Kelompok Teroris MKO, Pelaksana Politik AS (2)
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i60082-kelompok_teroris_mko_pelaksana_politik_as_(2)
Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) atau yang lebih dikenal di Iran dengan nama kelompok munafikin, memanfaatkan kebebasan beraktivitas mereka di Barat khususnya di negara-negara Eropa. Dalam hal ini, salah satu tujuan yang dilakukan secara rutin adalah pelaksanaan kongres tahunan di Perancis untuk mempropagandakan program dan memamerkan eksistensi mereka sebagai oposisi utama anti-Republik Islam Iran.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 21, 2018 16:49 Asia/Jakarta

Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) atau yang lebih dikenal di Iran dengan nama kelompok munafikin, memanfaatkan kebebasan beraktivitas mereka di Barat khususnya di negara-negara Eropa. Dalam hal ini, salah satu tujuan yang dilakukan secara rutin adalah pelaksanaan kongres tahunan di Perancis untuk mempropagandakan program dan memamerkan eksistensi mereka sebagai oposisi utama anti-Republik Islam Iran.

Kongres tersebut digelar setiap tahun dengan dukungan Barat khususnya Amerika Serikat dan sekutu regionalnya, di Paris. Poin menarik dalam hal ini adalah partisipasi repetitif para pejabat Barat khususnya Amerika Serikat dan juga kehadiran para pejabat dari sejumlah negara regional seperti Arab Saudi yang tujuannya adalah mengesankan pentingnya eksistensi munafikin dan program-program mereka. Di antaranya adalah Turki al-Faisal, mantan pejabat tinggi intelijen Arab Saudi yang berpartisipasi dalam kongres MKO tahun lalu.

Rudy Giuliani, pengacara Presiden AS dan mantan walikota New York, adalah termasuk di antara orator yang hadir pada kongres tahunan MKO 2018. Sama seperti para peserta lainnya, Giuliani menekankan berlanjutnya politik anti-Iran dan janji-janji perubahan rezim di Iran. Menurutnya, Presiden AS Donald Trump akan berhasil dalam hal ini.

Amerika dan MKO

Televisi NBC Amerika Serikat beberapa waktu lalu, merilis rekaman video dari halaman luar markas MKO di Albania dan mengungkap hubungan anggota kabinet Trump termasuk John Bolton, Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih, dan Rudy Giuliani, mantan walikota New York sekaligus pengacara Trump, dengan anasir munafikin, serta uang yang mereka terima untuk berpidato dan menghadiri kongres tahunan MKO.

NBC lebih lanjut mengutip keterangan Giuliani sendiri yang mengatakan bahwa hubungannya dengan kelompok ini dimulai sejak 2008. Dia menilai keliru pencantuman nama kelompok MKO dalam daftar hitam kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan mengklaim bahwa dirinya lupa berapa jumlah uang yang diberikan kelompok tersebut kepadanya untuk berpidato di kongres tahunan MKO di Paris.

Stephen Harper mantan perdana menteri Kanada, Bill Richardson mantan gubernur negara bagian New Mexico yang juga mantan menteri energi Amerika Serikat, Louis Freeh mantan direktur FBI, Robert Torricelli mantan senator Demokrat, ketua komite urusan publik keturunan AS-Saudi, Newt Gingrich mantan ketua DPR AS, Rama Yade mantan dubes Perancis untuk UNESCO, dan George Casey mantan panglima Angkatan Darat AS, merupakan di antara para pejabat Barat yang menghadiri kongres MKO.

Masih ada deretan nama-nama lain termasuk John Brad mantan perdana menteri Kanada, Bernard Kushner mantan menteri luar negeri Perancis, Raad Yassin mantan menteri luar negeri Yaman, Fatmir Mediu, ketua Partai Republik Albania, serta masih banyak lagi nama-nama pejabat parlemen Jerman, Albania dan bahkan pegiat hak asasi manusia yang menghadiri kongres tersebut.

Ini menunjukkan besarnya dukungan Barat dan sekutu mereka terhadap kelompok teroris yang telah meneror lebih dari 17 ribu warga dan pejabat Iran. Kelompok yang catatan kejahatannya sangan panjang mulai pada dekade 1980 di Iran dan dekade 1990 di Irak.

Koran The Guardian menyinggung kehadiran 33 mantan pejabat AS dalam kongres MKO dan menulis, "Tidak jelas apakah para pejabat yang berpidato pada kongres kemarin, telah menerima dana [dari MKO] atau tidak. Akan tetapi kelompok MKO terkenal memberikan imbalan dana besar untuk para orator dalam kongresnya."

Saat ini MKO menghadapi krisis anggota dan dalam kongres yang digelar dalam beberapa tahun terakhir bahkan terpaksa membayar sekelomok orang untuk menghadiri dalam pelaksanaan kongresnya.

The Guardian dalam laporannya terkait kongres MKO pada Juni 2018 menyebutkan, "Lebih dari separuh dari peserta kongres tersebut adalah warga dari Republik Ceko, Slovania, Polandia, Jerman dan para imigran Suriah yang diiming-imingi dengan tur, makanan, uang dan tempat tinggal di Paris. Kampanye tersebut dilakukan melalui Facebook."

Kelompok teroris MKO

Ribuan imigran Suriah yang berada di Jerman menghadiri kongres tersebut dan banyak di antara mereka yang tidur di bawah pohon ketika pidato berlangsung. Seorang ibu muda Suriah bersama dengan dua anaknya yang menghadiri kongres tersebut kepada The Guardian mengatakan, "Undangan untuk menghadiri kongres ini kami lihat di Facebook dan kami ingin berlibur ke Paris. Sebelumnya saya tidak pernah ke Paris dan saya tidak mengetahui apa-apa tentang kelompok [MKO] ini."

Masalah penting dalam hal ini adalah upaya Amerika Serikat untuk memanfaatkan kelompok MKO sebagai sarana untuk menggapai tujuannya di Iran, meski dalam beberapa waktu terakhir tersebar kabar friksi dan perselisihan antara anggota kabinet Trump terkait strategi pemerintah dalam melawan Iran. Sejumlah pansehat pemerintah AS menekankan represi dan pemberlakuan sanksi lebih luas untuk mengubah rezim Iran. Sementara sebagian penasehat pemerintah AS mengusulkan pencapaian kesepakatan komprehensif dengan Iran sebagai tujuan penting Washington.

Kesepakatan yang dimaksud bukan hanya terkait program nuklir Iran melainkan politik regional Tehran. John Bolton, Penasehat Keamanan Nasional Donald Trump, adalah pejabat tinggi keamanan terpenting AS yang lebih memilih perubahan rezim di Iran. Bolton dalam kongres terbaru MKO di Paris, mendukung tujuan dan kinerja kelompok teroris itu dalam upaya menggulingkan pemerintah Republik Islam Iran.

Koran Christian Science Monitor menulis, Bolton bersama dengan Patrick Kennedy, mantan anggota partai Demokrat di Kongres, Rudy Giuliani mantan walikota New York dan Michael Steel mantan ketua komite nasional Republikan, menerima uang dalam jumlah besar dari kelompok berkedok itu.

Bolton termasuk di antara pejabat tinggi Amerika Serikat yang berusaha keras mencabut nama MKO dari daftar hitam kelompok teroris yang ditetapkan oleh Kementerian Luar Negeri AS. Upaya Bolton pada akhirnya berhasil pada tahun 2012 dan MKO dengan catatan kejahatan teror panjang itu dicoret dari daftar hitam kelompok teroris oleh Kemenlu AS. Bolton berpendapat bahwa kelompok munafikin adalah unsur penting untuk mewujudkan tujuan Amerika Serikat yaitu perubahan rezim Republik Islam Iran.

Joanne Stocker, pimred The Defense Post, yang selama bertahun-tahun fokus pada aktivitas kelompok MKO mengatakan, berdasarkan perkiraannya, John Bolton hingga kini telah menerima uang lebih dari 180 ribu dolar dari kelompok tersebut dan sebagai imbalannya dia memperkenalkan MKO.

Di antara berbagai alasan di balik ketidakjelasan dan kerancuan dalam poiltik pemerintahan Trump terkait Iran, adalah pengaruh para penasehat "eksternal" di mana Trump kerap mendengarkan usulan mereka dalam berbagai masalah politik. Mereka tidak memiliki jabatan resmi dalam kabinet Trump. Termasuk di antaranya adalah Rudy Giuliani, pengacara pribadi Trump.

Giuliani adalah peserta tetap kongres MKO dan juga dalam perhelatan kelompok teroris itu yang digelar 30 Juni lalu di Paris. Dia kembali menekankan pentingnya perubahan rezim di Republik Islam Iran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemerintahan Trump pada intinya memiliki sikap radikal di bidang politik luar negeri akibat pengaruh tokoh seperti Bolton dan Giuliani.

Pemimpin kelompok teroris MKO dan Raja Bahrain

Giuliani dalam pidato terbarunya dalam kongres MKO di Paris mengklaim bahwa tujuan pemberlakuan sanksi terhadap Iran adalah perubahan rezim. Dia juga mengklaim bahwa jatuhnya rezim di Iran tidak akan lama dan akan segera terjadi. Amerika Serikat akan terus meningkatkan sanksi sampai rezim Republik Islam terguling.

Namun pada hakikatnya janji dan klaim Giuliani itu lebih mengacu pada impiannya saja ketimbang fakta. Amerika Serikat telah selama bertahun-tahun mengupayakan perubahan rezim di Iran dengan berbagai cara mulai dari kudeta hingga dukungan terhadap rezim Saddam dan kini memanfaatkan aliansi regional Timur Tengah. Akan tetapi seluruh rencana Amerika Serikat gagal.

The Guardian menyinggung kebencian warga Iran terhadap kelompok munafikin dan menulis, "Sebagian besar pengamat politik Iran mengatakan bahwa kelompok MKO di mendapat dukungan minim di dalam Iran dan sebabnya adalah penggunaan kekerasan dan hubungan dekat kelompok ini dengan lembaga intelijjen Israel."

MKO yang mayoritas anasirnya berusia paruh baya secara perlahan akan menjadi tua dan tidak lagi aktif dan tidak kehilangan kekuatan operasionalnya. Sementara di sisi lain, volume perekrutan anggota baru kelompok ini sangat rendah. Oleh karena itu, MKO sekarang lebih terfokus pada langkah-langkah propaganda dan pamer saja.