Zarif: Iran Menginginkan Stabilitas di Saudi dan Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i33778-zarif_iran_menginginkan_stabilitas_di_saudi_dan_kawasan
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, pemerintah Tehran menginginkan stabilitas di Arab Saudi dan negara-negara pesisir Teluk Persia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Mar 02, 2017 15:35 Asia/Jakarta
  • Zarif: Iran Menginginkan Stabilitas di Saudi dan Kawasan

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, pemerintah Tehran menginginkan stabilitas di Arab Saudi dan negara-negara pesisir Teluk Persia.

"Di sebuah kawasan yang tidak aman, maka Republik Islam Iran juga tidak akan memiliki keamanan," kata Mohammad Javad Zarif pada Rabu (1/3/2017).

 

Ia menambahan, berdasarkan pandangan strategis Iran, kawasan memerlukan kerjasama dan konvergensi agar tercipta stabilitas keamanan, dan sejak awal Tehran menuntut penghentian perang di Yaman.

 

"Republik Islam Iran akan mengerahkan semua upayanya untuk menghentikan perang, namun sayangnya, sejumlah negara terutama Arab Saudi melihat kepentingnya dalam ketegangan," ujarnya.

 

Zarif menjelaskan, sejumlah pemain regional dalam beberapa tahun terakhir –dengan membuat kasus tentang program nuklir Iran– berusaha untuk menyembunyikan kebijakan-kebijakan mereka yang sangat merusak menyusul dukungan mereka kepada kelompok-kelompok ekstrim dan sejumlah langkah yang menyulut ketidakamanan di negara-negara kawasan.

 

"Kini dengan tercapainya perjanjian nuklir, tirai yang menutupi kebijakan merusak negara-negara itu telah terbuka dan mereka mulai khawatir sehingga mereka sekarang mengejar kebijakan merusak lainnya," tegasnya.

 

Menlu Iran lebih lanjut menjelaskan, jika Arab Saudi –dengan alasan apapun, termasuk persoalan internal, regional atau internasional– tidak memiliki minat untuk bergerak di jalur yang tidak menyulut ketegangan, maka seberapapun Iran berusaha di jalur ini, maka tidak akan berhasil.

 

Zarif menerangkan bahwa pengaruh dan kekuatan Iran di kawasan menyebabkan stabilitas di wilayah ini.

 

"Setiap kali salah satu tetangga kami menghadapi ancaman ekstremisme, terorisme dan kelompok-kelompok teroris, Republik Islam Iran langsung terjun membantu korban tanpa memandang etnis, ras dan agama (mazhab)," tandasnya.

 

Ia mengatakan bahwa Iran adalah negara pertama yang mengecam agresi militer Irak ke Kuwait dan negara pertama yang membantu rakyat Irak dalam menghadapi para teroris serta negara pertama yang bersama pemerintah Turki di malam kudeta.

 

"Republik Islam Iran selalu menentang penindasan,kudeta dan ekstremisme," pungkasnya. (RA)