Amir-Abdollahian: Kami Pernah tidak Menjauh dari Dialog dan Diplomasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i139458-amir_abdollahian_kami_pernah_tidak_menjauh_dari_dialog_dan_diplomasi
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, Republik Islam Iran tidak pernah menjauhkan diri dari dialog dan diplomasi.
(last modified 2026-02-03T15:03:14+00:00 )
Feb 09, 2023 19:31 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian
    Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, Republik Islam Iran tidak pernah menjauhkan diri dari dialog dan diplomasi.

Perundingan pencabutan sanksi setelah berbulan-bulan perundingan ketat di Wina mendekati final jika Amerika sebagai pihak yang melanggar JCPOA bersedia menerima tuntutan logis Iran dan persyaratan untuk pembentukan perjanjian yang stabil dan andal.

Pengalaman berbulan-bulan perundinagn di Wina membuktikan bahwa Gedung Putih, karena kendala internal dan represi rezim Zionis, tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan terkait kembali ke kesepakatan nuklir, dan dari sisi ini, AS menggunakan taktik menuding Iran sebagai pihak yang bersalah dan menentukan batas waktu palsu.

Perundingan Wina (dok)

Sekaitan dengan ini, menurut laporan FNA Kamis (9/2/2023), Hossein Amir-Abdollahian di pesan videonya seraya mengucapkan selamat atas kemenangan Revolusi Islam Iran dan menjelaskan bahwa Iran tidak pernah menjauhkan diri dari dialog dan diplomais mengatakan, perundingan dan diplomasi dengan tujuan mencapai kepentingan bersama dan menjamin secara maksimum kepentingan nasional Iran merupakan agenda serius Iran.

Menlu Iran seraya mengisyaratkan bahwa Tehran meski menyaksikan sabotase dan pelanggaran janji AS dan troika Eropa, Iran tetap mematuhi komitmen internasionalnya dan kerja sama Tehran dengan IAEA terus berlanjut, menjelaskan, " Iran bersikeras menjaga teknis IAEA dan menghindari pendekatan politik selektif."

Amir-Abdollahian menambahkan, Republik Islam Iran dalam koridor doktrin kebijakan luar negeri seimbang dan diplomasi dinamis serta cerdas, menjadikan pandangan ke Asia dan tetangga sebagai prioritas utama kebijakan luar negerinya.

Mengingat upaya musuh Iran dengan alat sanksi teroris dan mengejar kebijakan Iranofobia yang gagal, Menteri Luar Negeri Iran mencatat bahwa Republik Islam Iran telah mencapai tingkat kemajuan dan perkembangan tertinggi di semua bidang. (MF)