Presiden Iran: Salat Dekatkan Hati dan Perkuat Masyarakat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197922-presiden_iran_salat_dekatkan_hati_dan_perkuat_masyarakat
Pars Today – Presiden Iran dalam sebuah pesan kepada Konferensi Salat Nasional ke-33 mengatakan: Hari ini ketika Iran tercinta lebih dari sebelumnya membutuhkan ketenangan, harapan, kebersamaan, dan ketahanan, budaya salat adalah modal yang tak tergantikan untuk memperkuat kesabaran, tawakal, kohesi, dan tanggung jawab serta dapat mendekatkan hati satu sama lain dan membuat masyarakat lebih teguh menghadapi kesulitan-kesulitan.
(last modified 2026-10-03T15:20:59+00:00 )
Okt 03, 2026 22:18 Asia/Jakarta
  • Presiden Pezeshkian
    Presiden Pezeshkian

Pars Today – Presiden Iran dalam sebuah pesan kepada Konferensi Salat Nasional ke-33 mengatakan: Hari ini ketika Iran tercinta lebih dari sebelumnya membutuhkan ketenangan, harapan, kebersamaan, dan ketahanan, budaya salat adalah modal yang tak tergantikan untuk memperkuat kesabaran, tawakal, kohesi, dan tanggung jawab serta dapat mendekatkan hati satu sama lain dan membuat masyarakat lebih teguh menghadapi kesulitan-kesulitan.

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari IRNA, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran pada hari Sabtu (3/10) dalam sebuah pesan kepada Konferensi Salat Nasional ke-33, dengan menghormati kedudukan luhur Pemimpin Syahid Revolusi menambahkan: Konferensi Salat Nasional yang diselenggarakan dengan tema "Penegakan Salat dalam Pemikiran dan Praktik Imam Syahid Yang Mulia Ayatullah Khamenei (semoga Allah meridhainya)" adalah kesempatan berharga untuk meninjau kembali posisi salat dalam pemikiran dan sirah pemimpin syahid tersebut; sirah di mana salat melampaui kewajiban individual dan terikat dengan pengembangan diri, harapan, keteguhan, dan pembangunan masyarakat yang saleh.

 

Presiden Iran dengan menekankan bahwa masyarakat di mana salat ditegakkan, harus menjadi masyarakat yang lebih beretika, lebih bertanggung jawab, dan memiliki martabat serta keadilan, menegaskan: Salat adalah manifestasi ikatan mendalam manusia dengan Tuhan dan salah satu manifestasi paling jelas dari penghambaan dan ibadah ilahi yang dalam sistem pengetahuan Islam, dianggap sebagai sumber untuk pengembangan diri, penyucian akhlak, dan perbaikan kehidupan individu serta sosial manusia.

 

Pezeshkian menegaskan: Salat, menenangkan hati dengan mengingat Tuhan, memperdalam iman, meneguhkan kehendak, dan menjaga harapan tetap hidup dalam jiwa manusia. Oleh karena itu, dampak salat harus terlihat dalam kejujuran dan amanah, menghormati hak orang lain, keadilan, dan pelayanan yang tulus kepada rakyat. Masyarakat di mana salat ditegakkan, harus menjadi masyarakat yang lebih beretika, lebih bertanggung jawab, dan memiliki martabat serta keadilan. (MF)