Peluncuran Satelit Payam ke Orbit (2)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i66592-peluncuran_satelit_payam_ke_orbit_(2)
Republik Islam Iran meluncurkan satelit buatan dalam negeri ke luar angkasa dengan tujuan observasi dan pengumpulan informasi mengenai perubahan lingkungan, namun gagal mencapai orbit karena masalah teknis.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 15, 2019 16:59 Asia/Jakarta
  • Peluncuran Satelit Payam ke Orbit.
    Peluncuran Satelit Payam ke Orbit.

Republik Islam Iran meluncurkan satelit buatan dalam negeri ke luar angkasa dengan tujuan observasi dan pengumpulan informasi mengenai perubahan lingkungan, namun gagal mencapai orbit karena masalah teknis.

Satelit Payam Amirkabir diluncurkan dengan roket pembawa Basir pada hari Selasa dini hari, 15 Januari 2019. Tahap pertama dan kedua peluncuran satelit Payam ini berhasil, namun tahap ketiganya gagal.  

 

Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Republik Islam Iran Mohammad Javad Azari Jahromi dalam tweetnya menulis, tahap pertama dan kedua dari misi luar angkasa telah berhasil dilakukan, namun pembawa satelit telah gagal untuk mempercepat kecepatan ke orbit di tahap ketiga.

 

"Satelit Payam (Pesan) berhasil diluncurkan pagi ini di atas pembawa satelit Basir. Namun sayangnya satelit gagal ditempatkan di orbit pada tahap akhir," ujarnya.

 

Dia menambahkan, Iran sedang mempersiapkan untuk meluncurkan satelit Orbit Rendah Bumi lainnya bernama Doosti (persahabatan).

 

"Kali ini, dengan upaya ekstra, kami akan menunjukkan kepada dunia bahwa Doosti akan sukses," pungkasnya.

 

Satelit Payam yang didesain dan dibuat di Universitas Teknologi Amirkabir Tehran dimaksudkan untuk tujuan pencitraan dan komunikasi. Satelit ini dilengkapi dengan empat kamera khusus dan akan diluncurkan ke orbit setinggi 500 kilometer dari permukaan bumi dan tetap berada di sana selama tiga tahun ke depan.

 

Sebelumnya, rencana peluncuran satelit Payam dikecam oleh Amerika Serikat karena dianggap menyalahi resolusi PBB. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru-baru ini mengatakan, rencana Iran untuk mengirim satelit ke orbit menyalahi resolusi Dewan Keamanan PBB.

 

Resolusi DK-PBB Nomor 2.231 menyerukan agar Iran menahan diri menguji coba rudal yang bisa membawa senjata nuklir, namun tak secara khusus melarang peluncuran rudal atau roket tanpa hulu ledak.

 

Pemerintah Tehran telah membantah klaim para pejabat Washington dan menegaskan bahwa uji coba tersebut tidak melanggar resolusi DK-PBB. Juru bicara Kemenlu Iran Bahram Ghasemi mengatakan, satelit ini bagian dari proyek sipil dan sepenuhnya bertujuan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, dan Iran tak akan menunggu izin dari negara manapun untuk melakukan proyek ilmiah tersebut.

 

Iran meluncurkan satelit pertama buatan dalam negeri, Omid (harapan) pada tahun 2009. Negara ini juga mengirim bio-kapsul pertamanya yang membawa makhluk hidup ke luar angkasa pada Februari 2010, menggunakan pembawa Kavoshgar (Explorer) -3.

 

Pada bulan Februari 2015, Iran menempatkan satelit Fajar buatan dalam negeri ke orbit, yang mampu mengambil dan mengirimkan foto berkualitas tinggi ke stasiun-stasiun di Bumi. (RA)