Penasihat Keamanan Rahbar: AS Komandoi Pembantaian di Gaza
https://parstoday.ir/id/news/iran-i156382-penasihat_keamanan_rahbar_as_komandoi_pembantaian_di_gaza
Penasihat Keamanan pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa saat ini, dunia sedang menyaksikan genosida, pembunuhan anak-anak dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza yang dilakukan rezim Zionis dengan komando Amerika Serikat.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 01, 2023 10:28 Asia/Jakarta
  • Penasihat Keamanan Rahbar: AS Komandoi Pembantaian di Gaza

Penasihat Keamanan pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa saat ini, dunia sedang menyaksikan genosida, pembunuhan anak-anak dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza yang dilakukan rezim Zionis dengan komando Amerika Serikat.

Menurut kantor berita Iranpress, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, Asisten dan Penasihat Rahbar dalam konferensi internasional tentang keamanan bersama dan perdamaian abadi di Beijing pada Selasa (31/10/2023) malam mengatakan, "Pemerintah dan organisasi internasional tidak mampu menghentikan kejahatan besar di Gaza,".

 

 

Asisten dan penasihat Panglima Besar Angkatan bersenjata Republik Islam Iran mengungkapkan, "Dunia terus menyaksikan kehancuran ratusan rumah dan rumah sakit, kematian dan cederanya ribuan orang, serta terputusnya pasokan air, listrik, bahan bakar, obat-obatan dan makanan di Gaza,".

"Komando politik, militer dan media dari aksi pembantaian besar-besaran warga Palestina yang tinggal di Gaza berada di tangan pemerintah arogan bernama Amerika Serikat," ujar Mayjen Safavi.

Beliau juga menagaskan bahwa upaya untuk penciptakan wacana di tingkal internasional untuk menjaga keamanan global dan berbagai dimensinya merupakan kebutuhan vital bagi semua pemerintah dan negara, karena keamanan adalah anugerah terbesar Tuhan dan dasar dari semua kemajuan umat manusia.

"Hegemoni dan unilateralisme Amerika telah gagal setelah mengadopsi strategi kampanye dan pendudukan militer yang salah di Afghanistan dan Irak selama 20 tahun, dari tahun 2001 hingga 2022. Amerika tidak mencapai tujuan politik, ekonomi, militer dan keamanannya, serta terpaksa mengambil jalan keluar dari Afghanistan setelah menghabiskan belanja negara sebesar tujuh triliun dolar," pungkasnya.(PH)