Rahbar: Iran Berjuang untuk Kehormatan
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Rahbar) mengatakan, "Jika kita ingin melawan kubu arogan dan mencapai kemuliaan yang pantas bagi sistem Republik Islam, maka kita perlu menjaga dan mempertebal takwa dalam perilaku individual dan sosial kita."
Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengungkapkan hal itu selama pertemuan dengan lebih dari seribu mahasiswa dan akademisi di Tehran, Sabtu (2/7/2016) sore.
Setelah menjelaskan tentang peran iman dalam perlawanan, Rahbar kemudian berbicara mengenai perjuangan hidup-mati bangsa Iran dengan kubu arogan.
"Perjuangan ini dimulai ketika bangsa Iran memutuskan untuk mandiri dan maju, di mana keputusan ini bertentangan dengan kepentingan kekuatan hegemoni dunia," terangnya.
Rahbar menilai komentar sebagian orang bahwa sistem Republik Islam sengaja mencari masalah dengan kekuatan besar adalah keliru, dan menandaskan, perjuangan ini tidak butuh alasan karena selama bangsa Iran memperjuangkan kehormatan, revolusi dan Islam, maka pertarungan ini akan selalu ada.
Di awal pertemuan, Ayatullah Khamenei memberi kesempatan kepada beberapa perwakilan mahasiswa untuk secara terbuka menyampaikan pandangan dan tuntutan mereka serta membahas isu-isu utama di Iran dengan beliau.
Ayatullah Khamenei menilai mahasiswa sebagai sebuah kesempatan besar, modal besar dan bagian dari kekuatan negara. Beliau menyeru para pejabat untuk memberi perhatian khusus kepada mahasiswa dalam program perencanaan mereka.
Menurutnya, mahasiswa sekarang lebih unggul dari segi kuantitas dan kualitas serta memiliki pemikiran revolusioner dan Islami yang lebih dalam jika dibandingkan dengan mahasiswa era revolusi.
Rahbar mengajak mahasiswa untuk curiga terhadap manuver media musuh dan menerangkan bahwa musuh dengan dana fantastis meluncurkan propaganda media yang rumit dan luas terhadap sistem Islami.
Manuver ini, lanjutnya, bertujuan menutupi titik-titik kekuatan Republik Islam dan membesar-besarkan beberapa sisi negatif untuk melahirkan pesimisme di masyarakat dan pemuda.
Pada kesempatan itu, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Presiden, anggota parlemen dan pejabat negara di masa depan akan dipilih dari kalangan kalian, oleh karena itu dengan visi yang sepenuhnya optimis dan semangat, kalian harus merumuskan gambaran ideal untuk 20 atau 30 tahun masa depan negara dan menyelaraskan kinerja kalian dengan visi yang cerah ini." (RM)