Jaminan Iran Jaga Keamanan Selat Hormuz
-
kapal Iran di Teluk Persia
Komandan Angkatan Laut, Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, Selasa (20/8/2019) di Bandar Abbas, selatan Iran mengatakan, Republik Islam Iran kepada negara-negara kawasan dan dunia mengumumkan bahwa ia tidak akan tunduk negara-negara transregional dan asing yang ingin menyulut api peperangan di Teluk Persia, Tehran akan melanjutkan tugasnya di kawasan.
Keamanan di Selat Hormuz dan Teluk Persia menduduki posisi yang sangat penting di tengah konstelasi keamanan global dan regional, maka dari itu gangguan sekecil apapun di kawasan ini tidak bisa dibiarkan.
Iran berdasarkan strategi keamanannya di kawasan Teluk Persia yang menekankan keamanan komprehensif regional, menentang segala bentuk intervensi atas keamanan kawasan, dan menyeru negara-negara tetangga di selatan Teluk Persia untuk mencegah penyerahan tangggung jawab keamanan kepada asing, menghindari ketegangan, serta menghormati prinsip bertetangga yang baik.
Wakil tetap Iran di PBB menganggap upaya menjaga keamanan Teluk Persia merupakan kewajiban seluruh negara pesisir Teluk Persia. Menurutnya, kehadiran dan intervensi pasukan asing di perairan ini dapat memicu instabilitas dan hal yang tidak bisa diterima.
Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Majid Takht Ravanchi menuturkan, setiap upaya menciptakan koalisi fiktif untuk keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia, akan gagal.
Menyerahkan tanggung jawab menjaga keamanan kepada pihak asing oleh beberapa negara Arab Teluk Persia, sama artinya dengan mengundang intervensi anasir-anasir transregional. Amerika Serikat untuk menjustifikasi intervensinya di kawasan menggunakan dua skenario, keamanan dan ekonomi. Setelah keamanan, skenario ini menyasar stabilitas dan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Sementara strategi Iran terkait dua skenario tersebut adalah melawan tekanan Amerika. Kebijakan nyata Iran soal keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz bersandar pada upaya pencegahan pertahanan dan keamanannya sesuai dengan ancaman. Oleh karena itu, pembentukan koalisi Amerika jika mengancam kepentingan Iran di kawasan, maka dapat dipastikan akan merugikan Amerika dan Inggris serta sekutu-sekutunya sendiri.
Analis terkenal Dunia Arab, Abdul Barri Athwan terkait hal ini menuturkan, berbeda dengan yang dibayangkan para pemimpin negara Arab di Teluk Persia, sepertinya Amerika dan rezim Zionis Israel dengan mengemukakan kesiapan Tel Aviv hadir di Teluk Persia, sedang memulai permainan baru untuk memerah susu negara-negara Arab.
Jelas bahwa menjaga keamanan dan kebebasan pelayaran di Teluk Persia merupakan bagian dari kepentingan utama Iran dalam melindungi keamanan nasionalnya, dan tidak ada seorangpun yang ingin menjaga keamanan kawasan tanpa Iran. Masalah tersebut juga disampaikan Menteri Luar Negeri Iran dalam lawatannya ke tiga negara Eropa baru-baru ini. (HS)