Para Pemimpin Agama dan Intelektual Dunia Mendukung Ayatullah Khamenei
https://parstoday.ir/id/news/world-i185042-para_pemimpin_agama_dan_intelektual_dunia_mendukung_ayatullah_khamenei
Sekelompok penganut agama-agama samawi, para pemikir, dan aktivis internasional dari 20 negara di dunia, melalui sebuah pernyataan bersama, menyatakan dukungan mereka terhadap Imam Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam.
(last modified 2026-02-05T05:31:58+00:00 )
Feb 05, 2026 12:29 Asia/Jakarta
  • Para Pemimpin Agama dan Intelektual Dunia Mendukung Ayatullah Khamenei

Sekelompok penganut agama-agama samawi, para pemikir, dan aktivis internasional dari 20 negara di dunia, melalui sebuah pernyataan bersama, menyatakan dukungan mereka terhadap Imam Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam.

Menurut laporan Pars Today mengutip Kantor Berita IRIB (Radio dan Televisi Nasional Iran), pernyataan bersama para penganut agama dan insan merdeka dunia tentang kepemimpinan Republik Islam Iran adalah sebagai berikut:

Kami, sekelompok penganut agama-agama samawi, para pemikir independen, dan insan-insan merdeka dunia dari berbagai bangsa dan kebudayaan, memandang perlu untuk menyampaikan pandangan kami tentang seorang tokoh yang perannya, melampaui batas-batas keyakinan dan politik, patut dicermati dalam perkembangan pemikiran dan moral dunia kontemporer.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, termasuk di antara para pemimpin yang di tengah dunia yang sarat dengan politisasi, standar ganda, dan dominasi kekuasaan, tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip seperti martabat manusia, kemerdekaan bangsa-bangsa, keadilan, dan perlawanan terhadap kezaliman. Hal yang menarik perhatian kami bukanlah afiliasi keagamaannya, melainkan konsistensinya dalam berpegang pada prinsip-prinsip etika, keberanian dalam pengambilan keputusan, serta pandangan peradaban terhadap masa depan umat manusia.

Pada masa ketika banyak pemimpin dunia terjebak dalam kepasifan atau kompromi di hadapan kekuasaan dan kekayaan, beliau mewakili suara yang membela hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib mereka sendiri dan menempuh jalan ini dengan kesadaran penuh akan konsekuensinya. Karakteristik ini patut dihormati dan direnungkan, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki afiliasi dengan sistem pemikiran atau politik Iran.

Kami meyakini bahwa dunia saat ini, lebih dari sebelumnya, membutuhkan para pemimpin yang berakar pada identitas, kemandirian berpikir, dan komitmen moral. Dari perspektif ini, peran Ayatullah Khamenei dalam memperkuat wacana perlawanan terhadap ketidakadilan dan dominasi merupakan fenomena penting dalam konstelasi pemikiran dunia kontemporer. Pernyataan ini merupakan ungkapan penghormatan kami terhadap sebuah model kepemimpinan yang berlandaskan prinsip-prinsip kemanusiaan dan tanggung jawab historis; sebuah model yang melampaui batas-batas agama dan politik, serta layak untuk mendapat perhatian, dialog, dan kajian yang adil di tingkat global.(PH)