengagumkan dari dari alam adalah bumi mampu membersihkan beragam polusi dan pencemaran.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Menurut para ilmuwan, pencemaran air adalah perusakan kualitas dan susunannya di mana air akan kehilangan peran alaminya dalam memberi kehidupan. Dari sisi dampaknya adalah air yang sudah tercemar tidak dapat dimanfaatkan serta akan kehilangan sisi ekonomisnya yang tinggi. Namun salah satu yang mengagumkan dari dari alam adalah bumi mampu membersihkan beragam polusi dan pencemaran.</itunes:summary>
        <pubDate>Tue, 21 Mar 2017 20:42:06 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmv851a062fb9oey8.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34844-mari_mengenal_lingkungan_(4)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmv851a062fb9oey8.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk69ca278458298ov.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34844-mari_mengenal_lingkungan_(4)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan (3)</title>
        <description>Bumi bila dilihat dari ruang angkasa merupakan sebuah planet berwarna biru dan penuh air. Air di bumi sekitar 1,3 juta kilometer persegi dan menutupi hampir 71 persen permukaan bumi.</description>
        <itunes:subtitle>Bumi bila dilihat dari ruang angkasa merupakan sebuah planet berwarna biru dan penuh air. Air di bumi sekitar 1,3 juta kilometer persegi dan menutupi hampir 71 persen permukaan bumi.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Bumi bila dilihat dari ruang angkasa merupakan sebuah planet berwarna biru dan penuh air. Air di bumi sekitar 1,3 juta kilometer persegi dan menutupi hampir 71 persen permukaan bumi.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 15 Mar 2017 02:44:28 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmvf88ef0a4a2o6i8.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34470-mari_mengenal_lingkungan_(3)</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmvf88ef0a4a2o6i8.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk62f8b0b57098ws7.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34470-mari_mengenal_lingkungan_(3)</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan 2</title>
        <description>Lingkungan adalah tempat kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Air, tanah, udara dan cahaya termasuk unsur yang mempengaruhi baik negatif atau positif pada kehidupan dan pertumbuhan makhluk hidup ketika terjadi perubahan di dalamnya. Dewan Ekonomi Eropa saat menjelaskan definisi lingkungan hidup juga mengisyaratkan unsur ini bahwa lingkungan mencakup air, udara, tanah serta unsur internal dan eksternal terkait kehidupan setiap makhluk hidup.</description>
        <itunes:subtitle>Lingkungan adalah tempat kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Air, tanah, udara dan cahaya termasuk unsur yang mempengaruhi baik negatif atau positif pada kehidupan dan pertumbuhan makhluk hidup ketika terjadi perubahan di dalamnya. Dewan Ekonomi Eropa saat menjelaskan definisi lingkungan hidup juga mengisyaratkan unsur ini bahwa lingkungan mencakup air, udara, tanah serta unsur internal dan eksternal terkait kehidupan setiap makhluk hidup.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Lingkungan adalah tempat kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Air, tanah, udara dan cahaya termasuk unsur yang mempengaruhi baik negatif atau positif pada kehidupan dan pertumbuhan makhluk hidup ketika terjadi perubahan di dalamnya. Dewan Ekonomi Eropa saat menjelaskan definisi lingkungan hidup juga mengisyaratkan unsur ini bahwa lingkungan mencakup air, udara, tanah serta unsur internal dan eksternal terkait kehidupan setiap makhluk hidup.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 08 Mar 2017 04:42:59 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmv0758a2bd9cnvzc.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34102-mari_mengenal_lingkungan_2</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmv0758a2bd9cnvzc.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk691d8ba57968wry.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34102-mari_mengenal_lingkungan_2</ppg:canonical>
      </item>
                <item>
        <title>Mari Mengenal Lingkungan 1</title>
        <description>Salah satu isu terpenting di dunia saat ini adalah masalah lingkungan hidup dan kendalanya.</description>
        <itunes:subtitle>Salah satu isu terpenting di dunia saat ini adalah masalah lingkungan hidup dan kendalanya.</itunes:subtitle>
        <itunes:summary>Salah satu isu terpenting di dunia saat ini adalah masalah lingkungan hidup dan kendalanya.</itunes:summary>
        <pubDate>Wed, 08 Mar 2017 04:34:37 GMT</pubDate>
        <itunes:duration>1700</itunes:duration>
        <enclosure url="https://media.parstoday.ir/audio/4bmvec9b23bd9cnvyo.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
        <guid isPermaLink="false">https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34100-mari_mengenal_lingkungan_1</guid>
        <link>https://media.parstoday.ir/audio/4bmvec9b23bd9cnvyo.mp3</link>
        <itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
        <itunes:author>Penulis Podcast</itunes:author>
        <itunes:image href="https://media.parstoday.ir/image/4bk7537ecfbfa89pjv.jpg"/>
        <ppg:canonical>https://parstoday.ir/id/radio/programs-i34100-mari_mengenal_lingkungan_1</ppg:canonical>
      </item>
    
    


  </channel>
</rss>