Pemimpin Agama Samawi: Pesan Bersama Semua Agama adalah Perdamaian
Feb 06, 2026 17:14 Asia/Jakarta
-
Uskup Agung Gereja Armenia di Provinsi Azerbaijan, Krikor Cheftchian
Qom – Para pemimpin dan perwakilan agama-agama samawi menegaskan bahwa perdamaian merupakan pesan utama bersama semua agama monoteistik.
Penegasan tersebut disampaikan dalam seminar antaragama internasional bertajuk “Mesias; Manifestasi Perdamaian dan Spiritualitas” yang digelar di Masjid Jamkaran, Kota Qom, Iran.
Mengutip laporan ParsToday dari IRNA, para peserta seminar pada Kamis (5/2/2026) menekankan pentingnya dialog, solidaritas, dan kerja sama antar pemimpin agama guna mengurangi penderitaan umat manusia serta menghadapi kekerasan dan ketidakadilan yang meluas di dunia saat ini.
Mamosta Iqbal Bahmani, perwakilan Provinsi Kurdistan di Dewan Pakar Kepemimpinan Iran, menyatakan bahwa keyakinan terhadap Mesias yang dijanjikan merupakan titik persamaan seluruh agama monoteistik. Ia menegaskan bahwa misi agama-agama samawi tidak hanya terbatas pada ibadah, tetapi juga mencakup pembangunan bumi, perbaikan hubungan kemanusiaan, serta persiapan masyarakat global untuk terwujudnya keadilan universal.
Sementara itu, Uskup Agung Gereja Armenia di Provinsi Azerbaijan, Krikor Cheftchian, menekankan peran agama dalam kehidupan manusia modern. Menurutnya, iman dan keyakinan agama membimbing manusia menuju keselamatan, pembebasan, dan pencarian makna hidup. Ia juga menyoroti bahwa meskipun sejarah manusia sarat dengan perang demi kekuasaan dan kekayaan, agama-agama samawi tidak pernah berhenti menyerukan keadilan, saling pengertian antarbangsa, dan perdamaian dunia.
Uskup Gereja Asyur Katolik Iran, Vaniaghom, menyampaikan bahwa seluruh agama samawi menantikan terwujudnya janji keselamatan dan kemunculan Mesias. Ia menekankan bahwa kembalinya Nabi Isa Almasih (AS) dan kemunculan Imam Mahdi (AJ) akan terwujud ketika manusia memperkuat iman, tanggung jawab moral, serta upaya nyata untuk menegakkan perdamaian dan keadilan.
Dari komunitas Yahudi, Rabi Agung Iran, Younes Hammami Lalehzar menjelaskan bahwa konsep penantian Mesias dalam Yudaisme bersifat aktif dan berlandaskan etika. Menurutnya, manusia dapat berperan dalam mempersiapkan kemunculan Mesias melalui perbaikan perilaku pribadi dan sosial serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Perwakilan Zoroaster di Majelis Syura Islam Iran, Behshid Barkhordar, menyatakan bahwa keyakinan terhadap kemunculan penyelamat merupakan naluri dasar yang dimiliki seluruh manusia. Ia menambahkan bahwa dalam ajaran Zoroaster, konsep tersebut mendorong penyebaran perdamaian, spiritualitas, dan pembangunan dunia. Harapan akan hadirnya pembaharu global, menurutnya, selalu sejalan dengan cita-cita keadilan dan kedamaian universal.
Selain itu, perwakilan komunitas Asyur Iran di parlemen, Charlie Anviatkie, menegaskan bahwa saling menghormati keyakinan agama merupakan fondasi persatuan nasional dan kehidupan berdampingan secara damai di Iran. Ia menambahkan bahwa Iran adalah tanah air bersama bagi seluruh warga, di mana pemeluk berbagai agama dapat menjalankan keyakinannya secara bebas.[]
Tags