Axios: Washington Setuju Mengadakan Pembicaraan di Oman
-
AXIOS
Pars Today - Dua sumber mengatakan kepada Axios bahwa Iran telah meminta perubahan lokasi dan format pembicaraan hari Jumat ((06/02/2026) dengan Amerika Serikat, dan bahwa Amerika Serikat telah setuju untuk memindahkannya dari Turki ke Oman.
Menurut laporan ISNA, sementara Oman, Turki, dan beberapa negara lain telah menyatakan kesediaan mereka untuk menjadi tuan rumah putaran baru pembicaraan Iran-AS, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan lokasi akhir akan segera ditentukan.
Sementara itu, sumber-sumber mengatakan kepada Axios bahwa Iran telah mengubah pikirannya tentang kesepahaman yang dicapai dalam beberapa hari terakhir setelah mengundang beberapa negara untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut. Menurut sumber-sumber ini, Iran ingin memindahkan pembicaraan dari Istanbul ke Oman.
Axios juga mengklaim, “Mereka (Iran) sekarang juga ingin mengadakan pembicaraan secara bilateral, hanya dengan kehadiran Amerika Serikat, daripada dengan beberapa negara Arab dan Muslim sebagai pengamat.”
Sebuah sumber mengklaim bahwa alasan untuk ini adalah karena Iran ingin membatasi pembicaraan pada masalah nuklir dan tidak membahas masalah rudal dan kelompok perlawanan.
Sebuah sumber Arab mengatakan kepada Axios bahwa pembicaraan itu diperkirakan akan diadakan di Oman pada hari Jumat dan bahwa pemerintahan Trump telah menyetujui permintaan Iran. Sumber itu mengatakan bahwa diskusi sedang berlangsung tentang negara-negara regional lain yang bergabung dalam pembicaraan di Oman.
Gedung Putih menolak berkomentar.
Sebelumnya, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah berbicara dengan utusan Trump, Steve Witkoff, tentang perkembangan di Teluk Persia dan tuntutan baru Iran. “Saat ini, pembicaraan dengan Iran telah dijadwalkan. Sejauh yang kami ketahui, pembicaraan akan berlanjut akhir pekan ini.”
Leavitt mengklaim bahwa Trump “berkomitmen” untuk mengutamakan diplomasi, tetapi ia tetap mempertimbangkan semua opsi.
Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kepada media bahwa lokasi termasuk Turki dan Oman sedang dipertimbangkan dan bahwa lokasi dan waktu pembicaraan “tidak boleh digunakan sebagai umpan untuk permainan media”.
Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi diperkirakan akan memimpin dua tim negosiasi. Araghchi mengadakan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Oman dan Turki pada hari Selasa (03/02), serta dengan perdana menteri Qatar.
Sementara itu, Witkoff bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Wilayah Pendudukan. Pejabat Israel mengatakan pertemuan itu berfokus pada Iran dan dihadiri oleh Netanyahu, Eyal Zamir, Kepala Staf Angkatan Darat Israel, David Barnea, kepala Mossad, dan Shlomi Binder, kepala Intelijen Militer Rezim Zionis.(sl)