Ghalibaf: Bangsa Iran Melawan Teroris Bersenjata
Ketua Parlemen Iran menyatakan bahwa bangsa Iran berdiri teguh melawan teroris bersenjata saat ini, dan menegaskan,"Keberhasilan bangsa Iran akan mencapai puncaknya pada hari-hari ini."
Mohammad Baqer Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islami Iran hari Minggu mengatakan bahwa saat ini kita sedang berperang di empat front: perang ekonomi, perang kognitif, perang militer, dan perang teroris melawan musuh Zionis dan Amerika.
"Kita akan menelaah dengan serius protes hak-hak rakyat, tetapi kita akan melawan para teroris," ujar Ghalibaf.
"Tidak diragukan lagi bahwa kekuatan-kekuatan besar Basij dan IRGC tetap teguh dalam perang ini dan tidak akan mundur dari masalah ini," tegasnya.
Ketua Majelis Syura Islami mengungkapkan, "Mereka yang secara resmi menganggap diri mereka sebagai tentara bayaran asing dan mengkhianati tanah air mereka untuk menyenangkan Presiden AS dan telah menjadi penjahat ISIS dan telah memulai perang teroris harus tahu bahwa kita akan menindak mereka dengan cara yang paling keras."
Delegasi Pemerintah Iran Menyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional
Dalam konteks ini, delegasi pemerintah Iran menyatakan tiga hari berkabung nasional dalam sebuah pernyataan untuk menghormati para martir perlawanan nasional Iran melawan Amerika Serikat dan rezim Zionis. Pernyataan tersebut menyatakan: Bangsa Iran telah secara dekat dan mendalam mengalami kekerasan ala ISIS yang dilakukan oleh para penjahat teroris. Para teroris telah menargetkan nyawa bangsa, Basij, dan pasukan keamanan dan penegak hukum Iran, dan telah membunuh banyak orang. Hingga hari ini, kekerasan seperti itu belum pernah terlihat kecuali dalam perilaku orang Amerika yang dilatih ISIS.
Presiden Sementara Venezuela: Kami akan membela tanah kamiDi tengah ketegangan yang terus berlanjut dalam hubungan Caracas-Washington, Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan dalam upaya untuk menjaga stabilitas politik negara: "Pemerintah akan membela tanah Venezuela." Pemerintah Venezuela menekankan pembelaannya terhadap negara, sementara ketegangan antara Caracas dan Washington terus berlanjut, dan Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warganya di Venezuela beberapa jam yang lalu, menuntut mereka untuk meninggalkan negara tersebut.
Reaksi Rusia terhadap pernyataan Menteri Pertahanan Inggris tentang penculikan Putin
Dalam berita lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Inggris John Haley tentang keinginannya untuk menculik Presiden Rusia Vladimir Putin dengan cara yang sama seperti menculik Presiden Venezuela, menyebut kata-kata tersebut sebagai "fantasi bodoh para orang Inggris yang menyimpang."
Ribuan rahasia pribadi dan keamanan pejabat senior Israel terungkap
Ada juga berita dari wilayah pendudukan, surat kabar Israel Haaretz menerbitkan hasil investigasi ekstensif yang, menurut media, telah memberikan pukulan berat terhadap keamanan rezim Israel. Haaretz mengumumkan bahwa hasil investigasi menunjukkan pengungkapan informasi terkait panggilan telepon dan ribuan kontak khusus pejabat senior Israel dalam operasi yang digambarkan sebagai "kegagalan besar."
Menurut hasil investigasi ini, informasi yang bocor mencakup sekitar 4.500 panggilan dari telepon mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, 2.400 panggilan dari telepon kepala staf Netanyahu, Braverman, dan 4.600 panggilan dari telepon mantan Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked, beserta panggilan pribadi, foto, dan video.(PH)