"Menara Azadi Menjadi Kanvas": Pertunjukan Cahaya Peringati Pemimpin Syahid Iran
-
Gambar Syahid Sayid Ali Khamenei di Menara Azadi
Pars Today - Bersamaan dengan upacara megah perpisahan dan pemakaman Pemimpin Syahid, Menara Azadi menjadi panggung untuk narasi artistik tentang epik, ketahanan, dan persatuan melalui pertunjukan video mapping bertajuk "Kita Harus Bangkit".
Melansir IRNA, 6 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa bersamaan dengan upacara megah perpisahan dan pemakaman Pemimpin Syahid, Menara Azadi, pada Minggu malam (5/7), menjadi panggung untuk narasi artistik tentang epik, ketahanan, dan persatuan melalui pertunjukan video mapping, sebuah narasi yang terpahat pada tubuh simbol nasional ini dengan slogan utama "Kita Harus Bangkit".
Dalam acara seni ini, Menara Azadi, sebagai simbol nasional negara, menjadi media untuk narasi visual tentang epik, perlawanan, dan solidaritas nasional. Dengan memanfaatkan cahaya, gambar, dan efek visual, ia menampilkan narasi artistik tentang konsep martabat, perlawanan, dan solidaritas.
Video mapping ini, yang terinspirasi oleh suasana spiritual dan epik dari upacara pemakaman, menggambarkan konsep-konsep seperti martabat, ketahanan, persatuan, dan kelanjutan jalan para syuhada dalam bahasa seni. Slogan-slogan seperti "Untuk Kemenangan atas Musuh", "Untuk Mengibarkan Bendera Martabat", dan "Untuk Persatuan Umat Islam", bersama dengan gambar-gambar dan desain yang sesuai, ditampilkan di tubuh Menara Azadi untuk mencerminkan ikrar dan solidaritas rakyat Iran dengan cita-cita Pemimpin Syahid.
Video mapping "Kita Harus Bangkit" adalah upaya untuk menghubungkan seni dengan memori historis dan emosi kolektif bangsa, sebuah narasi visual yang, pada malam-malam perpisahan Pemimpin Syahid, mengubah Menara Azadi menjadi simbol penghormatan, pelestarian cita-cita luhurnya, dan solidaritas para seniman dengan peristiwa nasional dan bersejarah ini.
Video mapping ini dilaksanakan dengan kerja sama Yayasan Rudaki, Kompleks Budaya dan Artistik Menara Azadi, Organisasi Keindahan Kota Tehran, dan Kotamadya Distrik 9, dan akan ditampilkan lagi pada Minggu malam (5/7).
Ketika Tehran sedang dalam negosiasi serius dengan Washington, pada pagi hari tanggal 28 Februari 2026, seperti sebelumnya, mereka mengabaikan negosiasi dan melanggar wilayah Iran, menyerang beberapa titik di berbagai kota di negara kita, termasuk Tehran.
Ayatullah Khamenei, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, dan beberapa anggota keluarganya gugur sebagai syahid dalam serangan AS dan rezim Zionis. Upacara perpisahan, pemakaman, dan penguburan jenazah suci Pemimpin Syahid Revolusi dan anggota keluarganya, Misbah al-Huda Bagheri Kani, Sayidah Boshra Hosseini Khamenei, Zahra Haddad Adel, dan Zahra Mohammadi Golpaygani, akan diadakan dari 4 hingga 9 Juli 2026. Upacara perpisahan untuk para pemimpin tiga cabang kekuasaan dan sejumlah pejabat negara dan para pemimpin dari berbagai negara diadakan pada 3 Juli 2026 di Masjid Agung Imam Khomeini, Tehran.
Pada hari Sabtu dan Minggu (4-5 Juli 2026), bertepatan dengan tanggal 19 dan 20 Muharam, upacara perpisahan dengan jenazah suci diadakan di Mosalla Bozorg Imam Khomeini, Tehran. Pada hari Senin (6 Juli 2026), bertepatan dengan 21 Muharam, upacara tasyi' jenazah diadakan di Tehran. Pada hari Selasa (7/7), bertepatan dengan 22 Muharam, upacara pemakaman diadakan di kota Qom.
Selain itu, upacara perpisahan dan pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi akan diadakan pada hari Rabu (8/7) di kota Najaf dan Karbala, dan pada hari Kamis (9/7), bertepatan dengan 24 Muharam dan malam kesyahidan Imam Sajjad as, upacara pemakaman diadakan di Mashhad dan penguburan di Haram Suci Imam Ridha as.
Penggunaan Menara Azadi, salah satu simbol paling ikonik di Iran, sebagai kanvas untuk video mapping adalah pernyataan artistik yang kuat. Ini menunjukkan bahwa bahkan di masa duka yang mendalam, seni dan kreativitas dapat digunakan untuk mengekspresikan solidaritas, ketahanan, dan harapan.
Slogan "Kita Harus Bangkit" adalah seruan untuk bertindak dan untuk melanjutkan perjuangan. Ini adalah pengingat bahwa meskipun pemimpin telah tiada, perjuangan untuk keadilan, martabat, dan kemerdekaan harus terus berlanjut.
Video mapping ini menghubungkan duka masa kini dengan warisan masa lalu dan harapan untuk masa depan. Ini adalah cara untuk menghormati pemimpin yang telah tiada sambil juga menginspirasi generasi mendatang untuk melanjutkan jalan yang telah dia tunjukkan.(Sail)