Peringatan Pejabat Ansarullah Yaman untuk Mesir, Turki, dan Pakistan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i197174-peringatan_pejabat_ansarullah_yaman_untuk_mesir_turki_dan_pakistan
Pars Today - Pejabat Ansarullah Yaman memperingatkan bahwa penargetan Iran oleh musuh-musuhnya mungkin merupakan pendahuluan bagi rencana yang lebih luas untuk menggerus kemampuan Mesir, Turki, dan Pakistan melalui konflik internal dan penciptaan perpecahan regional.
(last modified 2026-09-21T06:17:42+00:00 )
Sep 21, 2026 13:15 Asia/Jakarta
  • Muhammad Al-Farrah, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman
    Muhammad Al-Farrah, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman

Pars Today - Pejabat Ansarullah Yaman memperingatkan bahwa penargetan Iran oleh musuh-musuhnya mungkin merupakan pendahuluan bagi rencana yang lebih luas untuk menggerus kemampuan Mesir, Turki, dan Pakistan melalui konflik internal dan penciptaan perpecahan regional.

Melansir ISNA, Senin, 21 September 2026, seorang pejabat Ansarullah Yaman memperingatkan Turki, Mesir, dan Pakistan tentang konspirasi yang bertujuan menghancurkan sumber daya negara-negara ini melalui penyeretan mereka ke dalam perang dan konflik internal.

Muhammad Al-Farrah, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman mengatakan, "Penargetan Iran oleh musuh tidak akan terbatas pada perbatasan negara ini. Upaya berikutnya adalah menargetkan Mesir, Turki, dan Pakistan."

Menurut laporan Al-Masirah, Al-Farrah menekankan kekuatan dan pengaruh signifikan ketiga negara ini di dunia Islam serta penghalang yang mereka ciptakan terhadap rencana rezim Zionis.

Ia mengatakan, "Rencana ini didasarkan pada mendorong negara-negara ini menuju perang dan konflik internal yang diorganisir oleh Arab Saudi. Tujuannya adalah memaksa mereka untuk sejalan dengan kebijakan Arab Saudi, hal yang menyebabkan terkurasnya kemampuan, melemahnya, dan terpecahnya struktur sosial internal mereka."

Ia menambahkan, "Proses ini juga bertujuan menciptakan permusuhan antara pemerintah-pemerintah ini dan rakyat kawasan, sehingga pada akhirnya, landasan bagi penargetan mereka pada tahap berikutnya oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat menjadi tersedia."

"Muhammad Al-Farrah, anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, memperingatkan Turki, Mesir, dan Pakistan bahwa penargetan Iran oleh musuh tidak akan berhenti di perbatasan Iran. Upaya berikutnya adalah menargetkan ketiga negara tersebut. Ia menekankan kekuatan dan pengaruh signifikan ketiga negara di dunia Islam serta peran mereka sebagai penghalang rencana rezim Zionis. Menurutnya, rencana ini didasarkan pada mendorong negara-negara tersebut ke perang dan konflik internal yang diorganisir Arab Saudi, dengan tujuan memaksa mereka sejalan dengan kebijakan Saudi, yang akan menggerus kemampuan, melemahkan, dan memecah struktur sosial internal mereka."(Sail)