Lawatan Ketiga Zarif ke Eropa
Menteri Luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif meninggalkan Paris menuju Amsterdam untuk melanjutkan lawatan resminya ke negara Eropa.
Dijadwalkan, Zarif singggah sehari di Amsterdam untuk bertemu dengan pejabat tinggi Belanda, dan melanjutkan kunjungannya ke Den Haag.
Zarif dalam lawatan ketiganya ke Eropa mengunjungi Paris atas undangan sejawatnya dari Perancis, Jean-marc Ayrault. Di Paris, selain bertemu dengan menlu Perancis, Zarif juga berdialog dengan ketua majelis nasional, ketua senat dan kepala komisi kebijakan luar negeri, pertahanan dan angkatan bersenjata Perancis. Dalam pertemuan tersebut, Menlu Iran membahas masalah politik dan ekonomi dengan pejabat tinggi Perancis.
Menlu Iran juga hadir di istana Élysée dan bertemu dengan presiden Perancis, François Hollande untuk membicarakan masalah ekonomi dan perdagangan serta transformasi regional, terutama krisis Suriah dalam kerangka kesepakatan Tehran-Paris yang telah dicapai dalam lawatan presiden Rohani ke Prancis tahun lalu.
Sebelumnya, Menlu Iran dalam lawatan keduanya ke Eropa mengunjungi Norwegia dan Jerman untuk membicarakan kerja sama politik, ekonomi, dan perbankan antar kedua negara. Di Berlin, Zarif bertemu dengan Menlu Jerman, Frank-walter Steinmeier untuk membahas penguatan kerja sama bilateral dan transformasi regional dan internasional.
Dalam kunjungan ke Oslo, Zarif bertemu dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini membahas kerja sama antara Tehran dan Uni Eropa.
Lawatan Menlu Iran ke Eropa dan pertemuannya dengan para pejabat tinggi negara-negara Eropa menunjukkan atmosfir positif kerja sama antara Iran dan negara-negara Eropa pasca tercapainya kesepakatan JCPOA.
Iran hingga kini telah menjalankan komitmennya terhadap implementasi JCPOA. Tapi amat disayangkan kondisi psikologis sebelum sanksi ekonomi dicabut masih berlaku, terutama masalah perbankan. Hingga kini hubungan sejumlah bank Eropa dan bank-bank Perancis dengan perbankan Iran masih terhambat. Oleh karena itu, dalam pertemuan komisi luar negeri dan pertahanan mengatakan bahwa implementasi kontrak antara Iran dan Prancis terletak pada masalah perbankan. Hingga kini, bank-bank Perancis masih ragu untuk memberikan jaminan finansial bagi transaksi perdagangan antara pengusaha Eropa dan Iran, karena khawatir disanksi oleh AS.
Selain membawa agenda tindak lanjut implementasi JCPOA dalam lawatannya ke Eropa, Zarif juga membicarakan masalah terorisme dan hak asasi manusia. Lawatan ini bertujuan untuk menangkal klaim iranofobia Barat.
Selain membantu penyelesaian berbagai masalah dalam implementasi JCPOA, dan mendekatkan pandangan kedua belah pihak, serta peningkatan kerja sama dan solidaritas menghadapi terorisme.
Munculnya kejahatan teriris di negara-negara Barat terutama di Perancis menunjukkan sebauh realitas bahwa saat ini terorisme tidak mengenal batas geografis. Kini, Iran dengan diplomasi barunya telah membentangkan jalan bagi dialog transregional dengan Uni Eropa dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas regional dan internasional. (PH)