Satelit Noor, Penjamin Kepentingan Damai Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i80701-satelit_noor_penjamin_kepentingan_damai_iran
Kesuksesan Republik Islam Iran dalam meluncurkan satelit Noor-1 dengan roket peluncur Qased ke orbit bumi menuai respon dan reaksi berulang dari para pejabat Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Apr 24, 2020 19:29 Asia/Jakarta
  • Peluncuran satelit Noor Iran, 22 April 2020.
    Peluncuran satelit Noor Iran, 22 April 2020.

Kesuksesan Republik Islam Iran dalam meluncurkan satelit Noor-1 dengan roket peluncur Qased ke orbit bumi menuai respon dan reaksi berulang dari para pejabat Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Satelit Noor-1 diluncurkan pada Rabu pagi, 22 April 2020 dengan menggunakan roket peluncur tiga tahap Qased dari Gurun Markazi di Iran dan sukses mengorbit bumi pada ketinggian 425 kilometer.

Keberhasilan ilmiah ini adalah hasil dari upaya bertahun-tahun oleh putra-putra terbaik Iran. Mereka, dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri, berhasil mencapai puncak ilmiah.

Pencapaian semua dimensi ilmiah merupakan prasyarat untuk memperkuat komponen kekuatan Republik Islam Iran, dan kemampuan rudal negara ini adalah salah satu komponen penting kekuatan itu.

Penggunaan kekuatan roket untuk mencapai dimensi strategis penguat kemampuan Iran adalah logis dan sah. Kehadiran di ruang angkasa dan dukungan strategis untuk berbagai operasi identifikasi dan komunikasi di berbagai bidang membuat pengembangan industri antariksa semakin diperlukan.

Komandan Antariksa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Jafarabadi pada hari Kamis (23/4/2020) mengatakan, satelit Noor-1 memberi dukungan strategis untuk operasi pengintaian dan identifikasi serta operasi komunikasi dan navigasi.

Komunikasi jarak jauh, identifikasi dan perkiraan perkembangan masa depan di bidang iklim, krisis iklim dan panduan satelit di bidang navigasi serta pengetahuan atas perkembangan di sekitarnya adalah contoh tentang pentingnya pengembangan industri luar angkasa, di mana beberapa di antaranya secara khusus didefinisikan untuk satelit Noor.

Misi pertama dan terpenting dari satelit Noor-1 buatan Iran adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui posisi sekitar Iran di ruang angkasa. Klaim sejumlah pejabat AS bahwa peluncuran Noor-1 ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2231 dan upaya mereka untuk mengadukannya ke dewan ini tak lain hanya bertendensi politik.

Pengembangan teknologi rudal dan roket Iran adalah sepenuhnya untuk kepentingan pertahanan dan pencegahan, dan hal ini telah berulang kali ditegaskan oleh para pejabat Tehran.

Salah satu fungsi dari kemampuan roket tersebut adalah untuk mengantarkan satelit ke orbit bumi, di mana roket ini tidak memiliki dimensi militer. Iran juga telah berulang kali menegaskan bahwa negara ini tidak memproduksi rudal yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei juga berfatwa bahwa produksi senjata nuklir adalah (hukumnya) haram, dan senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran.

Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, yang memberikan dukungan hukum dan politik untuk perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) juga tidak melarang Iran untuk mengejar aktivitas damai rudal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Sayid Abbas Mousavi  pada Kamis malam, 23 April 2020 mengatakan, tidak ada resolusi yang melawan Iran meluncurkan satelit ke luar angkasa, dan klaim AS bahwa peluncuran ini melanggar Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB tidak benar.

Kemajuan ilmiah Iran di semua bidang, terutama di bidang antariksa adalah hak sah negara ini. Tekanan, sanksi dan ancaman tidak akan mengganggu kemajuan Iran di sektor ruang angkasa. Mengapa? Karena satelit Noor-1 bertujuan damai dan diluncurkan dalam kerangka kebijakan pertahanan Iran. (RA)