Amirabdollahian: Kami akan Tanggapi Sanksi dan Intervensi Asing !
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian menekankan bahwa negaranya akan menanggapi sanksi dan intervensi asing.
Menlu Iran, Hossein Amirabdollahian di laman Twitternya menyinggung percakapan telpon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell hari Jumat (9/12/2022) dengan mengatakan, "Jika Amerika dan tiga negara Eropa berpikir bahwa mereka dapat memperoleh lebih banyak poin dalam negosiasi dengan tekanan dan memperalat [isu HAM], maka mereka keliru besar."
Sebelumnya, Nasser Kanani, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, juga mengungkapkan, "Para pejabat Amerika tahu bahwa Iran tidak mau bernegosiasi dan membuat konsesi di bawah tekanan dan ancaman, perjanjian itu memiliki logikanya sendiri, dan posisi Iran dalam negosiasi JCPOA sepenuhnya jelas,".
Setelah berbulan-bulan pembicaraan intensif di Wina, negosiasi pencabutan sanksi telah mencapai tahapan bahwa Amerika Serikat sebagai pihak yang melanggar JCPOA harus menerima tuntutan wajar Iran dan persyaratan untuk pembentukan perjanjian yang stabil dan dapat diandalkan untuk mencapai finalisasi kesepakatan.
Pengalaman negosiasi berbulan-bulan di Wina membuktikan bahwa Gedung Putih tidak memiliki kekuatan untuk memutuskan kembali ke perjanjian nuklir JCPOA karena masalah internal dan tekanan dari rezim Zionis.
Sebagian besar negara yang berpartisipasi dalam pembicaraan Wina menginginkan penyelesaian negosiasi yang lebih cepat, tetapi mencapai kesepakatan akhir menunggu keputusan politik Amerika Serikat mengenai beberapa masalah penting dan kunci yang tersisa.(PH)